Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah mencatat adanya banjir yang melanda sejumlah desa di Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala setelah hujan lebat mengguyur wilayah tersebut. Menurut laporan resmi, enam desa di kecamatan itu mengalami dampak banjir.
Peristiwa ini bermula dari intensitas hujan yang tinggi, yang mengakibatkan genangan air di beberapa titik di Sindue. Kondisi cuaca ekstrem tersebut memicu naiknya muka air dan menyebabkan beberapa ruas permukiman desa terendam.
BPBD Sulawesi Tengah menyampaikan data tentang jumlah desa yang terdampak, menandakan perlunya perhatian dan pemantauan lebih lanjut di wilayah terdampak. Informasi yang disampaikan pihak berwenang menjadi dasar untuk tindakan penanggulangan dan koordinasi dengan instansi terkait di daerah.
Masyarakat di sekitar daerah yang terdampak diminta untuk tetap waspada terhadap perkembangan situasi cuaca dan potensi banjir susulan. Sementara itu, pihak berwenang di tingkat daerah diharapkan terus mengumpulkan data lapangan guna memperbarui kondisi dan kebutuhan penanganan dampak bencana.
Gambar terkait peristiwa ini menunjukkan kondisi di lokasi, sebagai ilustrasi situasi saat banjir terjadi. Foto tersebut dapat menjadi referensi visual untuk memahami skala dan karakteristik luapan air di wilayah yang terdampak.
Insiden banjir di Sindue menyoroti kerentanan beberapa wilayah terhadap hujan intensitas tinggi. Penting bagi masyarakat dan aparat setempat untuk meningkatkan kesiapsiagaan, termasuk pemantauan titik-titik rawan dan penyebaran informasi yang jelas agar risiko dapat dikelola dengan lebih baik.
Informasi lanjutan mengenai perkembangan situasi di enam desa yang terdampak akan sangat bergantung pada hasil verifikasi di lapangan oleh pihak berwenang. Pembaruan resmi dari BPBD Sulawesi Tengah menjadi rujukan utama bagi publik dan institusi terkait.
Hujan deras dan banjir seperti yang terjadi di Kecamatan Sindue merupakan pengingat akan perlunya sistem peringatan dini, koordinasi respons bencana, serta kesiapan masyarakat dalam menghadapi kondisi cuaca ekstrem. Semua pihak diharapkan saling berkoordinasi untuk meminimalkan dampak terhadap warga dan infrastruktur.
Foto: ANTARA News






