BPBD Jatim Cepat Perbaiki Peralatan Early Warning System Pasca Banjir BPJS Ketenagakerjaan Dorong Seluruh Mitra Ojol Manfaatkan Potongan Iuran DVI Polda Sulut Identifikasi Tiga Korban Kebakaran di Panti Wreda Masalah Mata, Duet Marwan/Aisyah Dipastikan Absen dari Indonesia Masters 2026 Apkasindo: Perkuat Sektor Hulu Jadi Kunci Percepatan Hilirisasi Sawit BBKSDA Jawa Timur dan Mahasiswa Lakukan Pengamatan Burung Migrasi di Tulungagung

Ekonomi

Menaker Tegaskan Lulusan Balai Pelatihan Vokasi Bisa Ikut Program Perluasan Kesempatan Kerja

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Menaker: Lulusan Balai Pelatihan Vokasi Berhak Ikut Program Perluasan Kesempatan Kerja

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan bahwa para lulusan pelatihan di Balai Pelatihan Vokasi berpeluang untuk mengikuti program bertajuk Perluasan Kesempatan Kerja. Pernyataan ini disampaikan terkait upaya memperluas akses bagi peserta pelatihan untuk mendapatkan peluang kerja atau pengembangan keterampilan lebih lanjut, demikian dilaporkan Antara.

Dalam keterangan yang dirilis media, Menaker menegaskan keterkaitan antara hasil program pelatihan vokasi dengan mekanisme inklusi ke dalam program pemerintah yang bertujuan memperbesar jangkauan kesempatan kerja. Keterangan tersebut menegaskan bahwa lulusan Balai Pelatihan Vokasi tidak dikesampingkan dari inisiatif dimaksud dan dapat menjadi peserta program.

Informasi ini menekankan adanya keterbukaan partisipasi bagi alumni pelatihan vokasi, yang selama ini mengikuti serangkaian pembelajaran keterampilan. Dengan pernyataan Menaker, jalur menuju program Perluasan Kesempatan Kerja dinyatakan terbuka bagi mereka yang telah menuntaskan pelatihan di fasilitas vokasi tersebut.

Meski rincian teknis mengenai mekanisme pendaftaran, persyaratan atau tahapan seleksi peserta tidak diuraikan dalam keterangan singkat yang dilaporkan, penegasan dari pimpinan kementerian ini memberikan kepastian kebijakan terkait status kelulusan pelatihan vokasi dalam kaitannya dengan program nasional. Pernyataan resmi tersebut menjadi rujukan bagi pihak-pihak berkepentingan dalam memahami posisi lulusan Balai Pelatihan Vokasi terhadap program itu.

Sejumlah pihak terkait—termasuk lembaga pelatihan, peserta, dan pemangku kepentingan di tingkat daerah—diharapkan dapat menggunakan informasi ini untuk menyesuaikan langkah selanjutnya dalam mempersiapkan alumni pelatihan menghadapi peluang yang tersedia. Pernyataan dari Menaker juga berfungsi sebagai acuan bagi koordinasi internal di lembaga-lembaga terkait.

Pentingnya kejelasan mengenai akses lulusan pelatihan vokasi ke berbagai program pemerintah menjadi perhatian karena berkaitan dengan pengembangan kompetensi dan kesempatan kerja para peserta. Dengan penegasan bahwa mereka dapat mengikuti program Perluasan Kesempatan Kerja, diharapkan ada kesinambungan antara upaya pelatihan dan akses ke inisiatif yang mendukung penyerapan tenaga kerja.

Berita mengenai pernyataan Menaker Yassierli tersebut dilaporkan oleh kantor berita Antara beserta dokumentasi foto terkait. Pernyataan resmi ini menjadi salah satu sumber informasi kebijakan ketenagakerjaan yang relevan bagi lulusan Balai Pelatihan Vokasi dan pemangku kepentingan lain yang memantau pengembangan peluang kerja di tingkat nasional.

Catatan: Informasi dalam artikel ini berdasarkan keterangan yang dilaporkan oleh Antara dan berfokus pada penegasan Menaker mengenai partisipasi lulusan Balai Pelatihan Vokasi dalam program Perluasan Kesempatan Kerja.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

BPJS Ketenagakerjaan Dorong Seluruh Mitra Ojol Manfaatkan Potongan Iuran

13 Januari 2026 - 21:00 WIB

ANTARA News

Apkasindo: Perkuat Sektor Hulu Jadi Kunci Percepatan Hilirisasi Sawit

13 Januari 2026 - 19:30 WIB

ANTARA News

Grab Indonesia Salurkan Rp100 Miliar untuk Program Kesejahteraan Mitra

13 Januari 2026 - 18:30 WIB

ANTARA News

Ombudsman RI Salurkan Manfaat Rp42 Miliar Lewat Tahap Resmon pada 2025

13 Januari 2026 - 17:30 WIB

ANTARA News

Bank Lampung Catat Laba Bersih Rp200 Miliar pada 2025

13 Januari 2026 - 14:00 WIB

ANTARA News
Trending di Ekonomi