Pemerintah Tetapkan “Renduk” Rehab-Rekon sebagai Dasar Alokasi Anggaran Pascabencana di Sumatera Ramadhan di New York: Kehangatan Kebersamaan Menyusuri Musim Dingin Putaran Ketiga Perundingan Nuklir Iran-AS di Jenewa Berakhir Tanpa Kesepakatan Moskow Mendesak Penyelesaian Diplomatik atas Ketegangan Afghanistan-Pakistan Polres Temanggung Ajak Murid TK Kunjungi Panti, Tekankan Pentingnya Empati Sejak Dini Bea Cukai Jayapura Amankan 39.840 Batang Rokok Ilegal dalam Tiga Penindakan

Dunia

Moskow Mendesak Penyelesaian Diplomatik atas Ketegangan Afghanistan-Pakistan

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Moskow menyerukan agar Afghanistan dan Pakistan segera menghentikan serangan satu sama lain dan menyelesaikan perselisihan melalui jalur diplomatik. Pernyataan itu menekankan kebutuhan akan upaya meredakan ketegangan guna mencegah potensi eskalasi yang dapat mengganggu stabilitas kawasan.

Ajakan tersebut menyoroti kekhawatiran mengenai benturan lintas batas yang berpotensi menimbulkan dampak lebih luas. Dalam pernyataannya, Moskow meminta kedua negara agar menahan diri dari tindakan militer yang bisa memperburuk situasi dan untuk mencari cara penyelesaian damai melalui dialog serta mekanisme politik yang tersedia.

Pernyataan itu juga menggarisbawahi pentingnya mengutamakan jalur diplomasi dalam menyelesaikan perselisihan antarnegara. Pendekatan semacam ini, menurut Moskow, dianggap sebagai langkah yang paling tepat untuk menghindari konflik terbuka dan untuk menjaga keamanan serta stabilitas regional.

Seruan internasional seperti ini sering muncul ketika ada peningkatan ketegangan antara negara tetangga, dengan harapan pihak-pihak terkait memilih upaya negosiasi daripada konfrontasi. Moskwo menekankan perlunya komunikasi yang kontinu antar pihak berkepentingan dan penyelesaian sengketa melalui perundingan damai.

Selain meminta penghentian serangan, ajakan tersebut juga implisit menekankan perlunya melindungi warga sipil dan infrastuktur penting yang rentan terhadap efek buruk dari konflik lintas perbatasan. Meletakkan penyelesaian melalui diplomasi dianggap sebagai cara untuk meminimalkan korban dan kerusakan jangka panjang.

Pernyataan dari Moskow ini juga menjadi bagian dari upaya komunitas internasional yang lebih luas untuk mendorong penyelesaian damai atas konflik regional. Pendekatan diplomatik dipandang dapat membuka ruang bagi dialog, mediasi, atau mekanisme lainnya yang mengarah pada solusi yang diterima kedua belah pihak.

Meski seruan internasional tidak selalu langsung menyelesaikan ketegangan, pesan tersebut berfungsi sebagai pengingat akan tanggung jawab geopolitik dan pentingnya mempertahankan stabilitas lintas batas. Moskwo menegaskan harapan agar Afghanistan dan Pakistan segera memulai atau melanjutkan proses pembicaraan yang konstruktif.

Dengan menekankan jalan diplomasi, seruan itu juga mengajak pemangku kepentingan di kawasan dan mitra internasional untuk mendukung proses perdamaian. Upaya kolektif ini dinilai penting untuk menciptakan kondisi yang kondusif bagi penyelesaian perselisihan secara damai.

Kendati demikian, efektivitas seruan semacam ini bergantung pada kesiapan dan kemauan kedua negara untuk membuka ruang dialog, meredakan ketegangan, dan mengambil langkah-langkah konkrit menuju kesepahaman. Moskwo mengharapkan solusi yang mengedepankan perdamaian dan stabilitas bagi warga di kedua negara serta kawasan sekitarnya.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Ramadhan di New York: Kehangatan Kebersamaan Menyusuri Musim Dingin

27 Februari 2026 - 18:30 WIB

ANTARA News

Putaran Ketiga Perundingan Nuklir Iran-AS di Jenewa Berakhir Tanpa Kesepakatan

27 Februari 2026 - 17:00 WIB

ANTARA News

Fuzhou Luncurkan Kampanye Video Global “Welcome to Fuzhou For A Happy Chinese New Year”

27 Februari 2026 - 13:30 WIB

ANTARA News

Rusia Hormati Sikap Indonesia di Dewan Perdamaian Gaza, Namun Menolak Bergabung

27 Februari 2026 - 09:00 WIB

ANTARA News

Prabowo Sampaikan Dukungan Solusi Dua Negara untuk Palestina dalam Pertemuan Bilateral dengan Raja Abdullah II

26 Februari 2026 - 09:00 WIB

ANTARA News
Trending di Dunia