Lampung — Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Lampung, Rudi Harianto, menegaskan bahwa kemunculan awan bertipe lenticularis di wilayah Lampung tidak serta merta menjadi pertanda akan terjadi hujan deras atau badai.
Pemaparan BMKG
Rudi menyampaikan bahwa fenomena munculnya awan jenis ini kerap menarik perhatian publik karena bentuknya yang khas. Namun, menurutnya, penampakan awan lenticularis harus dipahami secara hati-hati dan tidak langsung dikaitkan dengan potensi cuaca ekstrem tanpa analisis lebih lanjut dari pihak berwenang.
Reaksi Publik dan Informasi Resmi
Beberapa foto dan video penampakan awan tersebut sempat beredar di media sosial, memicu berbagai spekulasi. BMKG Lampung mengimbau agar masyarakat lebih mengandalkan informasi resmi dan data meteorologi yang disampaikan oleh lembaga terkait untuk memahami kondisi cuaca saat ini.
Pentingnya Pemantauan Berbasis Data
Pihak BMKG terus memantau perkembangan cuaca dari hari ke hari. Rudi menekankan pentingnya verifikasi melalui pengamatan dan data meteorologi sebelum menarik kesimpulan mengenai potensi hujan atau badai. Langkah ini diperlukan agar respons publik dan kesiapsiagaan berlangsung berdasarkan informasi yang akurat.
Dalam kesempatan yang sama, BMKG juga mengingatkan agar warga selalu memperbarui informasi melalui saluran resmi lembaga, sehingga masyarakat mendapatkan gambaran kondisi cuaca yang valid dan dapat mengambil langkah antisipatif yang tepat jika diperlukan.
Penutup
Fenomena awan lenticularis menimbulkan rasa ingin tahu, namun BMKG Lampung mengajak publik untuk tidak cepat menyimpulkan adanya ancaman cuaca ekstrim hanya dari penampakan awan. Pemeriksaan data dan konfirmasi dari ahli meteorologi tetap menjadi rujukan utama.

Foto: ANTARA News






