Dokter Sarankan Latihan Beban sebagai Pilihan untuk Bangun Massa Otot pada Lansia Pasokan Air Bersih Tangerang Dipulihkan Setelah Pencemaran di Sungai Cisadane Malaysia Kecam Perluasan Kendali Israel atas Tepi Barat yang Diduduki Ahli: Mitigasi Mitos — Latihan Angkat Beban Tak Membuat Anak Pendek Istana Tegaskan Tak Ada Reshuffle Kabinet Merah Putih Hari Ini Pemerintah Salurkan Bantuan Pangan Rp11,92 Triliun Menjelang Ramadan

Lifestyle

Dokter Sarankan Latihan Beban sebagai Pilihan untuk Bangun Massa Otot pada Lansia

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Jakarta — Dokter spesialis kesehatan olahraga dr. Andhika Raspati, Sp.KO mengemukakan bahwa latihan beban dapat menjadi salah satu pilihan olahraga bagi lansia guna membangun massa otot. Pernyataan ini menyoroti pentingnya mempertimbangkan jenis aktivitas fisik yang sesuai menurut kondisi individu lanjut usia.

Menurut dr. Andhika, pendekatan terhadap latihan bagi kelompok usia lebih tua perlu mempertimbangkan karakteristik dan kebutuhan masing-masing orang. Ia menekankan bahwa latihan beban bukanlah suatu program tunggal yang cocok untuk semua orang, melainkan harus disesuaikan dengan kondisi kesehatan dan kemampuan fisik peserta.

Dalam penjelasannya, dr. Andhika memaparkan bahwa tujuan utama pemilihan latihan adalah untuk membantu mempertahankan atau menambah massa otot pada lansia. Pemilihan metode latihan dan intensitasnya, kata ia, sebaiknya dilakukan berdasarkan penilaian profesional agar manfaat dapat diperoleh tanpa meningkatkan risiko cedera.

Penekanan pada personalisasi program menjadi salah satu poin yang disampaikan. Dr. Andhika menyarankan adanya langkah-langkah yang mempertimbangkan kondisi medis dan kapasitas fisik masing-masing lansia sehingga latihan yang dijalani aman dan efektif untuk tujuan yang diharapkan.

Selain itu, dr. Andhika menyoroti pentingnya kesadaran bahwa setiap individu menua secara berbeda. Oleh karena itu, ia menganjurkan agar proses pengaturan program latihan melibatkan pertimbangan menyeluruh dan, bila perlu, konsultasi dengan tenaga kesehatan yang kompeten di bidang olahraga atau rehabilitasi.

Pernyataan tersebut memberikan gambaran bahwa pilihan latihan untuk lansia tidak terbatas pada aktivitas ringan semata, melainkan bisa mencakup latihan yang lebih spesifik seperti latihan beban apabila kondisi dan pengaturan program mendukung. Dr. Andhika mengingatkan bahwa tujuan akhir adalah menjaga kualitas hidup dan fungsi fisik lansia melalui pendekatan yang aman.

Gagasan yang diutarakan oleh dr. Andhika ini bertujuan membuka opsi bagi lansia dan keluarga dalam mempertimbangkan program olahraga yang tepat. Ia mendorong agar setiap keputusan terkait aktivitas fisik diambil berdasarkan informasi dan penilaian profesional sehingga manfaat yang diperoleh optimal.

Dengan semakin banyaknya perhatian terhadap kesehatan lansia, pandangan ahli seperti dr. Andhika memberikan alternatif yang layak dipertimbangkan oleh mereka yang ingin menjaga atau meningkatkan massa otot di usia lanjut. Namun, ia tetap menggarisbawahi pentingnya pendekatan individual dalam pelaksanaannya.

Sumber foto: Antara

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Tiga Zat Gizi Penting untuk Menunjang Kesehatan Perempuan

8 Februari 2026 - 11:00 WIB

ANTARA News

Muslim Life Fair Bekasi 2026 Hadirkan Ragam Aktivitas untuk Umat Muslim

7 Februari 2026 - 18:30 WIB

ANTARA News

Padel Berkebaya di Jakarta: Renitasari Adrian Berpasangan dengan Titi Kamal

7 Februari 2026 - 14:00 WIB

ANTARA News

Cafe Jamu Indonesia Perkenalkan Filosofi Jamu lewat ‘Jamu Experience Cafe’ yang Kekinian

6 Februari 2026 - 10:00 WIB

ANTARA News

ShopeeFood Deals Februari: Mie Gacoan Rp1, Live Streaming Keliling Jakarta, dan Beragam Hadiah

6 Februari 2026 - 09:30 WIB

ANTARA News
Trending di Lifestyle