Satpol PP Jaksel Akan Bongkar Lapangan Padel Tak Berizin di Cilandak Gubernur: Beberapa Program Pusat Sudah Berjalan di Rejang Lebong IRGC Konfirmasi Peluncuran Gelombang Pertama Serangan Roket ke Israel Indonesia dan Mimpi Kolektif Negara D-8: Menopang Harap dari Posisi Menunggu BI: Kapasitas Penyaluran Kredit Masih Longgar, Didorong untuk Percepat Pertumbuhan Pengamat Dorong Tetap Dibukanya Opsi Transit Saat Diskon Tiket Pesawat untuk Mudik

Ekonomi

Bea Keluar Batu Bara 2026 Berpotensi Tambah Kas Negara Rp19 Triliun, Kata Analis

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Pemerintah berencana memberlakukan bea keluar untuk batu bara pada 2026 yang menurut analisis memiliki potensi menambah kas negara hingga sekitar Rp19 triliun.

Penilaian Ahli

Analis kebijakan publik sekaligus Kepala Peneliti NEXT Indonesia Center, Ade Holis, menilai rencana tersebut memiliki potensi fiskal sebagaimana angka yang diperkirakan. Pernyataan itu menempatkan kebijakan fiskal terkait komoditas strategis ini sebagai salah satu opsi untuk meningkatkan penerimaan negara.

Fokus pada Dampak Penerimaan

Perkiraan tambahan kas negara sebesar Rp19 triliun menunjukkan bahwa kebijakan bea keluar dapat memberi kontribusi nyata terhadap pendapatan pemerintah jika diberlakukan sesuai skema yang direncanakan. Besaran itu menggambarkan nilai potensial yang dapat diakumulasi dari pungutan atas ekspor batu bara pada periode yang disasar.

Pertimbangan Kebijakan

Langkah untuk mengenakan bea keluar umumnya dievaluasi tidak hanya dari sisi potensi penerimaan, tetapi juga dampaknya terhadap pelaku usaha, rantai pasok, dan posisi komoditas di pasar internasional. Penilaian resmi dan masukan dari pemangku kepentingan diperlukan agar kebijakan berjalan efektif dan seimbang.

Konteks dan Langkah Selanjutnya

Penerapan kebijakan fiskal semacam ini biasanya melalui tahapan perumusan teknis, konsultasi, dan penetapan aturan pelaksana. Hasil analisis seperti yang disampaikan oleh Ade Holis menjadi salah satu bahan pertimbangan bagi pembuat kebijakan dalam menimbang manfaat dan konsekuensi pelaksanaan bea keluar.

Sampai kebijakan resmi ditetapkan dan detail pelaksanaannya diumumkan, proyeksi potensi penerimaan sebesar Rp19 triliun menjadi indikator awal mengenai besaran dampak fiskal yang mungkin muncul pada 2026.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

BI: Kapasitas Penyaluran Kredit Masih Longgar, Didorong untuk Percepat Pertumbuhan

28 Februari 2026 - 16:00 WIB

ANTARA News

Pengamat Dorong Tetap Dibukanya Opsi Transit Saat Diskon Tiket Pesawat untuk Mudik

28 Februari 2026 - 15:30 WIB

ANTARA News

Kemendag: Kenaikan Harga Referensi CPO Dikaitkan dengan Permintaan India dan China

28 Februari 2026 - 14:30 WIB

ANTARA News

AHY: Momentum Ramadan Tingkatkan Daya Beli dan Gerakkan Ekonomi Lokal

27 Februari 2026 - 19:30 WIB

ANTARA News

Patra Jasa Luncurkan Rangkaian Promo Menyambut Ramadan 1447 H

27 Februari 2026 - 10:30 WIB

ANTARA News
Trending di Ekonomi