BPBD Jatim Cepat Perbaiki Peralatan Early Warning System Pasca Banjir BPJS Ketenagakerjaan Dorong Seluruh Mitra Ojol Manfaatkan Potongan Iuran DVI Polda Sulut Identifikasi Tiga Korban Kebakaran di Panti Wreda Masalah Mata, Duet Marwan/Aisyah Dipastikan Absen dari Indonesia Masters 2026 Apkasindo: Perkuat Sektor Hulu Jadi Kunci Percepatan Hilirisasi Sawit BBKSDA Jawa Timur dan Mahasiswa Lakukan Pengamatan Burung Migrasi di Tulungagung

Politik

Diplomasi ‘Bridge-Builder’ Prabowo Tarik Perhatian Dunia, Kata Pakar Unpad

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Diplomasi Jembatan: Indonesia di Panggung Dunia

Pakar hubungan internasional dari Universitas Padjadjaran, Teuku Rezasyah, menilai bahwa gaya diplomasi Presiden Prabowo yang digambarkan sebagai “bridge-builder” telah menempatkan Indonesia pada perhatian global. Pendekatan ini dianggap mendorong posisi Indonesia sebagai penghubung atau penengah dalam dinamika hubungan antarnegara.

Interpretasi ‘bridge-builder’
Istilah “bridge-builder” yang dipakai untuk menggambarkan langkah diplomasi tersebut merujuk pada kemampuan membangun jalur komunikasi, menjembatani perbedaan kepentingan, serta mencari titik temu antara pihak-pihak yang memiliki pandangan berbeda. Menurut Rezasyah, gaya semacam ini dapat meningkatkan kredibilitas Indonesia di kancah internasional dan memperluas ruang diplomasi negara.

Dalam konteks politik luar negeri, pendekatan yang berfokus pada peran sebagai penghubung biasanya menuntut keterampilan negosiasi, kapasitas diplomatik yang adaptif, serta kepercayaan dari aktor internasional. Gaya diplomasi seperti ini memungkinkan sebuah negara tampil sebagai fasilitator dialog yang dihormati oleh berbagai pihak.

Konsekuensi bagi posisi Indonesia
Jika diterjemahkan dalam kebijakan luar negeri, posisi sebagai “bridge-builder” berpotensi meningkatkan perhatian dan ekspektasi dunia terhadap peran Indonesia. Ini mencakup harapan agar negara memainkan peran konstruktif dalam menyelesaikan sengketa, meredam ketegangan, atau menjadi tuan rumah pembicaraan multilateral.

Rezasyah menyoroti bahwa sorotan internasional bukan sekadar soal popularitas, melainkan juga peluang bagi Indonesia untuk memperkuat dialog diplomatik, membangun jaringan kerjasama baru, dan menegaskan kontribusi terhadap isu-isu global. Namun, pendekatan semacam ini juga menuntut konsistensi kebijakan dan kemampuan menjaga keseimbangan kepentingan regional dan global.

Tantangan dan harapan
Menjadi penghubung antarnegara bukan tanpa tantangan. Diplomasi yang bersifat menjembatani memerlukan kesabaran, strategi komunikasi yang matang, serta kesiapan menghadapi kritik dari pihak yang melihat posisi netral atau aktif dalam pemecahan masalah sebagai sesuatu yang kontroversial. Selain itu, dependensi terhadap kepercayaan para mitra internasional menuntut keberlanjutan tindakan yang sesuai dengan citra yang dibangun.

Rezasyah menggarisbawahi pentingnya pendekatan yang transparan dan berbasis kepentingan nasional untuk mempertahankan posisi sebagai jembatan. Tanpa konsistensi, ada risiko bahwa sorotan internasional tidak berujung pada dampak jangka panjang bagi pengaruh dan kapabilitas diplomatik Indonesia.

Kesimpulan
Gaya diplomasi “bridge-builder” yang diatributkan kepada Presiden Prabowo menurut pengamat dari Unpad memberikan wajah baru bagi peran Indonesia di mata dunia. Dengan memfokuskan diri pada peran penghubung, Indonesia berpotensi memperoleh ruang diplomasi yang lebih besar, namun sekaligus menghadapi ekspektasi yang menuntut konsistensi dan kapasitas diplomatik yang mumpuni.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Prabowo Tetapkan Target Renovasi 60 Ribu Sekolah dalam Tahun Ini

13 Januari 2026 - 17:00 WIB

ANTARA News

Pilkada Langsung: Demokrasi Prosedural dan Keterbatasan Kesejahteraan Daerah

13 Januari 2026 - 12:30 WIB

ANTARA News

Wapres Gibran Kenakan Tas Noken saat Kunjungan dari Biak hingga Yahukimo

13 Januari 2026 - 11:30 WIB

ANTARA News

Hanya 294 dari 579 Anggota DPR Hadir pada Rapat Paripurna Ke-11 Masa Persidangan III

13 Januari 2026 - 11:00 WIB

ANTARA News

Prabowo Tegaskan Kekuatan Kabinet Merah Putih dan Imbau Waspada Terhadap Analisis Medsos

12 Januari 2026 - 21:30 WIB

ANTARA News
Trending di Politik