Bank Tanah Turun Tangan untuk Warga Terdampak PSN
Badan Bank Tanah memberikan pendampingan kepada warga di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, yang terdampak oleh pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN). Upaya ini difokuskan pada pengelolaan lahan yang akan masuk skema reforma agraria, dengan tujuan membantu masyarakat menghadapi perubahan penggunaan lahan akibat proyek tersebut.
Fokus Pendampingan
Pendampingan yang dilakukan menekankan aspek pengelolaan lahan dalam konteks reforma agraria. Kegiatan ini diarahkan untuk memastikan warga mendapatkan informasi yang diperlukan terkait status lahan dan langkah-langkah yang bisa ditempuh dalam proses pengelolaan serta pemanfaatan lahan secara lebih teratur dan tertata.
Peran lembaga di sini bersifat sebagai fasilitator yang mendampingi masyarakat selama proses adaptasi terhadap kebijakan dan perubahan tata guna lahan yang dipengaruhi oleh proyek infrastruktur besar tersebut. Pendampingan diharapkan membantu memperjelas langkah administratif yang berhubungan dengan lahan, sekaligus menjaga hak-hak warga terdampak.
Manfaat bagi Masyarakat Lokal
Bagi warga yang berada di area terdampak, pendampingan ini memberikan kepastian serta arahan dalam menghadapi dinamika seputar kepemilikan dan pengelolaan lahan. Dengan pendampingan, masyarakat mendapat akses terhadap proses yang lebih terstruktur dalam rangka pengelolaan lahan reforma agraria, sehingga diharapkan dapat meminimalkan kebingungan dan potensi konflik yang timbul akibat perubahan lahan.
Pentingnya Pendekatan Terpadu
Pendampingan oleh Badan Bank Tanah mencerminkan perlunya pendekatan yang terpadu ketika suatu proyek skala besar memengaruhi ruang hidup masyarakat. Kolaborasi antara lembaga pemerintah, pihak terkait proyek, dan komunitas lokal menjadi kunci untuk mengelola dampak sosial dan tata guna lahan secara adil dan tertib.
Dengan adanya pembinaan dan pendampingan, proses pengelolaan lahan diharapkan berjalan lebih transparan dan akuntabel. Pendekatan yang sistematis juga membantu memetakan kebutuhan masyarakat serta menyusun langkah-langkah yang sesuai dalam rangka penataan kembali lahan yang terlibat dalam skema reforma agraria.
Harapan ke Depan
Langkah pendampingan ini diharapkan dapat memberikan landasan bagi pengelolaan lahan yang lebih baik bagi warga terdampak PSN di Penajam Paser Utara. Dengan dukungan institusi terkait, proses pengelolaan tanah dalam rangka reforma agraria diharapkan berjalan dengan memperhatikan kepentingan dan hak-hak masyarakat setempat.
Pendekatan yang mengutamakan keterlibatan warga lokal serta pendampingan yang konsisten diyakini akan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap proses penataan lahan, sehingga target reformasi agraria dan penataan ruang yang berkeadilan dapat lebih mudah dicapai.
Foto: ANTARA News






