BPBD Jatim Cepat Perbaiki Peralatan Early Warning System Pasca Banjir BPJS Ketenagakerjaan Dorong Seluruh Mitra Ojol Manfaatkan Potongan Iuran DVI Polda Sulut Identifikasi Tiga Korban Kebakaran di Panti Wreda Masalah Mata, Duet Marwan/Aisyah Dipastikan Absen dari Indonesia Masters 2026 Apkasindo: Perkuat Sektor Hulu Jadi Kunci Percepatan Hilirisasi Sawit BBKSDA Jawa Timur dan Mahasiswa Lakukan Pengamatan Burung Migrasi di Tulungagung

Ekonomi

Zulkifli Hasan: Kebijakan Stop Impor Beras Indonesia Pengaruhi Penurunan Harga Dunia

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Kebijakan Beras Indonesia Berdampak Global

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, baru-baru ini menyampaikan bahwa keputusan Indonesia untuk menghentikan impor beras memiliki pengaruh signifikan terhadap harga beras di pasar dunia. Menurut Zulhas, langkah strategis ini turut menyebabkan penurunan harga beras secara global.

Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia adalah salah satu negara besar yang aktif mengimpor beras untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Namun, dengan peningkatan produksi lokal dan kebijakan pemerintah yang fokus pada kemandirian pangan, Indonesia memutuskan untuk menghentikan impor beras.

Pengaruh pada Pasar Beras Dunia

Kebijakan tersebut, menurut Zulkifli Hasan, memberikan dampak yang cukup besar di pasar internasional. Penurunan impor dari salah satu konsumen terbesar dunia membuat permintaan global berkurang, sehingga harga beras dunia secara perlahan menurun.

Dampak ini mencerminkan pentingnya peran Indonesia dalam pasar beras global serta bagaimana langkah kebijakan domestik dapat memengaruhi harga komoditas pangan di tingkat internasional.

Kebijakan Pangan dan Dampaknya

Selain menghentikan impor, pemerintah Indonesia juga terus mendorong produksi beras dalam negeri melalui berbagai program pertanian dan kebijakan pendukung lainnya, dengan tujuan mencapai ketahanan pangan nasional. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya berhasil mengurangi ketergantungan pada impor, tetapi juga memperkuat posisi sebagai produsen beras utama.

Kebijakan ini diharapkan dapat membawa manfaat jangka panjang, tidak hanya bagi stabilitas harga di dalam negeri tetapi juga bagi keseimbangan pasar beras internasional.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

BPJS Ketenagakerjaan Dorong Seluruh Mitra Ojol Manfaatkan Potongan Iuran

13 Januari 2026 - 21:00 WIB

ANTARA News

Apkasindo: Perkuat Sektor Hulu Jadi Kunci Percepatan Hilirisasi Sawit

13 Januari 2026 - 19:30 WIB

ANTARA News

Grab Indonesia Salurkan Rp100 Miliar untuk Program Kesejahteraan Mitra

13 Januari 2026 - 18:30 WIB

ANTARA News

Ombudsman RI Salurkan Manfaat Rp42 Miliar Lewat Tahap Resmon pada 2025

13 Januari 2026 - 17:30 WIB

ANTARA News

Bank Lampung Catat Laba Bersih Rp200 Miliar pada 2025

13 Januari 2026 - 14:00 WIB

ANTARA News
Trending di Ekonomi