Raymond Indra/Nikolaus Joaquin Akui Penampilan Belum Maksimal saat Hadapi Ganda Thailand BMKG: Tiga Kabupaten di Sulawesi Utara Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang Menag: Tasawuf sebagai Kunci Menjaga Masa Depan Bumi FAKTA: Penonaktifan Kepesertaan BPJS Kesehatan PBI Dinilai Mengancam Nyawa Pasien Gagal Ginjal Danantara Gelar Groundbreaking Enam Proyek Hilirisasi Bernilai 7 Miliar Dolar AS Basarnas Lanjutkan Operasi Pencarian Korban Longsor di Pasirlangu Secara Terbatas

Warta Bumi

BMKG: Tiga Kabupaten di Sulawesi Utara Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan adanya potensi hujan lebat disertai angin kencang yang dapat terjadi di tiga kabupaten di Provinsi Sulawesi Utara. Pernyataan tersebut merupakan bagian dari informasi cuaca yang dikeluarkan oleh lembaga resmi tersebut untuk memberi gambaran kondisi atmosfer yang berpeluang memengaruhi aktivitas masyarakat di wilayah terkait.

Sikap waspada dan pemantauan

BMKG menegaskan pentingnya pemantauan terhadap perkembangan cuaca, khususnya di daerah-daerah yang disebutkan berpotensi menerima hujan intens dan angin kencang. Informasi seperti ini biasanya dimaksudkan untuk membantu pemerintah daerah, pelaku usaha, serta warga melakukan langkah antisipasi sesuai kebutuhan masing-masing.

Meskipun pengumuman itu tidak merinci nama kabupaten dalam rilis singkat ini, penegasan mengenai potensi cuaca ekstrem di salah satu provinsi menggambarkan dinamika kondisi cuaca yang dapat berubah, sehingga pemantauan berkelanjutan dianggap penting.

Peran BMKG

Sebagai lembaga yang bertugas memantau fenomena meteorologi, klimatologi, dan geofisika, BMKG rutin mengeluarkan informasi cuaca untuk publik. Informasi tersebut meliputi prakiraan hujan, potensi angin kencang, dan parameter lain yang relevan untuk keselamatan dan perencanaan kegiatan sehari-hari.

Penyampaian potensi cuaca ekstrem kepada publik bertujuan agar masyarakat dan pihak terkait memperoleh waktu yang cukup untuk menilai kondisi dan menyesuaikan aktivitas jika diperlukan. Dalam konteks provinsi yang berpotensi terdampak, komunikasi antara BMKG dan otoritas lokal biasanya menjadi bagian dari upaya koordinasi informasi.

Konteks lokal

Provinsi Sulawesi Utara memiliki wilayah yang beragam, sehingga informasi cuaca terperinci menjadi penting untuk menjangkau berbagai komunitas dan lokasi. Pengumuman potensi hujan lebat dan angin kencang merupakan peringatan awal yang dapat dimanfaatkan oleh pihak berwenang dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.

Selain itu, publik disarankan selalu memperbarui informasi dari sumber resmi untuk mendapatkan keterangan yang lebih rinci dan terbaru, termasuk perkembangan prakiraan dan anjuran teknis jika dikeluarkan oleh instansi terkait.

Informasi tambahan

Gambar yang menyertai berita ini diambil dari sumber yang dipublikasikan bersama rilis BMKG. (Sumber gambar: Warta Bumi)

Untuk mendapatkan informasi terbaru dan rincian wilayah yang terdampak, masyarakat dapat mengikuti saluran resmi BMKG dan pemerintah daerah setempat. Dengan demikian, langkah pencegahan dan penyesuaian aktivitas dapat dilakukan berdasarkan data dan pemberitahuan yang valid.

Catatan: Artikel ini disusun berdasarkan pengumuman BMKG mengenai potensi hujan lebat dan angin kencang di tiga kabupaten di Provinsi Sulawesi Utara, sebagaimana diberitakan oleh sumber resmi.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Basarnas Lanjutkan Operasi Pencarian Korban Longsor di Pasirlangu Secara Terbatas

6 Februari 2026 - 19:00 WIB

ANTARA News

Menteri PU Tekankan Penanganan Cepat Longsor di Aceh Tengah

6 Februari 2026 - 17:30 WIB

ANTARA News

KLH Terapkan Sanksi ke 150 Pelaku Horeka di Bali karena Tidak Olah Sampah Mandiri

6 Februari 2026 - 11:00 WIB

ANTARA News

Pemkab Tegal: Pergerakan Tanah di Wilayahnya Masih Berlangsung Dinamis

4 Februari 2026 - 20:30 WIB

ANTARA News

Pemerintah Alokasikan Rp2 Triliun untuk Konservasi Way Kambas di Lampung

4 Februari 2026 - 14:30 WIB

ANTARA News
Trending di Warta Bumi