Menjaga NTB dari Jaringan Penyelundupan Manusia: Tantangan di Pelabuhan Kecil Ancaman Child Grooming: Dampak Jangka Pendek dan Panjang pada Perkembangan Anak Huawei Umumkan 10 Tren Smart PV & ESS 2026 dengan Tema “All-Scenario Grid-Forming” 1,5 Juta Pegawai Kemenag Terlayani Lewat Pembelajaran Digital Sepanjang 2025 BBMKG Imbau Waspada: Gelombang Hingga 2,5 Meter Berpotensi Terjadi di Perairan Bali Unhas Kirim 10 Mahasiswa Keperawatan Ikuti Program Sakura Exchange di Jepang

Nusantara

Gubernur Jabar Sebut Alih Fungsi Lahan Jadi Penyebab Utama Banjir di Bandung Raya

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Bandung, Jawa Barat – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyatakan bahwa banjir yang sering melanda wilayah Bandung Raya disebabkan oleh alih fungsi lahan yang tidak terkendali. Menurutnya, perubahan penggunaan lahan dari fungsinya semula menjadi penyebab utama terjadinya penurunan daya resap air ke dalam tanah sehingga memicu banjir.

Dedi Mulyadi menekankan pentingnya menjaga fungsi lahan sebagai daerah resapan air. Perubahan lahan yang sebelumnya berupa area hijau berubah menjadi lahan terbangun atau pemukiman menyebabkan berkurangnya kapasitas tanah untuk menyerap air hujan. Akibatnya, air hujan yang seharusnya terserap oleh tanah malah mengalir ke permukaan, meningkatkan risiko banjir di kawasan perkotaan khususnya Bandung Raya.

Gubernur juga mendorong kesadaran masyarakat dan pemerintah daerah untuk melakukan pengelolaan lahan yang berkelanjutan. Ia menilai sudah saatnya dilakukan penataan kembali fungsi lahan agar dampak negatif seperti banjir dapat diminimalkan.

Permasalahan alih fungsi lahan ini menjadi sorotan karena semakin besarnya tekanan urbanisasi yang menyebabkan pembangunan di kawasan pinggiran kota menjadi pesat tanpa diimbangi dengan kelestarian lingkungan. Kondisi ini mengakibatkan wilayah Bandung menjadi rawan banjir setiap musim hujan.

Solusi menjaga kelestarian fungsi lahan dinilai menjadi langkah strategis untuk mengurangi bencana banjir yang sering merugikan warga dan mengganggu aktivitas sosial serta ekonomi. Pendekatan ini melibatkan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak terkait untuk mengawasi dan mengelola lahan dengan baik.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Wapres Gibran Borong Ikan Baronang, Ikan Panjang, dan Sayuran di Pasar Biak Numfor

13 Januari 2026 - 16:30 WIB

ANTARA News

BGN: 2.674 Orang dari Kelompok 3B Terima MBG di Manokwari

13 Januari 2026 - 16:00 WIB

ANTARA News

Cuaca Ekstrem Sebabkan Banjir di 8 Kabupaten/Kota Banten, BPBD Perkuat Penanganan

12 Januari 2026 - 19:30 WIB

ANTARA News

Bupati Bantul Sebut Gerai Kopdes Merah Putih Sedang Dibangun

12 Januari 2026 - 19:00 WIB

ANTARA News

Hujan Deras Picu Banjir, Akses Perbatasan Sanggau-Malaysia Terputus

12 Januari 2026 - 16:00 WIB

ANTARA News
Trending di Nusantara