Doa Bersama untuk Nusantara
Belasan penglingsir puri yang merupakan anggota Paiketan Puri-Puri Se-jebag Bali berkumpul bersama tokoh lintas agama untuk menggelar doa bersama yang dimaksudkan demi keselamatan dan kebaikan Nusantara. Kegiatan ini juga diikuti oleh para sulinggih dan pedanda, yang mewakili tradisi keagamaan di Bali.
Paiketan Puri-Puri Se-jebag Bali hadir sebagai inisiatif komunitas puri di Pulau Dewata, mengumpulkan para pemangku adat dan pembawa tradisi melalui pelaksanaan ritual yang bersifat kolektif. Para penglingsir yang terlibat dikenal menjalankan peran sebagai penjaga warisan budaya dan pelaku upacara di lingkungan puri masing-masing.
Partisipasi para sulinggih dan pedanda menegaskan kehadiran unsur spiritual dari tradisi Hindu Bali dalam acara tersebut. Kehadiran tokoh lintas agama menunjukkan adanya keterbukaan untuk melakukan doa bersama antarumat beragama, sekaligus merawat semangat kebersamaan dalam masyarakat yang majemuk.
Rangkaian kegiatan dipusatkan pada doa-doa yang dilantunkan secara bersama, dengan tujuan diarahkan pada kebaikan kolektif dan harapan agar Nusantara tetap aman dan sejahtera. Dalam konteks ini, doa diposisikan sebagai wujud solidaritas spiritual yang melintasi batas-batas komunitas keagamaan dan adat-istiadat setempat.
Acara semacam ini mencerminkan peran penting tradisi lokal dan tokoh adat dalam menggalang persatuan sosial. Dengan berkumpulnya pemuka adat, pemimpin spiritual, dan perwakilan lintas agama, masyarakat melihat adanya upaya bersama untuk memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan saling menghormati antar kelompok.
Pelaksanaan doa bersama oleh kelompok-kelompok tradisional dan tokoh lintas agama juga menjadi salah satu bentuk dialog praktis. Kegiatan tersebut bukan hanya ritual seremonial, tetapi juga sarana komunikasi antar-pemangku kepentingan sosial dan keagamaan yang mendukung harmoni di tingkat komunitas.
Dengan cara ini, komunitas-komunitas lokal menampilkan kemampuan mereka untuk menyatukan perbedaan melalui aktivitas spiritual yang inklusif. Langkah-langkah semacam itu dianggap penting oleh masyarakat yang menghargai peran adat dan agama sebagai landasan hubungan sosial yang stabil.
Para peserta tampak fokus pada esensi doa sebagai medium untuk menyampaikan harapan kolektif bagi Nusantara. Bentuk partisipasi yang melibatkan berbagai unsur memperlihatkan komitmen terhadap nilai-nilai kebangsaan dan kemanusiaan yang diungkapkan dalam bentuk budaya dan ritual khas Bali.
Secara keseluruhan, kegiatan ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara institusi adat, pemuka agama, dan tokoh lintas keyakinan dalam upaya menjaga kohesi sosial. Doa bersama semacam ini menjadi contoh praktik kebersamaan yang dipertahankan dalam tradisi lokal dan diapresiasi oleh berbagai kalangan masyarakat.
Foto: ANTARA News






