Sulawesi Tenggara Terima Alokasi Tambahan 10.000 Hektar Cetak Sawah Baru Festival Sepak Bola Rakyat di Palu: Coaching Clinic untuk SSB Fasilitas Air Minum Siap Saji Akan Hadir di Jalur Sudirman-Thamrin Peran Bahasa dalam Menyatukan Budaya di Purwokerto Sabar dan Reza Bawa Indonesia Samakan Skor Melawan Thailand PT PAL dan IKI Bangun Kapal Pinisi untuk Penguatan Sektor Maritim Sulsel

Politik

DPR Minta Titik Gerakan Pangan Murah Diperluas di Kawasan Terdampak Bencana

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Anggota DPR Mendorong Perluasan Titik GPM

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman, mengimbau agar titik Gerakan Pangan Murah (GPM) ditambah jumlahnya di daerah yang terdampak bencana. Permintaan itu diajukannya sebagai upaya untuk memperluas akses masyarakat terhadap bahan pangan dengan harga lebih terjangkau pada saat kondisi darurat.

Tujuan dan Harapan

Menurut Alex, langkah memperbanyak lokasi GPM dimaksudkan untuk meringankan beban warga yang kehilangan atau mengalami gangguan pasokan pangan karena bencana. Dengan adanya lebih banyak titik distribusi, diharapkan masyarakat yang terdampak bisa mendapatkan bahan pokok lebih cepat dan dengan harga yang lebih bersahabat dibandingkan pasar biasa.

Fokus pada Ketersediaan dan Aksesibilitas

Permintaan tersebut menekankan dua aspek penting: ketersediaan barang dan kemudahan akses. Dalam kondisi pascabencana, distribusi dan penyebaran barang menjadi tantangan utama. Penambahan titik GPM dipandang sebagai salah satu solusi konkret untuk memperpendek jarak antara pasokan dan penerima manfaat, sekaligus membantu mengendalikan harga di pasar lokal.

Koordinasi Stakeholder

Alex menyoroti perlunya koordinasi antara berbagai pihak terkait agar penambahan titik GPM berjalan efektif. Keterlibatan pemerintah daerah, aparat setempat, dan pihak-pihak yang mengelola program pangan murah dinilai penting untuk menentukan lokasi strategis, jadwal operasi, serta mekanisme distribusi yang tepat sasaran.

Tantangan Operasional

Meski GPM dinilai punya potensi membantu, ada sejumlah tantangan operasional yang mesti diperhatikan. Di antaranya adalah memastikan pasokan yang cukup, menjaga kualitas bahan pangan selama pendistribusian, serta menjangkau kelompok masyarakat yang berada di lokasi terpencil atau terisolasi akibat kerusakan infrastruktur.

Pentingnya Pengawasan

Dalam konteks ini, pengawasan menjadi bagian penting agar distribusi GPM memang menyasar penerima yang membutuhkan dan berjalan tanpa penyimpangan. Alex menggarisbawahi pentingnya mekanisme pelaporan dan evaluasi agar program bisa disesuaikan dengan kondisi lapangan dan kebutuhan riil masyarakat terdampak.

Kebutuhan Respons Cepat saat Bencana

Permintaan penambahan titik GPM muncul sebagai bagian dari upaya memperkuat respons darurat terhadap kebutuhan dasar masyarakat ketika bencana terjadi. Kecepatan dan keterjangkauan bantuan pangan merupakan faktor kunci untuk mencegah dampak lanjutan seperti kekurangan gizi dan tekanan ekonomi pada keluarga terdampak.

Penutup: Dorongan untuk memperbanyak titik Gerakan Pangan Murah mencerminkan perhatian wakil rakyat terhadap kondisi warga yang terdampak bencana. Implementasi permintaan ini memerlukan koordinasi lintas pihak dan pemantauan yang baik agar manfaatnya bisa dirasakan secara luas dan tepat sasaran.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

KPK Sarankan Pembentukan Lembaga Pengawas Kaderisasi Partai Politik

25 April 2026 - 12:04 WIB

ANTARA News

Purbaya: Kebijakan WFH Telah Diputuskan dan Akan Segera Diumumkan

25 Maret 2026 - 16:00 WIB

ANTARA News

Fadli Zon: Tradisi Silaturahmi Idulfitri Sebagai Momentum Penguat Harmoni Sosial

22 Maret 2026 - 09:00 WIB

ANTARA News

Puan: Pertemuan Susulan dengan Presiden Insyaallah Dilaksanakan Secepatnya

21 Maret 2026 - 16:00 WIB

ANTARA News

Prabowo Serahkan Paket Sembako kepada Penyintas Bencana usai Salat Id di Aceh

21 Maret 2026 - 10:00 WIB

ANTARA News
Trending di Politik