Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan menugaskan satuan tugas khusus untuk memantau dan menjamin keamanan pangan selama bulan Ramadhan. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk melindungi konsumen sekaligus memastikan ketersediaan bahan makanan yang layak konsumsi pada masa peningkatan kebutuhan masyarakat.
Fokus pengawasan
Satgas yang dikerahkan memiliki tugas mengawasi peredaran pangan di berbagai titik yang menjadi pusat distribusi dan penjualan, termasuk pasar tradisional, pusat perbelanjaan, dan pedagang yang melayani kebutuhan berbuka puasa dan sahur. Pengawasan diarahkan pada aspek mutu, kebersihan, serta kepatuhan terhadap aturan yang berlaku agar produk yang beredar aman bagi konsumen.
Kegiatan lapangan
Dalam pelaksanaannya, anggota satgas melakukan inspeksi dan pemantauan langsung di lapangan. Kegiatan ini mencakup pemeriksaan produk pangan, pengecekan kondisi tempat penjualan, dan observasi praktik penanganan makanan oleh pelaku usaha. Selain itu, satgas juga meningkatkan kehadiran di lokasi-lokasi strategis untuk mendeteksi potensi permasalahan sejak dini dan mengambil langkah cepat bila ditemukan indikasi pelanggaran.
Peran edukasi dan pencegahan
Selain tindakan pengawasan, satgas juga berperan dalam memberikan edukasi kepada pelaku usaha dan konsumen terkait pentingnya menjaga kebersihan, penyimpanan, dan pengolahan pangan yang aman. Pendekatan preventif ini diharapkan dapat menurunkan risiko keracunan makanan dan masalah kesehatan lainnya yang berhubungan dengan konsumsi produk yang tidak memenuhi standar.
Koordinasi dan respons
Pelaksanaan tugas satgas dilakukan melalui koordinasi lintas pihak terkait untuk memastikan kegiatan pengawasan berlangsung efektif. Mekanisme pengaduan dari masyarakat juga difasilitasi, sehingga jika ada laporan mengenai produk bermasalah atau praktik penjualan yang merugikan konsumen, tim dapat merespons dengan cepat.
Menjaga kepercayaan publik
Dengan mengintensifkan pengawasan selama Ramadhan, Pemkot Jakarta Selatan berupaya mempertahankan kepercayaan warga terhadap kualitas pangan yang dijual di wilayahnya. Langkah ini penting mengingat meningkatnya mobilitas dan permintaan pangan pada masa ibadah yang memerlukan perhatian lebih terhadap aspek keamanan dan keselamatan konsumen.
Pemantauan yang berkelanjutan diharapkan tidak hanya menangani permasalahan yang muncul, tetapi juga mendorong praktik usaha yang lebih baik di sektor pangan sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat selama bulan suci dan seterusnya.
Foto: ANTARA News






