DPR Minta Titik Gerakan Pangan Murah Diperluas di Kawasan Terdampak Bencana Hangtuah Jakarta Unggul 79-70 atas Satya Wacana di IBL 2026 Pemkab Tegal: Pergerakan Tanah di Wilayahnya Masih Berlangsung Dinamis BPS Catat Penurunan Jumlah Penduduk Miskin di Jakarta Selatan pada 2024 Anggota DPR Dorong BPJS-TK Perkuat Perlindungan bagi PMI dan Pekerja Informal Pemkab Aceh Timur Rampungkan 300 Unit Hunian Sementara untuk Korban Bencana

Politik

DPR Minta Titik Gerakan Pangan Murah Diperluas di Kawasan Terdampak Bencana

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Anggota DPR Mendorong Perluasan Titik GPM

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman, mengimbau agar titik Gerakan Pangan Murah (GPM) ditambah jumlahnya di daerah yang terdampak bencana. Permintaan itu diajukannya sebagai upaya untuk memperluas akses masyarakat terhadap bahan pangan dengan harga lebih terjangkau pada saat kondisi darurat.

Tujuan dan Harapan

Menurut Alex, langkah memperbanyak lokasi GPM dimaksudkan untuk meringankan beban warga yang kehilangan atau mengalami gangguan pasokan pangan karena bencana. Dengan adanya lebih banyak titik distribusi, diharapkan masyarakat yang terdampak bisa mendapatkan bahan pokok lebih cepat dan dengan harga yang lebih bersahabat dibandingkan pasar biasa.

Fokus pada Ketersediaan dan Aksesibilitas

Permintaan tersebut menekankan dua aspek penting: ketersediaan barang dan kemudahan akses. Dalam kondisi pascabencana, distribusi dan penyebaran barang menjadi tantangan utama. Penambahan titik GPM dipandang sebagai salah satu solusi konkret untuk memperpendek jarak antara pasokan dan penerima manfaat, sekaligus membantu mengendalikan harga di pasar lokal.

Koordinasi Stakeholder

Alex menyoroti perlunya koordinasi antara berbagai pihak terkait agar penambahan titik GPM berjalan efektif. Keterlibatan pemerintah daerah, aparat setempat, dan pihak-pihak yang mengelola program pangan murah dinilai penting untuk menentukan lokasi strategis, jadwal operasi, serta mekanisme distribusi yang tepat sasaran.

Tantangan Operasional

Meski GPM dinilai punya potensi membantu, ada sejumlah tantangan operasional yang mesti diperhatikan. Di antaranya adalah memastikan pasokan yang cukup, menjaga kualitas bahan pangan selama pendistribusian, serta menjangkau kelompok masyarakat yang berada di lokasi terpencil atau terisolasi akibat kerusakan infrastruktur.

Pentingnya Pengawasan

Dalam konteks ini, pengawasan menjadi bagian penting agar distribusi GPM memang menyasar penerima yang membutuhkan dan berjalan tanpa penyimpangan. Alex menggarisbawahi pentingnya mekanisme pelaporan dan evaluasi agar program bisa disesuaikan dengan kondisi lapangan dan kebutuhan riil masyarakat terdampak.

Kebutuhan Respons Cepat saat Bencana

Permintaan penambahan titik GPM muncul sebagai bagian dari upaya memperkuat respons darurat terhadap kebutuhan dasar masyarakat ketika bencana terjadi. Kecepatan dan keterjangkauan bantuan pangan merupakan faktor kunci untuk mencegah dampak lanjutan seperti kekurangan gizi dan tekanan ekonomi pada keluarga terdampak.

Penutup: Dorongan untuk memperbanyak titik Gerakan Pangan Murah mencerminkan perhatian wakil rakyat terhadap kondisi warga yang terdampak bencana. Implementasi permintaan ini memerlukan koordinasi lintas pihak dan pemantauan yang baik agar manfaatnya bisa dirasakan secara luas dan tepat sasaran.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Anggota DPR Dorong BPJS-TK Perkuat Perlindungan bagi PMI dan Pekerja Informal

4 Februari 2026 - 19:00 WIB

ANTARA News

Prabowo Terima Menteri dan Mantan Menteri Luar Negeri untuk Bahas Isu Geopolitik

4 Februari 2026 - 15:30 WIB

ANTARA News

Anggota DPRD Jabar: Kerusakan Bangunan Sekolah Harus Cepat Ditangani

3 Februari 2026 - 16:30 WIB

ANTARA News

PPATK: Penurunan Transaksi Judi Online Berkat Ketegasan Prabowo

3 Februari 2026 - 13:30 WIB

ANTARA News

Anggota DPR: Cagar Budaya yang Diakui UNESCO Butuh Dukungan Modal dan Narasi

2 Februari 2026 - 18:30 WIB

ANTARA News
Trending di Politik