Pengamat Nilai Kunker Mendagri Tingkatkan Penanganan Bencana di Sumatera
Pengamat politik dari Universitas Bung Karno (UBK), Faisyal Chaniago, menilai rangkaian kunjungan kerja yang dilakukan Menteri Dalam Negeri memiliki peran penting dalam memperkuat penanganan bencana di wilayah Sumatera. Menurut Faisyal, kunjungan semacam itu dapat mempererat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah serta meningkatkan kesiapsiagaan di daerah rawan bencana.
Koordinasi pusat-daerah
Faisyal mengemukakan bahwa salah satu manfaat utama kunjungan kerja menteri ialah memperlancar komunikasi dan sinkronisasi kebijakan antara instansi pusat dengan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. Dengan tatap muka langsung, ia menilai berbagai kendala administratif, teknis, dan pendanaan dalam mitigasi maupun respons darurat bisa lebih cepat diidentifikasi dan ditindaklanjuti.
Peningkatan kesiapsiagaan
Menurut pengamat tersebut, keberadaan pejabat pusat di lapangan dapat mendorong percepatan evaluasi terhadap kesiapan sarana prasarana penanggulangan bencana, termasuk alur distribusi bantuan dan jalur komunikasi darurat. Kegiatan lapangan dinilai memberi gambaran nyata terkait kebutuhan wilayah terdampak sehingga perencanaan dan penganggaran menjadi lebih tepat sasaran.
Sinergi antarlembaga
Faisyal juga menyoroti aspek sinergi antarlembaga pemerintahan dalam penanganan bencana. Kunjungan kerja menteri, menurutnya, membuka ruang koordinasi yang lebih luas antara kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dan satuan tugas terkait. Hal ini penting agar respons saat bencana dapat berjalan terpadu dan mengurangi tumpang tindih tugas.
Pesan politik dan administratif
Selain aspek teknis, kunjungan pejabat tinggi negara juga membawa pesan politik dan administratif. Faisyal menilai kehadiran menteri di daerah menunjukkan perhatian pemerintah pusat terhadap persoalan setempat, sekaligus menegaskan pentingnya akuntabilitas pengelolaan bantuan dan penanganan pascabencana.
Peran pengawasan dan evaluasi
Sebagai pengamat, Faisyal menyebut bahwa kunjungan kerja dapat dimanfaatkan sebagai momen untuk melakukan pengawasan program-program penanggulangan bencana yang sudah berjalan. Evaluasi langsung di lapangan memungkinkan pemetaan ulang prioritas intervensi serta rekomendasi perbaikan yang lebih cepat dibandingkan mekanisme administratif jarak jauh.
Tindak lanjut yang diharapkan
Faisyal mengharapkan agar hasil kunjungan kerja diikuti oleh langkah-langkah kongkrit, misalnya penguatan kapasitas kebencanaan pada level daerah, perbaikan alur distribusi bantuan, dan peningkatan mekanisme koordinasi lintas sektoral. Ia menekankan pentingnya kontinuitas perhatian dari pemerintah pusat agar upaya penanggulangan bencana tidak hanya bersifat reaktif tetapi juga proaktif melalui mitigasi dan kesiapsiagaan jangka panjang.
Rangkaian kunjungan kerja menteri itu mendapat sorotan dari berbagai pihak, termasuk akademisi dan praktisi kebencanaan, yang menilai kunjungan lapangan merupakan bagian strategis untuk mempercepat penanganan dampak bencana di wilayah-wilayah rawan. Pendapat pengamat dari UBK ini menegaskan harapan agar sinergi dan tindak lanjut kebijakan berjalan konsisten demi meningkatkan perlindungan bagi masyarakat di Sumatera.
Foto: ANTARA News






