BPBD Jatim Cepat Perbaiki Peralatan Early Warning System Pasca Banjir BPJS Ketenagakerjaan Dorong Seluruh Mitra Ojol Manfaatkan Potongan Iuran DVI Polda Sulut Identifikasi Tiga Korban Kebakaran di Panti Wreda Masalah Mata, Duet Marwan/Aisyah Dipastikan Absen dari Indonesia Masters 2026 Apkasindo: Perkuat Sektor Hulu Jadi Kunci Percepatan Hilirisasi Sawit BBKSDA Jawa Timur dan Mahasiswa Lakukan Pengamatan Burung Migrasi di Tulungagung

Ekonomi

Menaker Tegaskan Kelanjutan Program Magang, Sebaran Penempatan Jadi Sorotan

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Program Magang Dilanjutkan, Pemerataan Penempatan Jadi Fokus

Dalam sebuah orasi ilmiah yang disampaikan di Malang pada Senin (5/1), Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan bahwa program magang yang dijalankan pemerintah akan tetap dilanjutkan. Pernyataan itu disampaikan saat Menaker membahas perkembangan program dan tantangan yang tengah dihadapi.

Sorotan pada distribusi penempatan

Salah satu pokok yang mendapat perhatian khusus dari Menaker adalah sebaran penempatan peserta magang. Ia menyoroti pentingnya pemerataan lokasi dan jenis penempatan sehingga manfaat program dapat dirasakan secara lebih luas. Perhatian terhadap aspek ini muncul karena sebaran yang tidak merata berpotensi menyebabkan ketimpangan akses terhadap pengalaman kerja dan pembelajaran praktis.

Tujuan dan harapan program

Menurut pernyataannya, kelanjutan program magang diharapkan dapat terus memberikan kesempatan bagi peserta untuk memperoleh pengalaman kerja yang relevan serta meningkatkan keterampilan yang dibutuhkan dunia usaha. Program semacam ini juga dipandang sebagai salah satu sarana penguatan konektivitas antara dunia pendidikan dan dunia kerja.

Perlu evaluasi dan koordinasi

Dalam pidatonya, Menaker menekankan perlunya evaluasi mekanisme penempatan dan koordinasi antar-pihak terkait untuk mengatasi persoalan distribusi. Upaya memastikan alokasi peserta yang lebih merata membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk lembaga pendidikan, pelaku industri, dan pemerintah daerah. Dengan sinergi yang baik, program diharapkan dapat berjalan lebih optimal dan adil bagi seluruh peserta.

Dampak bagi peserta

Penekanan pada pemerataan penempatan bukan hanya soal angka, melainkan juga tentang kualitas kesempatan yang diterima peserta. Pemerataan memberi peluang agar semua peserta, tak peduli asal daerahnya, dapat memperoleh pengalaman kerja yang bermakna. Hal ini penting agar tujuan utama program — yakni peningkatan kompetensi dan kesiapan kerja — dapat tercapai secara menyeluruh.

Komitmen pemerintah

Dengan menyatakan program magang akan berlanjut, pemerintah menunjukkan komitmen mempertahankan inisiatif yang dinilai strategis bagi pengembangan sumber daya manusia. Menaker menggarisbawahi bahwa kelangsungan program harus disertai upaya perbaikan pelaksanaan, terutama dalam hal distribusi penempatan peserta.

Langkah berikutnya

Lebih lanjut, perhatian terhadap sebaran penempatan membuka ruang bagi pembaruan kebijakan dan mekanisme operasional. Langkah-langkah yang perlu ditempuh antara lain pemetaan kebutuhan industri, penyesuaian alur penempatan, serta penguatan komunikasi antar-institusi yang terlibat. Semua itu diarahkan untuk memastikan bahwa program magang memberi manfaat maksimal bagi peserta dan dunia kerja.

Orasi ilmiah Menaker di Malang menegaskan bahwa program magang tetap menjadi bagian dari agenda pengembangan ketenagakerjaan, dengan fokus serius pada pemerataan akses penempatan. Penanganan aspek distribusi akan menjadi salah satu kunci keberhasilan pelaksanaan ke depan.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

BPJS Ketenagakerjaan Dorong Seluruh Mitra Ojol Manfaatkan Potongan Iuran

13 Januari 2026 - 21:00 WIB

ANTARA News

Apkasindo: Perkuat Sektor Hulu Jadi Kunci Percepatan Hilirisasi Sawit

13 Januari 2026 - 19:30 WIB

ANTARA News

Grab Indonesia Salurkan Rp100 Miliar untuk Program Kesejahteraan Mitra

13 Januari 2026 - 18:30 WIB

ANTARA News

Ombudsman RI Salurkan Manfaat Rp42 Miliar Lewat Tahap Resmon pada 2025

13 Januari 2026 - 17:30 WIB

ANTARA News

Bank Lampung Catat Laba Bersih Rp200 Miliar pada 2025

13 Januari 2026 - 14:00 WIB

ANTARA News
Trending di Ekonomi