AHY Pastikan Kesiapan Infrastruktur dan Transportasi untuk Mudik Afghanistan Dilaporkan Melancarkan Operasi Baru Terhadap Pangkalan Militer Pakistan Pemprov Jabar Pastikan Ruas Jalan Provinsi Bebas Lubang Saat Mudik Lebaran 2026 AHY: Momentum Ramadan Tingkatkan Daya Beli dan Gerakkan Ekonomi Lokal Pemerintah Tetapkan “Renduk” Rehab-Rekon sebagai Dasar Alokasi Anggaran Pascabencana di Sumatera Ramadhan di New York: Kehangatan Kebersamaan Menyusuri Musim Dingin

Metro

Waduk Aseni di Kalideres Diprediksi Turunkan Risiko Banjir Hingga 13%

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Waduk Aseni Dianggap Bisa Kurangi Risiko Banjir di Jakarta Barat

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan bahwa Waduk Aseni yang terletak di Kalideres, Jakarta Barat memiliki potensi untuk mengurangi risiko banjir di wilayah sekitarnya. Menurut perkiraan Pemprov, keberadaan waduk ini dapat menurunkan potensi banjir hingga sekitar 13 persen.

Peran waduk dalam pengelolaan banjir

Sebagai fasilitas penampungan air, waduk berfungsi menahan aliran berlebih saat hujan lebat sehingga mengurangi beban pada sistem drainase kota. Dalam konteks Jakarta, infrastruktur seperti Waduk Aseni diharapkan dapat menjadi salah satu elemen penting dalam strategi pengendalian banjir, khususnya di daerah rawan genangan.

Lokasi dan relevansi

Waduk Aseni berlokasi di kawasan Kalideres, Jakarta Barat. Lokasi ini strategis karena berada di salah satu wilayah yang kerap terdampak banjir musiman. Pemanfaatan dan pengelolaan waduk diharapkan memberikan manfaat langsung bagi warga sekitar melalui pengurangan frekuensi dan tingkat genangan.

Harapan terhadap dampak pengurangan banjir

Dengan estimasi penurunan potensi banjir hingga 13 persen, pihak berwenang berharap Waduk Aseni membantu meringankan dampak cuaca ekstrem pada infrastruktur dan aktivitas masyarakat. Pengurangan risiko ini juga diharapkan mengurangi tekanan pada layanan darurat serta meminimalkan kerugian ekonomi akibat banjir.

Pentingnya pengelolaan berkelanjutan

Meskipun waduk memiliki peran penting, efektivitasnya tergantung pada manajemen dan pemeliharaan yang baik. Upaya seperti pengawasan kualitas air, pemeliharaan kapasitas tampung, serta koordinasi dengan sistem drainase perkotaan menjadi faktor kunci agar manfaat waduk dapat terwujud secara maksimal.

Peran masyarakat dan pemangku kepentingan

Keberhasilan pengurangan risiko banjir tidak hanya bergantung pada infrastruktur fisik, melainkan juga keterlibatan masyarakat dan kebijakan pemerintah daerah. Edukasi, kepatuhan terhadap regulasi tata ruang, serta partisipasi warga dalam menjaga lingkungan sekitar waduk turut menentukan efektivitas langkah pengendalian banjir.

Penutup

Waduk Aseni di Kalideres menjadi salah satu upaya yang diharapkan dapat membantu mengurangi potensi banjir di Jakarta Barat. Dengan estimasi pengurangan hingga 13 persen, langkah ini menunjukkan pentingnya investasi pada infrastruktur penanganan air sebagai bagian dari strategi pengelolaan risiko bencana di perkotaan.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

259 Penumpang Telah Mendaftar Program Mudik Gratis Pemprov DKI di Jakarta Selatan

27 Februari 2026 - 15:00 WIB

ANTARA News

Pemkot Jakarta Selatan Kerahkan Satgas Awasi Keamanan Pangan Saat Ramadhan

27 Februari 2026 - 14:30 WIB

ANTARA News

DKI Rancang Waduk Multifungsi: Tak Sekadar Menampung Air

25 Februari 2026 - 13:30 WIB

ANTARA News

DKI Akan Kerja Sama dengan Daerah Penyangga Sediakan Fasilitas Park and Ride

25 Februari 2026 - 11:30 WIB

ANTARA News

DPRD DKI: Pengaturan Lalu Lintas Perlu Diperketat di Area Flyover Latumenten

24 Februari 2026 - 09:30 WIB

ANTARA News
Trending di Metro