Kapolri: Apel Kebangsaan Banser sebagai momentum penguatan persatuan
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyatakan bahwa Apel Kebangsaan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) menjadi sebuah momentum penting untuk meneguhkan kembali komitmen persatuan. Pernyataan itu menekankan arti strategis pertemuan kebangsaan dalam menjaga kesatuan di tengah keberagaman.
Apel Kebangsaan Banser yang disebutkan oleh Kapolri merujuk pada kegiatan berkumpulnya anggota Barisan Ansor Serbaguna, sebuah wadah yang dikenal dengan singkatan Banser. Dalam konteks pernyataan tersebut, acara seperti apel kebangsaan dipandang sebagai momen refleksi kolektif mengenai pentingnya rasa kebersamaan dan tanggung jawab terhadap nilai-nilai kebangsaan.
Pernyataan Kapolri ini memosisikan apel kebangsaan tidak semata sebagai upacara seremonial, melainkan sebagai kesempatan untuk memperkuat sikap bersama yang menopang persatuan. Ketika tokoh-tokoh pemerintah dan organisasi masyarakat menyebut sebuah acara sebagai ‘momentum komitmen persatuan’, itu menggarisbawahi harapan agar nilai-nilai kebangsaan mendapat penegasan berkelanjutan dari seluruh pihak yang terlibat.
Secara umum, kegiatan kebangsaan seperti yang dimaksud dapat berfungsi sebagai ruang untuk menyamakan persepsi tentang tanggung jawab kolektif, memperkuat identitas nasional, dan mengingatkan kembali tujuan bersama yang lebih besar dari perbedaan politik, sosial, dan budaya. Meski demikian, peran konkret dari setiap pihak dalam menerjemahkan komitmen itu menjadi tindakan nyata menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan setelah pertemuan selesai.
Pernyataan Kapolri juga dapat dibaca sebagai dorongan agar pesan-pesan persatuan tidak berhenti pada momen acara, melainkan menjadi panduan dalam interaksi sehari-hari antarwarga dan organisasi sosial. Komitmen yang diucapkan bersama di ruang publik sebaiknya diikuti oleh langkah-langkah nyata yang mengurangi gesekan sosial dan meningkatkan kerja sama lintas kelompok.
Penting untuk mencatat bahwa peneguhan persatuan melalui apel kebangsaan memerlukan kesinambungan. Upaya yang dimulai dalam sebuah pertemuan harus diikuti oleh program-program, kegiatan, atau inisiatif yang menjaga konsistensi pesan tersebut, agar komitmen tidak menjadi pernyataan semata. Selain itu, keterlibatan berbagai elemen masyarakat dalam jejaring kebangsaan dapat memperluas jangkauan pengaruh positif dari komitmen itu.
Di samping nilai simbolis, apel kebangsaan juga berpotensi menjadi wadah pembelajaran dan dialog antaranggota organisasi, memungkinkan pertukaran ide tentang bagaimana mewujudkan persatuan dalam praktik. Dengan pendekatan yang terencana, pertemuan seperti ini bisa menyumbang pada penguatan iklim sosial yang lebih inklusif dan saling menghormati.
Kesimpulannya, menurut pernyataan Kapolri, Apel Kebangsaan Banser diharapkan menjadi titik tolak untuk mempertegas komitmen persatuan. Keberhasilan momen tersebut diukur bukan hanya dari gelar atau pidato, tetapi dari kemampuan semua pihak untuk meneruskan semangat kebangsaan itu ke dalam tindakan nyata yang memperkokoh persatuan bangsa.
Gambar terkait: sumber foto dari Antara News
Foto: ANTARA News






