Satpol PP Jaksel Akan Bongkar Lapangan Padel Tak Berizin di Cilandak Gubernur: Beberapa Program Pusat Sudah Berjalan di Rejang Lebong IRGC Konfirmasi Peluncuran Gelombang Pertama Serangan Roket ke Israel Indonesia dan Mimpi Kolektif Negara D-8: Menopang Harap dari Posisi Menunggu BI: Kapasitas Penyaluran Kredit Masih Longgar, Didorong untuk Percepat Pertumbuhan Pengamat Dorong Tetap Dibukanya Opsi Transit Saat Diskon Tiket Pesawat untuk Mudik

Humaniora

Yenny Wahid Tegaskan Gus Dur Memiliki Sikap Hormat terhadap Perempuan

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Yenny Wahid Tekankan Penghormatan Gus Dur kepada Perempuan

Zannuba Ariffah Chafsoh, yang lebih dikenal dengan nama Yenny Wahid, menegaskan bahwa ayahnya, Presiden ke-4 Republik Indonesia KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, menunjukkan sikap hormat terhadap perempuan. Pernyataan itu disampaikan sebagai penegasan mengenai bagaimana sosok Gus Dur dipahami dalam konteks hubungan antara tokoh publik dan kaum perempuan.

Identitas dan sudut pandang

Yenny Wahid, sebagai putri dari Gus Dur, menyampaikan pandangannya mengenai sifat dan perilaku sang ayah. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa penghormatan terhadap perempuan adalah bagian dari citra atau warisan yang melekat pada Gus Dur.

Makna penghormatan dalam konteks publik

Dalam keterangan yang disampaikan Yenny, penghormatan yang dimaksud merujuk pada sikap dan perlakuan yang menunjukkan penghargaan terhadap posisi perempuan di berbagai ranah kehidupan. Penegasan ini membuka ruang untuk memahami bagaimana figur publik seperti Gus Dur dilihat dari sisi nilai-nilai kemanusiaan dan penghormatan antar-gender.

Warisan nilai

Pernyataan Yenny juga menggarisbawahi pentingnya menjaga dan meneruskan nilai-nilai yang dipandang baik oleh keluarga maupun masyarakat. Dengan menekankan bahwa Gus Dur menghormati perempuan, Yenny memberi penekanan pada aspek moral dan etika yang menjadi bagian dari warisan keluarga serta pengaruh sosial yang mungkin masih dirasakan hingga kini.

Resonansi di masyarakat

Penegasan semacam itu cenderung mendapat perhatian karena menyentuh soal representasi tokoh publik dalam narasi sejarah dan kehidupan berbangsa. Sosok pemimpin yang dipandang menghargai perempuan menjadi bagian dari diskursus yang lebih luas tentang kesetaraan, penghormatan, dan tempat perempuan dalam ruang publik.

Pesan dan implikasi

Meskipun pernyataan ini berangkat dari perspektif keluarga, pesan yang disampaikan memiliki implikasi sosial: yakni pentingnya menilai kembali dan mewariskan sikap-sikap saling menghormati serta menghargai peran perempuan. Penegasan Yenny menjadi pengingat akan nilai-nilai tersebut dalam konteks publik dan keluarga.

Gambar terkait artikel ini memperlihatkan Yenny Wahid dan menjadi ilustrasi yang menguatkan konteks pernyataan tentang penghormatan terhadap perempuan oleh sosok yang dimaksud.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Polres Temanggung Ajak Murid TK Kunjungi Panti, Tekankan Pentingnya Empati Sejak Dini

27 Februari 2026 - 16:00 WIB

ANTARA News

Cahaya 1.008 Dipa dan Irama Damaru Mewarnai Malam di Candi Prambanan

27 Februari 2026 - 11:00 WIB

ANTARA News

Kemendikdasmen dan BPS Bersinergi Perkuat Ketepatan Data Pendidikan

27 Februari 2026 - 08:30 WIB

ANTARA News

Kemensos Perkuat Manajemen Guru Sekolah Rakyat Lewat Pelatihan

26 Februari 2026 - 19:30 WIB

ANTARA News

Human Initiative Buka Kembali Program “Qurban Early Bird” untuk Memperluas Jangkauan

26 Februari 2026 - 09:30 WIB

ANTARA News
Trending di Humaniora