Polres Cirebon Catat Peningkatan Arus Kendaraan di Pantura Jelang Puncak Mudik Pemerintah Susun Rencana Efisiensi untuk Pertahankan Defisit APBN di Bawah 3 Persen Potret Teheran Terkoyak: Menyusuri Jalanan yang Porak-poranda Mendiktisaintek Ajak Kampus Tingkatkan Inovasi dalam Daur Ulang Sampah Pemprov Jateng Memberangkatkan Lebih dari 16 Ribu Peserta Mudik Gratis di TMII Serangan TPNPB di Kawasan Tambrauw-Grasberg Dinilai Mengganggu Stabilitas Sosial

Ekonomi

Zulkifli Hasan: Kebijakan Stop Impor Beras Indonesia Pengaruhi Penurunan Harga Dunia

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Kebijakan Beras Indonesia Berdampak Global

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, baru-baru ini menyampaikan bahwa keputusan Indonesia untuk menghentikan impor beras memiliki pengaruh signifikan terhadap harga beras di pasar dunia. Menurut Zulhas, langkah strategis ini turut menyebabkan penurunan harga beras secara global.

Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia adalah salah satu negara besar yang aktif mengimpor beras untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Namun, dengan peningkatan produksi lokal dan kebijakan pemerintah yang fokus pada kemandirian pangan, Indonesia memutuskan untuk menghentikan impor beras.

Pengaruh pada Pasar Beras Dunia

Kebijakan tersebut, menurut Zulkifli Hasan, memberikan dampak yang cukup besar di pasar internasional. Penurunan impor dari salah satu konsumen terbesar dunia membuat permintaan global berkurang, sehingga harga beras dunia secara perlahan menurun.

Dampak ini mencerminkan pentingnya peran Indonesia dalam pasar beras global serta bagaimana langkah kebijakan domestik dapat memengaruhi harga komoditas pangan di tingkat internasional.

Kebijakan Pangan dan Dampaknya

Selain menghentikan impor, pemerintah Indonesia juga terus mendorong produksi beras dalam negeri melalui berbagai program pertanian dan kebijakan pendukung lainnya, dengan tujuan mencapai ketahanan pangan nasional. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya berhasil mengurangi ketergantungan pada impor, tetapi juga memperkuat posisi sebagai produsen beras utama.

Kebijakan ini diharapkan dapat membawa manfaat jangka panjang, tidak hanya bagi stabilitas harga di dalam negeri tetapi juga bagi keseimbangan pasar beras internasional.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Pemerintah Susun Rencana Efisiensi untuk Pertahankan Defisit APBN di Bawah 3 Persen

16 Maret 2026 - 18:00 WIB

ANTARA News

ESDM Puji Kesiapan Pertamina dalam Menjaga Pasokan Energi Saat Lebaran

14 Maret 2026 - 20:00 WIB

ANTARA News

RUPST BCA Tetapkan Rasio Dividen 72% untuk Tahun Buku 2025

12 Maret 2026 - 18:00 WIB

ANTARA News

IHSG Ditutup Melemah, Mengikuti Bursa Asia Seiring Volatilitas Harga Minyak

12 Maret 2026 - 17:00 WIB

ANTARA News

Bahlil Pastikan Ketersediaan BBM Aman dan Serukan Masyarakat Tak Lakukan Panic Buying

10 Maret 2026 - 19:00 WIB

ANTARA News
Trending di Ekonomi