BPBD Jatim Cepat Perbaiki Peralatan Early Warning System Pasca Banjir BPJS Ketenagakerjaan Dorong Seluruh Mitra Ojol Manfaatkan Potongan Iuran DVI Polda Sulut Identifikasi Tiga Korban Kebakaran di Panti Wreda Masalah Mata, Duet Marwan/Aisyah Dipastikan Absen dari Indonesia Masters 2026 Apkasindo: Perkuat Sektor Hulu Jadi Kunci Percepatan Hilirisasi Sawit BBKSDA Jawa Timur dan Mahasiswa Lakukan Pengamatan Burung Migrasi di Tulungagung

Humaniora

Menteri Kebudayaan Resmikan Cungkup Pelindung Prasasti Batutulis

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Menteri Kebudayaan Resmikan Cungkup Pelindung Prasasti Batutulis

Menteri Kebudayaan Fadli Zon pada Rabu meresmikan cungkup — bangunan pelindung — untuk Prasasti Batutulis. Peresmian itu menandai langkah pemerintah dalam upaya menjaga dan merawat salah satu peninggalan bersejarah yang menjadi bagian dari khazanah kebudayaan.

Cungkup atau struktur pelindung yang diresmikan berfungsi sebagai bentuk konservasi fisik terhadap prasasti, dengan tujuan utama melindungi batu tulis tersebut dari paparan cuaca, kerusakan lingkungan, serta potensi keausan yang dapat mengancam kelestarian tulisan dan relief pada batu.

Prasasti Batutulis merupakan artefak penting yang selama ini menjadi perhatian pelestari budaya. Pemasangan bangunan pelindung diharapkan dapat memperlambat proses degradasi bahan dan memberikan ruang yang lebih baik bagi upaya perawatan berkala. Langkah ini juga mencerminkan perhatian institusional terhadap langkah-langkah preventif dalam pengelolaan warisan budaya.

Foto kegiatan peresmian yang menjadi dokumentasi acara menunjukkan suasana kegiatan revitalisasi tersebut di Bogor, sesuai keterangan visual dari bahan pemberitaan. Revitalisasi semacam ini biasanya melibatkan penataan di sekitar situs agar akses, pengawasan, dan pemeliharaan dapat dilakukan lebih teratur, sekaligus menjaga nilai historis dari situs itu sendiri.

Pentingnya perlindungan fisik terhadap benda-benda bersejarah seperti prasasti adalah bagian dari praktik konservasi yang lebih luas. Cungkup tidak hanya bertindak sebagai pelindung langsung terhadap permukaan batu, tetapi juga mendukung upaya pelestarian jangka panjang dengan mengurangi paparan langsung terhadap elemen yang mempercepat kerusakan.

Meskipun fokus utama peresmian adalah pemasangan bangunan pelindung, tindakan tersebut juga memiliki dimensi simbolis. Peresmian oleh pejabat tingkat tinggi menegaskan komitmen lembaga terkait untuk memberikan perhatian pada pemeliharaan warisan budaya serta meningkatkan kesadaran publik terhadap pentingnya merawat situs-situs bersejarah.

Ke depan, langkah-langkah konservasi lanjutan biasanya mencakup pemantauan kondisi prasasti secara berkala, pelaksanaan perawatan preventif dan restoratif bila diperlukan, serta pengelolaan lingkungan sekitar agar tidak menimbulkan ancaman baru terhadap kelestarian. Penerapan protokol perawatan yang tepat mendukung upaya mempertahankan integritas fisik dan nilai historis prasasti.

Peresmian cungkup untuk Prasasti Batutulis ini sekaligus menjadi pengingat akan peran bersama antara instansi pemerintah, masyarakat, dan pihak-pihak terkait lainnya dalam menjaga warisan budaya. Pelestarian benda-benda bersejarah memerlukan perhatian berkelanjutan agar generasi mendatang dapat mengenal dan mempelajari nilai-nilai sejarah yang tersimpan di dalamnya.

Dengan adanya struktur pelindung baru, diharapkan kondisi Prasasti Batutulis tetap terjaga sehingga fungsi edukatif dan kulturalnya dapat terus dinikmati oleh publik sambil tetap dilindungi dari faktor-faktor yang dapat mempercepat kerusakan.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Mendukbangga: Program Makan Bergizi Berperan Turunkan Stunting di Jawa Barat

12 Januari 2026 - 20:00 WIB

ANTARA News

Dosen Sekolah Vokasi Undip Anggun Puspitarini Siswanto Raih Penghargaan dari Kampus di Jerman

12 Januari 2026 - 09:30 WIB

ANTARA News

Menteri PPPA Sampaikan Dukacita atas Meninggalnya Ibu dan Balita di Kebumen

11 Januari 2026 - 14:00 WIB

ANTARA News

Makam Kerajaan Ungkap Koleksi Satwa Langka Tertua di China

11 Januari 2026 - 13:00 WIB

ANTARA News

Situbondo Bersiap Jadi Tuan Rumah Muktamar NU ke-35: Serangkaian Persiapan Dilakukan

11 Januari 2026 - 12:00 WIB

ANTARA News
Trending di Humaniora