Barantin Perketat Karantina untuk Mencegah Masuknya PPR ke Indonesia 18.365 Kelompok Rentan di Aceh Utara Dilaporkan Terdampak Banjir Bandang Barantin Imbau Jangan Bawa Kambing dan Domba ke Indonesia untuk Cegah Virus PPR BPBD: Pergerakan Longsoran Tanah di Aceh Tengah Meningkat Sejak 2000-an Pemprov Kaltim Ubah Bantuan Tunai untuk Difabel Jadi Pelatihan Wirausaha Pengamat: Perlu Insentif Baru untuk Dongkrak Pasar Kendaraan Listrik di Indonesia

Otomotif

Pengamat: Perlu Insentif Baru untuk Dongkrak Pasar Kendaraan Listrik di Indonesia

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Pengamat otomotif Bebin Djuana menilai bahwa pasar kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di Indonesia memiliki potensi untuk berkembang, namun perlu didorong dengan kebijakan insentif baru. Pernyataan ini disampaikan sebagai penilaian terhadap dinamika adopsi EV dalam negeri yang menurutnya belum berjalan sesuai harapan jika hanya mengandalkan kondisi pasar saat ini.

Bebin menekankan pentingnya hadirnya stimulus yang relevan agar pergerakan pasar dapat meningkat. Dalam pandangannya, insentif menjadi salah satu unsur penting untuk mempercepat minat konsumen dan mendorong investasi di sektor kendaraan listrik.

Lebih lanjut, ia menggarisbawahi bahwa strategi kebijakan perlu diarahkan untuk menjawab hambatan yang masih dihadapi pasar EV. Bebin menyatakan bahwa tanpa upaya tambahan dari pihak terkait, potensi yang ada belum tentu dapat terealisasi secara optimal.

Pernyataan ini menempatkan sorotan pada peran pembuat kebijakan dan pelaku industri dalam merancang langkah-langkah yang mendukung perkembangan pasar. Bebin mengingatkan bahwa intervensi yang tepat pada titik-titik kritis dapat menjadi pemicu perubahan yang signifikan.

Selain aspek kebijakan, ia juga menyoroti perlunya perencanaan yang matang agar kebijakan insentif yang diberikan efektif dan tepat sasaran. Menurut Bebin, arah dan bentuk insentif sebaiknya disesuaikan dengan kondisi pasar agar manfaatnya terasa oleh berbagai pihak terkait.

Dalam rangka mendorong pasar kendaraan listrik, Bebin mengajak semua pihak untuk memetakan langkah-langkah yang diperlukan secara hati-hati. Ia menilai, pendekatan yang terkoordinasi akan lebih efektif dibandingkan tindakan terpisah-pisah yang kurang sinkron.

Pandangan Bebin merupakan bagian dari perbincangan yang lebih luas mengenai masa depan kendaraan listrik di Indonesia. Penilaiannya menekankan bahwa potensi yang ada harus dibarengi dengan kebijakan yang mendukung agar perkembangan pasar dapat berjalan lebih cepat dan stabil.

Di tengah perdebatan mengenai arah pengembangan kendaraan listrik, pernyataan pengamat seperti Bebin memberikan perspektif yang menekankan aspek kebijakan dan insentif. Ia mengingatkan bahwa tanpa langkah-langkah pendukung yang memadai, cita-cita peningkatan adopsi EV di pasar domestik mungkin sulit tercapai.

Bebin menutup penilaiannya dengan catatan bahwa upaya bersama antara pemangku kepentingan menjadi kunci dalam mengubah potensi menjadi kenyataan. Ia menegaskan pentingnya peran aktif dari berbagai pihak untuk menciptakan ekosistem yang kondusif bagi perkembangan kendaraan listrik di Indonesia.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

BYD Buka Sirkuit Segala Medan di China untuk Kendaraan Energi Baru

15 Januari 2026 - 12:00 WIB

ANTARA News

Pakar: Penghentian Insentif Berisiko Mendorong Kenaikan Harga Kendaraan Listrik

15 Januari 2026 - 10:30 WIB

ANTARA News

Geely Umumkan Rencana Jangka Panjang untuk Masuki Pasar Mobil Amerika Serikat

11 Januari 2026 - 09:00 WIB

ANTARA News

Xiaomi Catat Lebih dari 400.000 Pengiriman Mobil pada 2025, Desember Jadi Bulan Rekor

2 Januari 2026 - 08:00 WIB

ANTARA News

China Luncurkan Inisiatif Terpadu untuk Tingkatkan Kualitas Pencahayaan Kendaraan Cerdas

28 Desember 2025 - 19:00 WIB

ANTARA News
Trending di Otomotif