Bapanas Tegaskan Penyaluran 242 Ribu Ton Jagung Pakan pada Maret Masjid Berbentuk Kapal Pesiar, Masjid Al Fauzan di Nagari Katapiang Dibuka untuk Umum LDII Sumsel Luncurkan Program Pembersihan 326 Tempat Ibadah CENTCOM Tahan Komentar soal Dugaan Keterlibatan Pasukan dalam Serangan di Iran Polresta Malang Minta Warga Segera Lapor Jika Menemukan Dugaan Penimbunan Pangan Satpol PP Jaksel Akan Bongkar Lapangan Padel Tak Berizin di Cilandak

Politik

Suhartoyo Tegaskan Putusan Mahkamah Konstitusi Wajib Dipatuhi dan Dijalankan

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Suhartoyo Tekankan Kepatuhan terhadap Putusan Mahkamah Konstitusi

Ketua Mahkamah Konstitusi, Suhartoyo, menegaskan bahwa keputusan yang dikeluarkan oleh lembaganya seyogianya ditaati dan dilaksanakan oleh seluruh pihak terkait. Pernyataan ini menegaskan peran putusan Mahkamah sebagai acuan hukum yang harus diindahkan dalam pelaksanaan tugas dan kewajiban lembaga serta warga negara.

Putusan sebagai instrumen hukum

Suhartoyo menggarisbawahi bahwa putusan Mahkamah Konstitusi memiliki kedudukan yang penting dalam sistem hukum. Sebagai produk yudisial, keputusan tersebut tidak hanya bersifat deklaratif, melainkan juga memerlukan tindak lanjut agar tujuan hukum dan kepastian hukum dapat terwujud. Oleh karena itu, kepatuhan terhadap putusan dianggap bagian dari komitmen bersama untuk mempertahankan supremasi hukum.

Tanggung jawab pelaksanaan

Pernyataan Ketua MK juga menempatkan tanggung jawab pelaksanaan pada berbagai pihak yang berkepentingan. Implementasi putusan menjadi langkah krusial agar putusan tidak hanya berhenti pada dokumen, tetapi berdampak nyata terhadap penyelesaian perkara, penyempurnaan kebijakan, atau perlindungan hak-hak konstitusional yang menjadi obyek perkara.

Peran kepatuhan dalam menegakkan hukum

Kepatuhan terhadap putusan peradilan konstitusi merupakan salah satu pilar yang mendukung tegaknya aturan hukum. Dengan adanya kepatuhan, keputusan-permintaan atau pembatasan yang dituangkan dalam putusan dapat terwujud secara konsisten, sehingga menciptakan kepastian hukum bagi semua pihak. Suhartoyo menekankan pentingnya sikap proaktif dalam menanggapi putusan agar tujuan hukum dapat tercapai.

Harapan terhadap seluruh pemangku kepentingan

Dalam pernyataannya, Suhartoyo mengajak semua pihak untuk menghormati dan mengimplementasikan putusan Mahkamah Konstitusi. Hal ini mencakup lembaga pemerintahan, badan publik, serta pihak lain yang berkaitan langsung maupun tidak langsung dengan perkara yang diputuskan. Kepatuhan kolektif tersebut diperlukan agar putusan tidak kehilangan efektivitasnya dalam praktik.

Makna bagi stabilitas hukum dan administrasi

Pengamalan putusan peradilan konstitusi berkontribusi pada stabilitas sistem hukum dan administrasi negara. Dengan menghormati dan menjalankan keputusan Mahkamah, diharapkan tercipta lingkungan hukum yang lebih dapat diprediksi, sehingga memudahkan penegakan hak dan kewajiban secara adil. Suhartoyo menegaskan bahwa penghormatan terhadap putusan merupakan bagian dari upaya menjaga integritas lembaga peradilan konstitusi.

Penutup

Suhartoyo mengingatkan kembali bahwa putusan Mahkamah Konstitusi bukan sekadar pernyataan hukum, tetapi juga merupakan kewajiban kolektif untuk dilaksanakan. Kepatuhan dan pelaksanaan putusan menjadi langkah penting untuk memastikan bahwa fungsi peradilan konstitusi beroperasi efektif dalam memberikan keadilan dan kepastian hukum bagi masyarakat.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Pertemuan Hangat Prabowo dan MBZ Perkokoh Kemitraan Strategis RI-PEA

27 Februari 2026 - 10:00 WIB

AHY: Indonesia Perlu Kapasitas Tampungan Air 150 Meter Kubik per Kapita

24 Februari 2026 - 18:00 WIB

ANTARA News

Anggota DPR Minta Percepatan dan Pemerataan Imunisasi Nasional untuk Cegah Campak

24 Februari 2026 - 13:00 WIB

ANTARA News

Menko PM: Direksi Baru Jadi Momentum Transformasi Menyeluruh BPJS Kesehatan

23 Februari 2026 - 14:30 WIB

ANTARA News

Politik Kemarin: Dari Penilaian Diplomasi di BoP hingga Situasi Keamanan Papua

23 Februari 2026 - 08:00 WIB

ANTARA News
Trending di Politik