Satpol PP Jaksel Akan Bongkar Lapangan Padel Tak Berizin di Cilandak Gubernur: Beberapa Program Pusat Sudah Berjalan di Rejang Lebong IRGC Konfirmasi Peluncuran Gelombang Pertama Serangan Roket ke Israel Indonesia dan Mimpi Kolektif Negara D-8: Menopang Harap dari Posisi Menunggu BI: Kapasitas Penyaluran Kredit Masih Longgar, Didorong untuk Percepat Pertumbuhan Pengamat Dorong Tetap Dibukanya Opsi Transit Saat Diskon Tiket Pesawat untuk Mudik

Hukum

Mendagri Tito: Penanganan Dua OTT KPK Jadi Tanggung Jawab Masing-masing

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Mendagri Respons OTT KPK terhadap Dua Kepala Daerah

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menanggapi penangkapan dua kepala daerah dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menurut Tito, penanganan kasus tersebut menjadi tanggung jawab masing-masing pihak terkait.

Pernyataan pejabat pusat

Dalam keterangannya, Tito menegaskan bahwa ketika OTT dilakukan oleh penegak hukum, proses lanjutan berada pada ranah yang bersangkutan. Pernyataan ini menegaskan posisi kementerian dalam negeri terkait kejadian yang melibatkan kepala daerah, yakni menempatkan pengurusan kasus pada mekanisme hukum dan lembaga yang menangani secara langsung.

Pemahaman tanggung jawab

Penegasan bahwa setiap pihak memiliki tanggung jawab masing-masing mencerminkan pendekatan yang menempatkan penegakan hukum dan tata kelola daerah pada aspek yang saling terpisah namun berkaitan. Dengan demikian, langkah-langkah selanjutnya diharapkan mengikuti prosedur yang berlaku tanpa intervensi yang mengubah kewenangan penegak hukum.

Implikasi bagi pemerintahan daerah

Kejadian OTT yang menimpa kepala daerah selalu berimplikasi pada proses administrasi dan tata kelola pemerintahan di daerah. Pernyataan dari Menteri Dalam Negeri ini menegaskan bahwa urusan hukum dan tindak lanjut terhadap pejabat yang ditangkap menjadi urusan lembaga terkait, sementara kementerian menempatkan dirinya pada posisi untuk memastikan prosedur dan koordinasi berjalan sesuai aturan.

Pentingnya kepastian proses

Dalam situasi seperti ini, kepastian proses hukum dan administrasi diperlukan agar penyelesaian kasus berlangsung transparan dan adil. Menjaga agar penanganan tidak keluar dari mekanisme hukum merupakan perhatian utama yang diungkapkan melalui pernyataan yang menekankan tanggung jawab masing-masing pihak.

Sikap netral dan langkah lanjutan

Pernyataan yang menempatkan penanganan pada pihak yang berwenang juga mencerminkan sikap netral dari kementerian dalam negeri. Langkah-langkah lanjutan, termasuk tindakan administratif atau koordinasi antar lembaga, akan bergantung pada hasil proses hukum dan keputusan yang diambil oleh lembaga penegak.

Kasus OTT oleh KPK kerap menjadi perhatian publik karena menyangkut integritas penyelenggara pemerintahan. Pernyataan dari Menteri Dalam Negeri menjadi bagian dari respons resmi pemerintah pusat yang menekankan bahwa pelaksanaan hukum tetap menjadi ranah penegak hukum, sementara pemerintahan daerah dan instansi terkait mengikuti aturan yang berlaku untuk proses selanjutnya.

Gambar terkait: Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Bea Cukai Jayapura Amankan 39.840 Batang Rokok Ilegal dalam Tiga Penindakan

27 Februari 2026 - 15:30 WIB

ANTARA News

Ibu Kandung NS Ajukan Perlindungan ke LPSK Usai Peristiwa di Sukabumi

27 Februari 2026 - 12:30 WIB

ANTARA News

DPR Desak Proses Hukum untuk ABK Fandi Ramadhan Berjalan Transparan dan Profesional

27 Februari 2026 - 11:30 WIB

ANTARA News

KPK Dalami Aliran Uang Terkait Dugaan Korupsi Pembangunan Gedung Pemkab Lamongan

27 Februari 2026 - 09:30 WIB

ANTARA News

Sepuluh Warga Belitung Korban TPPO Dipulangkan dari Myanmar, Sisanya Belum Kembali

26 Februari 2026 - 19:00 WIB

ANTARA News
Trending di Hukum