BBKSDA: Dua Anak Harimau Benggala di Bandung Zoo Wafat Akibat Virus Panleukopenia Mentan Pastikan Stok Pangan Nasional Aman Menghadapi El Nino Godzilla Puncak Gelombang Kedua Arus Balik di Terminal Kampung Rambutan Diperkirakan Terjadi Minggu Jalan Kayu Mas Utara di Pulogadung Amblas, Mobilitas Pengendara Terganggu Sejak Lebaran Kesepakatan Inggris-Prancis 2023 Dikaitkan dengan Peningkatan Kematian Migran di Selat Inggris Dari Sampah Jadi Harapan: SATURUMA dan Pandawara Luncurkan Program CSR untuk Lingkungan

Humaniora

Perpusnas: Literasi di Era AI Menjadi Dasar Kepemimpinan Bangsa

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) E. Aminudin Aziz menegaskan bahwa literasi memegang peranan strategis di tengah perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan harus dipandang sebagai dasar bagi kepemimpinan nasional.

Pernyataan tersebut menyoroti kebutuhan untuk menempatkan kemampuan membaca, memahami, dan menilai informasi pada posisi sentral ketika masyarakat dan institusi bersiap menghadapi dampak teknologi AI. Menurut penegasan itu, literasi bukan sekadar kemampuan individu membaca teks, melainkan kapabilitas yang lebih luas untuk menavigasi arus informasi dan teknologi yang semakin kompleks.

Dalam pandangan tersebut, penguatan literasi di era AI dipandang penting untuk membangun pondasi kepemimpinan yang tangguh di tingkat nasional. Kepemimpinan yang dimaksud mencakup kemampuan mengambil keputusan, menetapkan kebijakan, serta mengarahkan agenda publik dengan mempertimbangkan implikasi teknologi dan informasi yang cepat berubah.

Pernyataan ini juga membuka diskusi tentang bagaimana literasi dapat menjadi pilar bagi berbagai unsur bangsa—mulai dari pembuat kebijakan, pemimpin lembaga, hingga warga negara—untuk menghadapi tantangan dan peluang yang muncul dari penerapan AI. Dengan landasan literasi yang kuat, diharapkan kemampuan menyaring informasi, berpikir kritis, dan memahami konteks teknologi menjadi lebih luas dan merata.

Garis besar yang diangkat menekankan transformasi makna literasi dalam konteks modern. Di era AI, kemampuan untuk mengakses informasi harus diimbangi dengan kapasitas untuk menilai kebenaran, relevansi, dan konsekuensi dari informasi tersebut. Hal ini menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas pengambilan keputusan pada level nasional.

Penegasan soal peran literasi ini relevan bagi berbagai pemangku kepentingan yang berkepentingan membangun ketahanan informasi dan kompetensi digital. Fokus pada literasi sebagai fondasi kepemimpinan memberi sinyal bahwa investasi pada pendidikan dan kemampuan penilaian informasi perlu mendapat perhatian lebih besar dalam agenda pembangunan sumber daya manusia.

Sikap yang disampaikan oleh pimpinan Perpusnas tersebut juga menggambarkan peran lembaga-lembaga pengetahuan dalam membentuk kapasitas kolektif menghadapi perubahan teknologi. Perpustakaan dan institusi literasi lainnya berpotensi menjadi ruang penting untuk mengembangkan keterampilan yang diperlukan di tengah transformasi digital.

Sebagai penutup, penegasan ini mengundang refleksi tentang posisi literasi dalam strategi nasional. Menjadikan literasi sebagai pondasi kepemimpinan nasional berarti melihatnya sebagai elemen fundamental untuk menjaga kualitas dialog publik, ketahanan informasi, dan kemampuan adaptasi terhadap inovasi teknologi.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Program Makan Bergizi Gratis Kini Menjangkau Lansia dan Penyandang Disabilitas

24 Maret 2026 - 09:00 WIB

ANTARA News

Makna Hari Raya dalam Memperkuat Fungsi Keluarga

23 Maret 2026 - 19:00 WIB

ANTARA News

Lebaran dan Kewajiban untuk Bahagia: Antara Tradisi dan Harapan

23 Maret 2026 - 13:00 WIB

ANTARA News

Kemnaker Hapus Batasan Tahun Kelulusan untuk Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch 1

22 Maret 2026 - 08:00 WIB

ANTARA News

Dubes RI untuk Thailand Tekankan Persatuan dan Silaturahmi pada Perayaan Idul Fitri 1447 H

21 Maret 2026 - 20:00 WIB

ANTARA News
Trending di Humaniora