Cathay Financial Percepat Ekspansi Regional dengan Portofolio Lengkap dan Talenta Unggul Wapres Gibran Tinjau Pasar Badung untuk Percepat Digitalisasi Pasar Tradisional Mentan: Indonesia Capai Swasembada pada Sembilan Komoditi Pangan KLH Segel Gudang Pestisida di Tangerang Selatan Diduga Cemari Sungai Jaletreng dan Cisadane AHY Tegaskan Peran Ruang Terbuka Hijau Berbasis Bencana untuk Memperkuat Mitigasi Presiden: Penerima Program Makan Bergizi Gratis Capai 60 Juta, Setara Penduduk Afrika Selatan

Nusantara

Pasar Pandan Tapteng Pulih Setelah Dilanda Banjir Bertubi

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Pasar Pandan Bangkit Pasca Banjir Bertubi

Kecamatan Pandan, yang berada di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, sempat diterjang musibah berupa banjir yang terjadi bertubi-tubi. Kondisi tersebut memengaruhi sejumlah aktivitas publik termasuk aktivitas perdagangan di pasar tradisional setempat.

Namun, perkembangan terbaru menunjukkan bahwa Pasar Pandan kini telah bangkit dan kembali beroperasi secara normal. Kembalinya aktivitas di pasar menandakan pemulihan sebagian fungsi ekonomi dan sosial yang sempat terganggu oleh musibah banjir.

Saat mengalami banjir secara beruntun, pusat-pusat perdagangan dan tempat berkumpul masyarakat biasanya menghadapi tantangan mulai dari gangguan distribusi barang hingga berkurangnya kunjungan pembeli. Kondisi seperti itu juga berpotensi menimbulkan tekanan ekonomi bagi para pelaku usaha kecil dan pedagang di pasar.

Dengan berangsur normalnya aktivitas pasar, berbagai kegiatan jual-beli yang menjadi pendorong ekonomi lokal mulai berjalan kembali. Kembalinya kondisi pasar yang normal menjadi tanda penting bahwa kehidupan sehari-hari warga di kawasan terdampak mulai pulih, walau proses pemulihan secara menyeluruh sering kali memerlukan waktu dan upaya tambahan.

Keberlangsungan operasi pasar juga memiliki peran sentral dalam memenuhi kebutuhan harian warga. Pasar tradisional seperti Pasar Pandan biasanya menjadi tempat utama bagi banyak keluarga untuk mendapatkan bahan pangan dan kebutuhan pokok. Oleh karena itu, pemulihan pasar memberikan manfaat langsung bagi pasokan kebutuhan rumah tangga di wilayah tersebut.

Pulihnya aktivitas pasar juga mencerminkan daya tahan komunitas setempat dalam menghadapi bencana bertubi. Masyarakat yang terdampak sering kali menunjukkan kemampuan adaptasi melalui pengaturan kembali aktivitas ekonomi, kebersihan, dan kembalinya interaksi sosial yang mendukung pemulihan komunitas.

Meskipun demikian, pemulihan sepenuhnya dari rangkaian banjir tidak selalu berarti semua dampak segera hilang. Beberapa efek dari banjir bertubi mungkin masih memerlukan penanganan berkelanjutan, termasuk perbaikan fasilitas, pemulihan pasokan barang, serta upaya lain untuk mengembalikan kondisi lingkungan dan infrastruktur yang terdampak.

Berita tentang kembalinya Pasar Pandan ke kondisi normal menyoroti pentingnya dukungan berkelanjutan untuk memperkuat ketahanan masyarakat terhadap bencana. Di tingkat lokal, keberlanjutan operasi pasar akan menjadi indikator yang diamati terkait stabilitas ekonomi mikro dan akses masyarakat terhadap kebutuhan sehari-hari.

Secara umum, pemulihan aktivitas pasar pasca-banjir memberi harapan bagi warga Pandan dan sekitarnya bahwa kehidupan publik dapat kembali berjalan. Meski tantangan pasca-bencana masih ada, langkah awal kembalinya pasar ke rutinitas normal menjadi sinyal positif bagi proses pemulihan yang sedang berlangsung di kawasan tersebut.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Jelang Hari Besar, Papua Gelar Operasi Pangan Murah di 21 Titik

13 Februari 2026 - 11:30 WIB

ANTARA News

Trenggono: Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih Tahap Pertama Capai 50 Persen

12 Februari 2026 - 19:30 WIB

ANTARA News

Kadinkes Kaltim Minta Evaluasi Menyeluruh Dapur SPPG Pasca Kasus Keracunan Siswa di PPU

12 Februari 2026 - 14:00 WIB

ANTARA News

103 Kendaraan Terjebak Akibat Longsor di Ruas Trans Papua Jayapura–Wamena

12 Februari 2026 - 12:00 WIB

ANTARA News

Menag Pastikan Rehabilitasi Sarana Pendidikan Keagamaan di Sumatera Terus Berlangsung

12 Februari 2026 - 10:00 WIB

ANTARA News
Trending di Nusantara