BPBD Jatim Cepat Perbaiki Peralatan Early Warning System Pasca Banjir BPJS Ketenagakerjaan Dorong Seluruh Mitra Ojol Manfaatkan Potongan Iuran DVI Polda Sulut Identifikasi Tiga Korban Kebakaran di Panti Wreda Masalah Mata, Duet Marwan/Aisyah Dipastikan Absen dari Indonesia Masters 2026 Apkasindo: Perkuat Sektor Hulu Jadi Kunci Percepatan Hilirisasi Sawit BBKSDA Jawa Timur dan Mahasiswa Lakukan Pengamatan Burung Migrasi di Tulungagung

Ekonomi

Bea Keluar Batu Bara 2026 Berpotensi Tambah Kas Negara Rp19 Triliun, Kata Analis

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Pemerintah berencana memberlakukan bea keluar untuk batu bara pada 2026 yang menurut analisis memiliki potensi menambah kas negara hingga sekitar Rp19 triliun.

Penilaian Ahli

Analis kebijakan publik sekaligus Kepala Peneliti NEXT Indonesia Center, Ade Holis, menilai rencana tersebut memiliki potensi fiskal sebagaimana angka yang diperkirakan. Pernyataan itu menempatkan kebijakan fiskal terkait komoditas strategis ini sebagai salah satu opsi untuk meningkatkan penerimaan negara.

Fokus pada Dampak Penerimaan

Perkiraan tambahan kas negara sebesar Rp19 triliun menunjukkan bahwa kebijakan bea keluar dapat memberi kontribusi nyata terhadap pendapatan pemerintah jika diberlakukan sesuai skema yang direncanakan. Besaran itu menggambarkan nilai potensial yang dapat diakumulasi dari pungutan atas ekspor batu bara pada periode yang disasar.

Pertimbangan Kebijakan

Langkah untuk mengenakan bea keluar umumnya dievaluasi tidak hanya dari sisi potensi penerimaan, tetapi juga dampaknya terhadap pelaku usaha, rantai pasok, dan posisi komoditas di pasar internasional. Penilaian resmi dan masukan dari pemangku kepentingan diperlukan agar kebijakan berjalan efektif dan seimbang.

Konteks dan Langkah Selanjutnya

Penerapan kebijakan fiskal semacam ini biasanya melalui tahapan perumusan teknis, konsultasi, dan penetapan aturan pelaksana. Hasil analisis seperti yang disampaikan oleh Ade Holis menjadi salah satu bahan pertimbangan bagi pembuat kebijakan dalam menimbang manfaat dan konsekuensi pelaksanaan bea keluar.

Sampai kebijakan resmi ditetapkan dan detail pelaksanaannya diumumkan, proyeksi potensi penerimaan sebesar Rp19 triliun menjadi indikator awal mengenai besaran dampak fiskal yang mungkin muncul pada 2026.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

BPJS Ketenagakerjaan Dorong Seluruh Mitra Ojol Manfaatkan Potongan Iuran

13 Januari 2026 - 21:00 WIB

ANTARA News

Apkasindo: Perkuat Sektor Hulu Jadi Kunci Percepatan Hilirisasi Sawit

13 Januari 2026 - 19:30 WIB

ANTARA News

Grab Indonesia Salurkan Rp100 Miliar untuk Program Kesejahteraan Mitra

13 Januari 2026 - 18:30 WIB

ANTARA News

Ombudsman RI Salurkan Manfaat Rp42 Miliar Lewat Tahap Resmon pada 2025

13 Januari 2026 - 17:30 WIB

ANTARA News

Bank Lampung Catat Laba Bersih Rp200 Miliar pada 2025

13 Januari 2026 - 14:00 WIB

ANTARA News
Trending di Ekonomi