BPBD Jatim Cepat Perbaiki Peralatan Early Warning System Pasca Banjir BPJS Ketenagakerjaan Dorong Seluruh Mitra Ojol Manfaatkan Potongan Iuran DVI Polda Sulut Identifikasi Tiga Korban Kebakaran di Panti Wreda Masalah Mata, Duet Marwan/Aisyah Dipastikan Absen dari Indonesia Masters 2026 Apkasindo: Perkuat Sektor Hulu Jadi Kunci Percepatan Hilirisasi Sawit BBKSDA Jawa Timur dan Mahasiswa Lakukan Pengamatan Burung Migrasi di Tulungagung

Humaniora

Yenny Wahid Tegaskan Gus Dur Memiliki Sikap Hormat terhadap Perempuan

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Yenny Wahid Tekankan Penghormatan Gus Dur kepada Perempuan

Zannuba Ariffah Chafsoh, yang lebih dikenal dengan nama Yenny Wahid, menegaskan bahwa ayahnya, Presiden ke-4 Republik Indonesia KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, menunjukkan sikap hormat terhadap perempuan. Pernyataan itu disampaikan sebagai penegasan mengenai bagaimana sosok Gus Dur dipahami dalam konteks hubungan antara tokoh publik dan kaum perempuan.

Identitas dan sudut pandang

Yenny Wahid, sebagai putri dari Gus Dur, menyampaikan pandangannya mengenai sifat dan perilaku sang ayah. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa penghormatan terhadap perempuan adalah bagian dari citra atau warisan yang melekat pada Gus Dur.

Makna penghormatan dalam konteks publik

Dalam keterangan yang disampaikan Yenny, penghormatan yang dimaksud merujuk pada sikap dan perlakuan yang menunjukkan penghargaan terhadap posisi perempuan di berbagai ranah kehidupan. Penegasan ini membuka ruang untuk memahami bagaimana figur publik seperti Gus Dur dilihat dari sisi nilai-nilai kemanusiaan dan penghormatan antar-gender.

Warisan nilai

Pernyataan Yenny juga menggarisbawahi pentingnya menjaga dan meneruskan nilai-nilai yang dipandang baik oleh keluarga maupun masyarakat. Dengan menekankan bahwa Gus Dur menghormati perempuan, Yenny memberi penekanan pada aspek moral dan etika yang menjadi bagian dari warisan keluarga serta pengaruh sosial yang mungkin masih dirasakan hingga kini.

Resonansi di masyarakat

Penegasan semacam itu cenderung mendapat perhatian karena menyentuh soal representasi tokoh publik dalam narasi sejarah dan kehidupan berbangsa. Sosok pemimpin yang dipandang menghargai perempuan menjadi bagian dari diskursus yang lebih luas tentang kesetaraan, penghormatan, dan tempat perempuan dalam ruang publik.

Pesan dan implikasi

Meskipun pernyataan ini berangkat dari perspektif keluarga, pesan yang disampaikan memiliki implikasi sosial: yakni pentingnya menilai kembali dan mewariskan sikap-sikap saling menghormati serta menghargai peran perempuan. Penegasan Yenny menjadi pengingat akan nilai-nilai tersebut dalam konteks publik dan keluarga.

Gambar terkait artikel ini memperlihatkan Yenny Wahid dan menjadi ilustrasi yang menguatkan konteks pernyataan tentang penghormatan terhadap perempuan oleh sosok yang dimaksud.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Mendukbangga: Program Makan Bergizi Berperan Turunkan Stunting di Jawa Barat

12 Januari 2026 - 20:00 WIB

ANTARA News

Dosen Sekolah Vokasi Undip Anggun Puspitarini Siswanto Raih Penghargaan dari Kampus di Jerman

12 Januari 2026 - 09:30 WIB

ANTARA News

Menteri PPPA Sampaikan Dukacita atas Meninggalnya Ibu dan Balita di Kebumen

11 Januari 2026 - 14:00 WIB

ANTARA News

Makam Kerajaan Ungkap Koleksi Satwa Langka Tertua di China

11 Januari 2026 - 13:00 WIB

ANTARA News

Situbondo Bersiap Jadi Tuan Rumah Muktamar NU ke-35: Serangkaian Persiapan Dilakukan

11 Januari 2026 - 12:00 WIB

ANTARA News
Trending di Humaniora