Satpol PP Jaksel Akan Bongkar Lapangan Padel Tak Berizin di Cilandak Gubernur: Beberapa Program Pusat Sudah Berjalan di Rejang Lebong IRGC Konfirmasi Peluncuran Gelombang Pertama Serangan Roket ke Israel Indonesia dan Mimpi Kolektif Negara D-8: Menopang Harap dari Posisi Menunggu BI: Kapasitas Penyaluran Kredit Masih Longgar, Didorong untuk Percepat Pertumbuhan Pengamat Dorong Tetap Dibukanya Opsi Transit Saat Diskon Tiket Pesawat untuk Mudik

Dunia

Arab Saudi Sambut Usulan Konferensi untuk Solusi Adil bagi Yaman Selatan

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Riyadh, Arab Saudi — Pemerintah Arab Saudi menyatakan sambutan positif terhadap usulan yang diajukan oleh Presiden Yaman, Rashad al-Alimi, mengenai penyelenggaraan sebuah konferensi yang bertujuan mencari solusi yang adil bagi Yaman Selatan. Pernyataan ini dibuat pada Sabtu, 3 Januari, dan menegaskan dukungan Riyadh terhadap inisiatif diplomatik dari pemimpin pemerintahan Yaman yang diakui secara internasional.

Permintaan untuk mengadakan pertemuan tersebut dilontarkan oleh Al-Alimi sebagai upaya menyelesaikan sengketa dan mencari jalan keluar yang dapat diterima semua pihak terkait situasi di wilayah selatan Yaman. Dukungan dari Arab Saudi, sebagai negara tetangga dan aktor penting di kawasan Teluk, memberi bobot diplomatik terhadap gagasan penyelenggaraan forum dialog internasional atau regional untuk membahas persoalan tersebut.

Tujuan dan makna usulan

Tujuan utama yang disampaikan melalui inisiatif itu adalah mencari suatu penyelesaian yang adil dan berkelanjutan untuk Yaman Selatan. Meskipun rincian format atau daftar peserta konferensi belum diungkapkan secara terperinci dalam pernyataan yang tersedia, respons positif dari Riyadh menunjukkan adanya keterbukaan untuk menfasilitasi upaya diplomatik yang dapat membantu mengurangi ketegangan dan mencari solusi politik.

Permintaan tersebut datang dari pemimpin pemerintahan Yaman yang diakui internasional, yang posisinya menjadi salah satu titik rujukan dalam dinamika politik Yaman. Dengan dukungan negara lain di kawasan, gagasan konferensi semacam ini dimaksudkan untuk menghadirkan ruang negosiasi yang terstruktur bagi pihak-pihak yang berkepentingan di Yaman Selatan.

Peran regional dan harapan ke depan

Respon positif Arab Saudi pada inisiatif ini mencerminkan peran negara-negara regional dalam mencari solusi atas masalah-masalah yang berdampak lintas batas negara. Dukungan semacam itu diharapkan mendorong terciptanya momentum diplomatik yang lebih luas, meskipun langkah-langkah rinci lanjutan—seperti penetapan jadwal, mekanisme partisipasi, atau agenda diskusi—belum diumumkan secara publik.

Bagi pihak-pihak yang mengikuti perkembangan, usulan konferensi ini menjadi salah satu titik penting yang dapat memicu pembicaraan lebih intensif mengenai status dan masa depan Yaman Selatan. Inisiatif dialog yang diprakarsai oleh pemimpin pemerintahan yang diakui secara internasional dan disambut oleh kekuatan regional berpotensi membuka jalan bagi proses negosiasi yang lebih inklusif.

Penutup

Sampai informasi lebih lanjut tersedia, rincian teknis dan langkah-langkah implementasi dari usulan konferensi tersebut tetap menunggu perkembangan berikutnya. Namun, pernyataan sambutan dari Arab Saudi pada 3 Januari menandai dukungan resmi yang dapat menjadi pendorong bagi upaya diplomatik untuk mencari solusi adil bagi isu-isu yang menghimpit Yaman Selatan.

Foto: Presiden Yaman yang diakui internasional, Rashad al-Alimi.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

IRGC Konfirmasi Peluncuran Gelombang Pertama Serangan Roket ke Israel

28 Februari 2026 - 17:00 WIB

ANTARA News

Indonesia dan Mimpi Kolektif Negara D-8: Menopang Harap dari Posisi Menunggu

28 Februari 2026 - 16:30 WIB

ANTARA News

China Catat Kualitas Udara Terbaik Sejak Awal Pemantauan pada 2025

28 Februari 2026 - 12:00 WIB

ANTARA News

Menlu AS Minta Warga Amerika Tinggalkan Iran dan Melarang Perjalanan ke Sana

28 Februari 2026 - 10:30 WIB

ANTARA News

Afghanistan Dilaporkan Melancarkan Operasi Baru Terhadap Pangkalan Militer Pakistan

27 Februari 2026 - 21:00 WIB

ANTARA News
Trending di Dunia