Menteri Kebudayaan Resmikan Cungkup Pelindung Prasasti Batutulis
Menteri Kebudayaan Fadli Zon pada Rabu meresmikan cungkup — bangunan pelindung — untuk Prasasti Batutulis. Peresmian itu menandai langkah pemerintah dalam upaya menjaga dan merawat salah satu peninggalan bersejarah yang menjadi bagian dari khazanah kebudayaan.
Cungkup atau struktur pelindung yang diresmikan berfungsi sebagai bentuk konservasi fisik terhadap prasasti, dengan tujuan utama melindungi batu tulis tersebut dari paparan cuaca, kerusakan lingkungan, serta potensi keausan yang dapat mengancam kelestarian tulisan dan relief pada batu.
Prasasti Batutulis merupakan artefak penting yang selama ini menjadi perhatian pelestari budaya. Pemasangan bangunan pelindung diharapkan dapat memperlambat proses degradasi bahan dan memberikan ruang yang lebih baik bagi upaya perawatan berkala. Langkah ini juga mencerminkan perhatian institusional terhadap langkah-langkah preventif dalam pengelolaan warisan budaya.
Foto kegiatan peresmian yang menjadi dokumentasi acara menunjukkan suasana kegiatan revitalisasi tersebut di Bogor, sesuai keterangan visual dari bahan pemberitaan. Revitalisasi semacam ini biasanya melibatkan penataan di sekitar situs agar akses, pengawasan, dan pemeliharaan dapat dilakukan lebih teratur, sekaligus menjaga nilai historis dari situs itu sendiri.
Pentingnya perlindungan fisik terhadap benda-benda bersejarah seperti prasasti adalah bagian dari praktik konservasi yang lebih luas. Cungkup tidak hanya bertindak sebagai pelindung langsung terhadap permukaan batu, tetapi juga mendukung upaya pelestarian jangka panjang dengan mengurangi paparan langsung terhadap elemen yang mempercepat kerusakan.
Meskipun fokus utama peresmian adalah pemasangan bangunan pelindung, tindakan tersebut juga memiliki dimensi simbolis. Peresmian oleh pejabat tingkat tinggi menegaskan komitmen lembaga terkait untuk memberikan perhatian pada pemeliharaan warisan budaya serta meningkatkan kesadaran publik terhadap pentingnya merawat situs-situs bersejarah.
Ke depan, langkah-langkah konservasi lanjutan biasanya mencakup pemantauan kondisi prasasti secara berkala, pelaksanaan perawatan preventif dan restoratif bila diperlukan, serta pengelolaan lingkungan sekitar agar tidak menimbulkan ancaman baru terhadap kelestarian. Penerapan protokol perawatan yang tepat mendukung upaya mempertahankan integritas fisik dan nilai historis prasasti.
Peresmian cungkup untuk Prasasti Batutulis ini sekaligus menjadi pengingat akan peran bersama antara instansi pemerintah, masyarakat, dan pihak-pihak terkait lainnya dalam menjaga warisan budaya. Pelestarian benda-benda bersejarah memerlukan perhatian berkelanjutan agar generasi mendatang dapat mengenal dan mempelajari nilai-nilai sejarah yang tersimpan di dalamnya.
Dengan adanya struktur pelindung baru, diharapkan kondisi Prasasti Batutulis tetap terjaga sehingga fungsi edukatif dan kulturalnya dapat terus dinikmati oleh publik sambil tetap dilindungi dari faktor-faktor yang dapat mempercepat kerusakan.
Foto: ANTARA News






