CENTCOM Tahan Komentar soal Dugaan Keterlibatan Pasukan dalam Serangan di Iran Polresta Malang Minta Warga Segera Lapor Jika Menemukan Dugaan Penimbunan Pangan Satpol PP Jaksel Akan Bongkar Lapangan Padel Tak Berizin di Cilandak Gubernur: Beberapa Program Pusat Sudah Berjalan di Rejang Lebong IRGC Konfirmasi Peluncuran Gelombang Pertama Serangan Roket ke Israel Indonesia dan Mimpi Kolektif Negara D-8: Menopang Harap dari Posisi Menunggu

Humaniora

BNPT: Konten Kekerasan Ekstrem Bisa Mendoktrin Anak dalam 3–6 Bulan

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

BNPT Wanti-wanti Dampak Cepat Konten Kekerasan pada Anak

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Eddy Hartono, memperingatkan bahwa paparan terhadap konten kekerasan ekstrem dapat membuat anak-anak terpengaruh secara ideologis dalam waktu singkat, yakni sekitar 3 sampai 6 bulan.

Pernyataan tersebut menekankan besarnya risiko yang ditimbulkan oleh materi-materi yang memuat kekerasan ekstrem di berbagai kanal informasi. Meskipun rentang waktu yang disebutkan menunjukkan potensi pengaruh yang relatif cepat, peringatan ini mengingatkan kembali kerentanan kelompok usia muda terhadap materi yang intens dan berulang.

Implikasi untuk Pengasuhan dan Lingkungan Sosial

Peringatan dari BNPT menyoroti perlunya kewaspadaan di lingkungan keluarga dan komunitas. Anak-anak yang sering terpapar konten berbahaya — baik melalui perangkat pribadi ataupun saluran lain — berada pada risiko mengalami perubahan pola pikir atau sikap yang searah dengan pesan dalam konten tersebut.

Fokus informasi ini bukan sekadar pada durasi paparan, tetapi juga pada potensi dampak psikologis dan sosial yang bisa muncul setelah paparan berulang terhadap materi ekstrem. Hal ini mendorong pentingnya peran orang tua, pendidik, dan pihak terkait dalam memperhatikan jenis konten yang diakses oleh anak.

Pesan Umum dari Pernyataan BNPT

Pernyataan Kepala BNPT ini menjadi pengingat bahwa ancaman dari penyebaran konten kekerasan bukan hanya soal kekerasan fisik semata, melainkan juga soal penyebaran ide dan nilai yang dapat memengaruhi perilaku dan pandangan seseorang, khususnya anak-anak.

Pemberitahuan mengenai waktu kritis 3–6 bulan menyiratkan bahwa intervensi dan perhatian yang lebih awal dapat menjadi penting untuk mencegah pengaruh yang lebih jauh. Dengan kata lain, deteksi dini dan tindakan pencegahan menjadi faktor yang dianggap signifikan dalam membatasi dampak negatif paparan tersebut.

Konteks dan Penutup

Pernyataan seperti ini menambah perdebatan publik tentang bagaimana masyarakat menangani akses anak terhadap konten di era digital. BNPT mengangkat isu ini sebagai bagian dari upaya memperingatkan masyarakat terhadap bahaya potensial dari konten kekerasan ekstrem.

Walaupun pernyataan tersebut memberi gambaran tentang potensi kecepatan pengaruh, penerapan langkah-langkah konkret untuk melindungi anak-anak umumnya memerlukan keterlibatan berbagai pihak. Peringatan ini diharapkan mendorong kesadaran lebih luas mengenai pentingnya pengawasan dan pendidikan media bagi generasi muda.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Polres Temanggung Ajak Murid TK Kunjungi Panti, Tekankan Pentingnya Empati Sejak Dini

27 Februari 2026 - 16:00 WIB

ANTARA News

Cahaya 1.008 Dipa dan Irama Damaru Mewarnai Malam di Candi Prambanan

27 Februari 2026 - 11:00 WIB

ANTARA News

Kemendikdasmen dan BPS Bersinergi Perkuat Ketepatan Data Pendidikan

27 Februari 2026 - 08:30 WIB

ANTARA News

Kemensos Perkuat Manajemen Guru Sekolah Rakyat Lewat Pelatihan

26 Februari 2026 - 19:30 WIB

ANTARA News

Human Initiative Buka Kembali Program “Qurban Early Bird” untuk Memperluas Jangkauan

26 Februari 2026 - 09:30 WIB

ANTARA News
Trending di Humaniora