Menlu AS Minta Warga Amerika Tinggalkan Iran dan Melarang Perjalanan ke Sana Polda Metro Jaya Tanggapi Kasus Mahasiswa yang Mencoret Hijab Polwan Pawai Ogoh-Ogoh Akan Meriahkan Perayaan Nyepi di Bundaran HI 19 Maret Menteri Trenggono Salurkan Beras Program SPHP untuk Nelayan di Lombok Timur Bursa: Perpaduan Sejarah dan Alam yang Menenangkan di Anatolia AHY Pastikan Kesiapan Infrastruktur dan Transportasi untuk Mudik

Warta Bumi

BMKG Lampung Tegaskan Awan Lenticularis Bukan Tanda Hujan Badai

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Lampung — Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Lampung, Rudi Harianto, menegaskan bahwa kemunculan awan bertipe lenticularis di wilayah Lampung tidak serta merta menjadi pertanda akan terjadi hujan deras atau badai.

Pemaparan BMKG

Rudi menyampaikan bahwa fenomena munculnya awan jenis ini kerap menarik perhatian publik karena bentuknya yang khas. Namun, menurutnya, penampakan awan lenticularis harus dipahami secara hati-hati dan tidak langsung dikaitkan dengan potensi cuaca ekstrem tanpa analisis lebih lanjut dari pihak berwenang.

Reaksi Publik dan Informasi Resmi

Beberapa foto dan video penampakan awan tersebut sempat beredar di media sosial, memicu berbagai spekulasi. BMKG Lampung mengimbau agar masyarakat lebih mengandalkan informasi resmi dan data meteorologi yang disampaikan oleh lembaga terkait untuk memahami kondisi cuaca saat ini.

Pentingnya Pemantauan Berbasis Data

Pihak BMKG terus memantau perkembangan cuaca dari hari ke hari. Rudi menekankan pentingnya verifikasi melalui pengamatan dan data meteorologi sebelum menarik kesimpulan mengenai potensi hujan atau badai. Langkah ini diperlukan agar respons publik dan kesiapsiagaan berlangsung berdasarkan informasi yang akurat.

Dalam kesempatan yang sama, BMKG juga mengingatkan agar warga selalu memperbarui informasi melalui saluran resmi lembaga, sehingga masyarakat mendapatkan gambaran kondisi cuaca yang valid dan dapat mengambil langkah antisipatif yang tepat jika diperlukan.

Penutup

Fenomena awan lenticularis menimbulkan rasa ingin tahu, namun BMKG Lampung mengajak publik untuk tidak cepat menyimpulkan adanya ancaman cuaca ekstrim hanya dari penampakan awan. Pemeriksaan data dan konfirmasi dari ahli meteorologi tetap menjadi rujukan utama.

Awan Lenticularis

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Pemerintah Tetapkan “Renduk” Rehab-Rekon sebagai Dasar Alokasi Anggaran Pascabencana di Sumatera

27 Februari 2026 - 19:00 WIB

ANTARA News

Wamendagri: Sinkronisasi Antarlevel Kunci Hadapi Perubahan Iklim

25 Februari 2026 - 20:00 WIB

ANTARA News

Penyintas di Pintu Rimba Mendesak Percepatan Pembukaan Jalan dan Pembangunan Huntap

21 Februari 2026 - 17:30 WIB

ANTARA News

BMKG Tetapkan Tujuh Kabupaten di Jawa Tengah Berstatus Siaga Karena Curah Hujan Tinggi

21 Februari 2026 - 09:30 WIB

ANTARA News

Kodam Jaya Bisa Jadi Contoh dalam Pengelolaan Limbah Elektronik, Kata DLH DKI

20 Februari 2026 - 20:00 WIB

ANTARA News
Trending di Warta Bumi