BBKSDA: Dua Anak Harimau Benggala di Bandung Zoo Wafat Akibat Virus Panleukopenia Mentan Pastikan Stok Pangan Nasional Aman Menghadapi El Nino Godzilla Puncak Gelombang Kedua Arus Balik di Terminal Kampung Rambutan Diperkirakan Terjadi Minggu Jalan Kayu Mas Utara di Pulogadung Amblas, Mobilitas Pengendara Terganggu Sejak Lebaran Kesepakatan Inggris-Prancis 2023 Dikaitkan dengan Peningkatan Kematian Migran di Selat Inggris Dari Sampah Jadi Harapan: SATURUMA dan Pandawara Luncurkan Program CSR untuk Lingkungan

Warta Bumi

KLH Segel Gudang Pestisida di Tangerang Selatan Diduga Cemari Sungai Jaletreng dan Cisadane

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Gudang Pestisida di Tangsel Disegel

Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) melalui Petugas Penegakan Hukum (Gakkum) melakukan penyegelan terhadap sebuah gudang pestisida di wilayah Tangerang Selatan. Penyegelan ini dilakukan menyusul dugaan pencemaran air yang diduga bersumber dari kegiatan di lokasi gudang tersebut.

Diduga mencemari dua sungai

Gudang yang sedang disegel itu diduga berkaitan dengan pencemaran di dua sungai, yaitu Sungai Jaletreng dan Sungai Cisadane. Dugaan pencemaran menjadi alasan utama petugas melakukan tindakan administratif berupa pemasangan plang penyegelan pada area gudang.

Tindakan penegakan oleh Gakkum KLH

Petugas penegakan hukum kementerian tampak memasang plang penyegelan sebagai bagian dari upaya pengamanan lokasi. Pemasangan plang tersebut menandai bahwa gudang tidak boleh dioperasikan sementara waktu, sambil menunggu langkah-langkah penegakan hukum berikutnya dan proses pemeriksaan.

Fokus pada investigasi

Penyegelan menandai adanya dugaan pelanggaran terhadap peraturan lingkungan yang sedang ditangani oleh aparat KLH. Dalam situasi seperti ini, tindakan penyegelan umumnya dimaksudkan untuk menghentikan kegiatan yang diduga menyebabkan pencemaran dan untuk menjaga bukti di lokasi sampai pemeriksaan lebih lanjut dilakukan.

Perhatian terhadap kawasan sungai

Sungai Jaletreng dan Sungai Cisadane disebut sebagai lokasi yang diduga terdampak. Sungai-sungai tersebut menjadi fokus perhatian karena adanya indikasi pencemaran yang terkait dengan gudang pestisida. Masyarakat dan pihak berwenang biasanya menaruh perhatian pada kondisi sungai karena fungsi ekologis dan peranannya bagi lingkungan sekitar.

Dokumentasi visual

Foto yang beredar menunjukkan petugas Gakkum KLH sedang menempatkan plang penyegelan pada pintu atau area masuk gudang. Gambar tersebut memperlihatkan langkah nyata aparat dalam menegakkan tindakan administratif di lapangan.

Tanpa rincian tambahan

Pemberitaan ini mencatat adanya penyegelan dan dugaan pencemaran, namun tidak memuat keterangan lebih lanjut mengenai identitas lengkap pemilik gudang, jenis pestisida yang disimpan, kadar pencemaran, atau hasil pemeriksaan laboratorium. Informasi resmi lanjutan diharapkan berasal dari otoritas terkait ketika proses penyelidikan selesai atau diumumkan.

Konteks penegakan lingkungan

Tindakan seperti penyegelan menegaskan peran penegakan hukum KLH dalam menangani dugaan pelanggaran lingkungan. Upaya ini menjadi bagian dari mekanisme perlindungan sumber daya air dan lingkungan agar potensi ancaman pencemaran dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.

Gambar terkait penyegelan tersebar dalam dokumentasi media, dengan foto yang memperlihatkan proses pemasangan plang oleh petugas. Sumber foto tercantum sebagai Warta Bumi.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

BBKSDA: Dua Anak Harimau Benggala di Bandung Zoo Wafat Akibat Virus Panleukopenia

26 Maret 2026 - 20:00 WIB

ANTARA News

Dari Sampah Jadi Harapan: SATURUMA dan Pandawara Luncurkan Program CSR untuk Lingkungan

26 Maret 2026 - 13:00 WIB

ANTARA News

BMKG Ingatkan Waspada Hujan Disertai Kilat dan Angin di Mayoritas Kota Besar

23 Maret 2026 - 08:00 WIB

ANTARA News

IPB: Limbah Kelapa Sawit Berpeluang Diolah Jadi Produk Bernilai Tambah

22 Maret 2026 - 20:00 WIB

ANTARA News

Menteri Lingkungan Hidup Tegur Pengelola Terminal Kertonegoro karena Kebersihan Kurang

15 Maret 2026 - 16:00 WIB

ANTARA News
Trending di Warta Bumi