Satpol PP Jaksel Akan Bongkar Lapangan Padel Tak Berizin di Cilandak Gubernur: Beberapa Program Pusat Sudah Berjalan di Rejang Lebong IRGC Konfirmasi Peluncuran Gelombang Pertama Serangan Roket ke Israel Indonesia dan Mimpi Kolektif Negara D-8: Menopang Harap dari Posisi Menunggu BI: Kapasitas Penyaluran Kredit Masih Longgar, Didorong untuk Percepat Pertumbuhan Pengamat Dorong Tetap Dibukanya Opsi Transit Saat Diskon Tiket Pesawat untuk Mudik

Ekonomi

Kemenperin Dorong Penguatan Industri Penunjang Migas untuk Kurangi Ketergantungan Impor

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Kementerian Perindustrian menegaskan pentingnya memperkuat industri penunjang minyak dan gas (migas) dalam negeri sebagai langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan pada barang dan komponen impor. Upaya ini dianggap krusial untuk membangun kemandirian rantai pasok dan meningkatkan daya saing sektor migas nasional.

Pendorongan terhadap industri penunjang migas diarahkan untuk mendorong kapasitas produksi lokal agar mampu memasok kebutuhan proyek-proyek migas, baik di hulu maupun hilir. Dengan meningkatnya kemampuan industri domestik, diharapkan permintaan akan barang impor berkurang dan aliran devisa dapat ditahan di dalam negeri.

Tujuan dan manfaat penguatan industri penunjang

Pengembangan industri penunjang migas tidak hanya bertujuan sebagai substitusi impor, tetapi juga untuk menciptakan nilai tambah dalam negeri. Industri yang lebih kuat berpotensi membuka lapangan kerja, memperkuat rantai nilai lokal, dan meningkatkan transfer teknologi. Selain itu, penguatan sektor ini juga dapat mendukung stabilitas pasokan komponen penting bagi operasi migas di berbagai wilayah.

Pendekatan yang diharapkan

Pemerintah melalui kementerian terkait mendorong adanya langkah-langkah yang bersifat strategis untuk mempercepat kesiapan industri penunjang. Pendekatan yang diharapkan meliputi peningkatan kapasitas produksi, standarisasi kualitas, dan penguatan kompetensi tenaga kerja. Kolaborasi antara pemangku kepentingan, termasuk pelaku industri, pemerintah daerah, dan institusi pendidikan vokasi, menjadi bagian penting agar penguatan dapat berjalan berkelanjutan.

Selain itu, penguatan rantai pasok lokal memerlukan koordinasi kebijakan yang sinergis agar industri dalam negeri mendapat peluang yang adil dalam proyek-proyek migas. Hal ini termasuk memastikan kesesuaian antara kebutuhan teknis di lapangan dengan kemampuan manufaktur lokal serta memperkuat hubungan antara pemasok komponen dengan perusahaan migas.

Tantangan yang perlu diatasi

Meskipun memiliki potensi besar, penguatan industri penunjang migas menghadapi sejumlah tantangan. Di antaranya adalah kebutuhan peningkatan kualitas dan sertifikasi produk sesuai standar internasional, investasi untuk modernisasi fasilitas produksi, serta peningkatan kompetensi tenaga kerja teknis. Menangani tantangan tersebut memerlukan komitmen jangka panjang dari berbagai pihak agar industri lokal dapat bersaing dengan pemasok asing.

Perlu juga perhatian terhadap iklim investasi dan kemudahan berusaha agar pelaku industri penunjang dapat tumbuh dan melakukan ekspansi. Pengembangan kapasitas riset dan inovasi di sektor manufaktur migas juga menjadi aspek penting untuk menghasilkan produk yang efisien dan hemat biaya.

Implikasi bagi ekonomi nasional

Penguatan industri penunjang migas dipandang memiliki implikasi positif bagi perekonomian nasional. Dengan berkurangnya impor komponen migas, negara berpotensi mengurangi defisit perdagangan di sektor tertentu dan mendukung pertumbuhan industri manufaktur. Dampak jangka panjang yang diharapkan adalah terbentuknya ekosistem industri yang lebih mandiri dan tahan terhadap fluktuasi pasar internasional.

Secara keseluruhan, upaya meningkatkan kapasitas dan kapabilitas industri penunjang migas menjadi bagian penting dari strategi nasional untuk memperkuat ketahanan industri dan mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya dalam negeri. Keberhasilan inisiatif ini sangat bergantung pada sinergi kebijakan, investasi, dan keterlibatan aktif berbagai pemangku kepentingan.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

BI: Kapasitas Penyaluran Kredit Masih Longgar, Didorong untuk Percepat Pertumbuhan

28 Februari 2026 - 16:00 WIB

ANTARA News

Pengamat Dorong Tetap Dibukanya Opsi Transit Saat Diskon Tiket Pesawat untuk Mudik

28 Februari 2026 - 15:30 WIB

ANTARA News

Kemendag: Kenaikan Harga Referensi CPO Dikaitkan dengan Permintaan India dan China

28 Februari 2026 - 14:30 WIB

ANTARA News

AHY: Momentum Ramadan Tingkatkan Daya Beli dan Gerakkan Ekonomi Lokal

27 Februari 2026 - 19:30 WIB

ANTARA News

Patra Jasa Luncurkan Rangkaian Promo Menyambut Ramadan 1447 H

27 Februari 2026 - 10:30 WIB

ANTARA News
Trending di Ekonomi