Polrestabes Bandung Dalami Kasus Kematian Siswa SMAN 5 Bandung di Cihampelas Puncak Arus Mudik di Terminal Kampung Rambutan Diperkirakan Terjadi 17–18 Maret KCNA Laporkan Sub‑Unit Artileri Jarak Jauh Korut Gelar Uji Coba Ultrapresisi 13 Penumpang Dievakuasi dari Kapal Rusak di Perairan Pulau Karang Beras Menteri Lingkungan Hidup Tegur Pengelola Terminal Kertonegoro karena Kebersihan Kurang Bahlil Dorong Penguatan Kerja Sama Energi di Kawasan Indo-Pasifik

Warta Bumi

BBMKG Imbau Waspada: Gelombang Hingga 2,5 Meter Berpotensi Terjadi di Perairan Bali

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

BBMKG Peringatkan Gelombang Tinggi di Perairan Bali

Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) mengeluarkan peringatan mengenai potensi gelombang laut yang mencapai ketinggian hingga 2,5 meter di perairan sekitar Bali. Peringatan tersebut ditujukan kepada pengguna jasa kelautan, pelaku wisata pantai, serta masyarakat pesisir agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi laut yang dapat berubah-ubah.

Imbauan untuk keselamatan

Dengan adanya peringatan ini, BBMKG mengimbau masyarakat untuk menghindari aktivitas yang berisiko di laut selama kondisi gelombang tinggi, termasuk berenang di perairan terbuka dan olahraga air saat peringatan masih berlaku. Pelaku usaha transportasi laut dan nelayan juga diharapkan meninjau kembali rencana keberangkatan serta memantau informasi cuaca laut terkini.

Dampak terhadap kegiatan pesisir

Gelombang tinggi berpotensi mengganggu layanan pariwisata pantai dan kegiatan rekreasi di pesisir. Beberapa area pantai biasanya memasang tanda peringatan atau bendera larangan berenang ketika kondisi laut tidak aman; masyarakat dan wisatawan diharapkan mematuhi tanda-tanda tersebut demi keselamatan bersama.

Situasi di Pantai Kuta

Foto yang menyertai laporan ini menampilkan warga membawa papan selancar di dekat bendera larangan berenang di Pantai Kuta, Kabupaten Badung, Bali. Gambar tersebut menggambarkan kewaspadaan di lapangan, di mana pengunjung pantai tetap berinteraksi dengan alam laut namun harus memperhatikan peringatan keselamatan yang telah dipasang.

Peran otoritas dan informasi resmi

BBMKG merupakan institusi yang secara berkala memantau kondisi meteorologi dan kelautan. Peringatan seperti ini biasanya disampaikan untuk memberi waktu bagi pemangku kepentingan dan masyarakat agar dapat mengambil langkah pencegahan. Masyarakat disarankan untuk selalu mengecek pembaruan informasi resmi dari BBMKG dan petugas setempat sebelum melakukan aktivitas di laut.

Saran praktis bagi masyarakat pesisir

Beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan adalah mengikuti arahan pengawas pantai atau petugas SAR bila ada, menunda kegiatan berenang atau berselancar pada saat ada tanda larangan, serta memastikan peralatan keselamatan seperti pelampung tersedia bila harus melakukan perjalanan laut singkat. Selain itu, koordinasi antar nelayan dan operator wisata juga penting untuk meminimalkan risiko.

Penutup

Peringatan gelombang hingga 2,5 meter dari BBMKG menjadi pengingat bahwa kondisi laut dapat berubah dan membawa risiko. Kepatuhan terhadap imbauan keselamatan serta pemantauan informasi cuaca maritim dapat membantu mengurangi potensi kecelakaan dan gangguan bagi aktivitas di pesisir Bali.

Foto: Warta Bumi

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Menteri Lingkungan Hidup Tegur Pengelola Terminal Kertonegoro karena Kebersihan Kurang

15 Maret 2026 - 16:00 WIB

ANTARA News

BMKG Jelaskan Penyebab Suhu Mencapai 32,6°C di Jawa Tengah

12 Maret 2026 - 16:00 WIB

ANTARA News

BMKG: Dua Bibit Siklon 93S dan 95W Tingkatkan Potensi Hujan Lebat Hari Ini

9 Maret 2026 - 08:00 WIB

ANTARA News

Syngenta Indonesia Tegaskan Dukungan untuk Pemberdayaan Petani Hortikultura demi Ketahanan Pangan

7 Maret 2026 - 08:01 WIB

ANTARA News

Kemenhut Perkuat Kolaborasi dengan ICRAF untuk Kembangkan Agroforestri di Indonesia

5 Maret 2026 - 15:30 WIB

ANTARA News
Trending di Warta Bumi