Situbondo Menyongsong Muktamar NU ke-35
Situbondo resmi dipersiapkan menjadi lokasi penyelenggaraan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35. Acara pembukaan kesiapan turut diwarnai dengan doa dan ungkapan harapan agar rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar, salah satunya dengan kalimat doa yang dipanjatkan: “Bismillah maa sya Allah laa hawla quwwata illa billahil aliyyiladhim”, yang bermakna “Dengan nama Allah…” sebagai bentuk permohonan keselamatan dan kelancaran selama penyelenggaraan muktamar.
Pernyataan kesiapan ini menandai langkah awal rangkaian persiapan menuju berlangsungnya pertemuan akbar yang menjadi perhatian besar kalangan nahdliyin dan masyarakat umum. Penyelenggaraan muktamar di kabupaten tersebut dipandang sebagai tanggung jawab bersama antara penyelenggara, pemerintah daerah, dan berbagai pihak yang terkait, sehingga penyiapan berbagai aspek menjadi fokus utama agar pelaksanaan acara bisa memenuhi standar yang diharapkan.
Fokus Persiapan
Dalam menghadapi muktamar, perhatian diarahkan pada beberapa bidang penting. Persiapan tempat pertemuan dan akomodasi menjadi bagian utama agar tamu dan delegasi memperoleh fasilitas yang memadai. Selain itu, pengaturan logistik dan alur kegiatan direncanakan agar setiap sesi dalam agenda muktamar berlangsung teratur dan efektif. Aspek kesehatan dan keselamatan juga menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam persiapan, mengingat karakter acara yang melibatkan banyak peserta dari berbagai wilayah.
Kesiapan perangkat pendukung serta koordinasi antarpihak digalakkan untuk memastikan pelaksanaan muktamar dapat berjalan tanpa hambatan berarti. Upaya koordinasi ini mencakup komunikasi intensif antara pihak penyelenggara dan pihak terkait sehingga setiap kebutuhan teknis dan nonteknis bisa diatasi sejak dini.
Peran Komunitas Lokal
Muktamar yang digelar di wilayah ini juga membuka kesempatan bagi komunitas lokal untuk terlibat aktif. Keterlibatan masyarakat memudahkan pelaksanaan kegiatan dan sekaligus memperlihatkan kesiapan daerah dalam menyambut tamu baik dari dalam maupun luar provinsi. Peran serta warga setempat, lembaga sosial, dan organisasi keagamaan diyakini memberi kontribusi penting dalam menjaga suasana kondusif sepanjang kegiatan berlangsung.
Selain itu, penyelenggaraan muktamar menjadi momentum untuk menampilkan kearifan lokal dan penyambutan yang ramah, yang sekaligus menjadi cerminan kesiapan daerah dalam menerima kunjungan berskala nasional.
Harapan dan Tujuan
Harapan utama dari penyelenggaraan muktamar di daerah ini adalah terselenggaranya forum yang produktif dan bermartabat, serta memberikan manfaat bagi organisasi dan masyarakat luas. Doa pembuka yang dilantunkan di momen awal persiapan menggambarkan niat baik dan kebersamaan dalam mewujudkan pelaksanaan acara yang berkualitas.
Dengan pembukaan kesiapan yang ditandai oleh doa dan langkah-langkah koordinatif, Situbondo menyatakan komitmen untuk mendukung jalannya muktamar. Penyelenggaraan acara ini diharapkan dapat berjalan lancar dan meninggalkan dampak positif bagi perkembangan organisasi serta penguatan hubungan antarwarga yang terlibat.
Sumber gambar: https://img.antaranews.com/cache/800×533/2026/01/11/IMG-20260110-WA0243.jpg
Foto: ANTARA News






