Banjir di Stasiun Pekalongan Picu Perubahan Rute Kereta
Perjalanan sejumlah kereta api dialihkan akibat genangan banjir yang mengganggu jalur rel di area Stasiun Pekalongan. PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) menerapkan pola operasi memutar sebagai langkah respons terhadap kondisi tersebut.
Penyesuaian operasi
Langkah memutar itu diberlakukan karena beberapa segmen jalur rel di lingkungan stasiun terendam air sehingga tidak memungkinkan dilalui. Dengan langkah ini, PT KAI menata ulang pergerakan rangkaian agar layanan tetap berjalan sejauh kondisi keselamatan dan kelayakan jalur memungkinkan.
Dampak pada perjalanan
Perubahan pola operasi mengakibatkan rute beberapa kereta berputar ke arah selatan. Dampaknya, jadwal dan jalur perjalanan penumpang mengalami penyesuaian sementara. Penumpang diimbau untuk memeriksa informasi perjalanan yang dikeluarkan operator sebelum berangkat untuk memastikan rute dan waktu keberangkatan terbaru.
Prioritas keselamatan
Keputusan mengalihkan rute dibuat dengan mengutamakan keselamatan perjalanan. Kondisi banjir yang masih menggenangi rel dapat memengaruhi kestabilan dan kelancaran operasi kereta, sehingga tindakan alternatif seperti pola operasi memutar dipilih untuk mengurangi risiko dan menjaga kelangsungan layanan.
Pemantauan kondisi
PT KAI terus memantau perkembangan kondisi di lapangan dan menyesuaikan operasi berdasarkan situasi riil. Upaya pemantauan ini penting untuk menentukan kapan jalur dapat kembali difungsikan secara normal dan kapan pengoperasian memutar dapat dihentikan.
Informasi bagi penumpang
Penumpang dianjurkan mengikuti saluran informasi resmi operator untuk mendapatkan pembaruan terkait rute, jadwal, serta ketentuan perjalanan. Dengan memperoleh informasi terkini, penumpang dapat merencanakan perjalanan dan menghindari ketidaknyamanan akibat perubahan mendadak.
Koordinasi dan tindakan lanjutan
Situasi seperti ini umumnya memerlukan koordinasi antarunit operasional serta pihak terkait di daerah setempat. PT KAI akan menilai kondisi jalur secara berkala dan mengambil tindakan lanjutan bila diperlukan, termasuk memulihkan rute utama bila kondisi sudah aman.
Perubahan operasi akibat kondisi cuaca ekstrem dan banjir menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan dan fleksibilitas dalam pengelolaan layanan transportasi massal. Penumpang serta pihak terkait diminta tetap waspada dan mengikuti arahan dari instansi dan operator yang menangani peristiwa ini.
Foto: ANTARA News






