Bogor Tertibkan 63 Billboard Sepanjang 2025, Kota Dinilai ‘Bebas Sampah Visual’ Iran Nyatakan Siap Mengurangi Pengayaan Uranium Secara Bersyarat Pemerintah Matangkan Program MBG untuk Lansia, Fokus pada Usia 75 Tahun ke Atas Danantara Perkuat Persiapan Proyek Bioetanol di PG Glenmore, Jawa Timur Pemkot Semarang Tekankan Pengelolaan Sampah Harus Libatkan Lintas OPD Simulasi Al-Quran Bahasa Isyarat dari Indonesia Menarik Perhatian Pengunjung di Mesir

Ekonomi

BPH Migas Dorong Penyusunan Peta Jalan FSRU untuk Perkuat Pasokan Gas di Jawa Timur

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

BPH Migas Percepat Perencanaan Fasilitas FSRU di Jawa Timur

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mendorong langkah-langkah awal terkait pembangunan fasilitas Floating Storage Regasification Unit (FSRU) sebagai upaya memperkuat pasokan gas bumi di wilayah Jawa Timur. Inisiatif ini menekankan pentingnya penyiapan peta jalan yang sistematis untuk menjamin kesiapan infrastruktur serta alur implementasi kegiatan pembangunan.

Peta jalan yang dimaksud ditujukan sebagai panduan terkoordinasi dalam perencanaan fasilitas FSRU. Dokumen tersebut diharapkan menjadi acuan bagi berbagai pihak yang berkepentingan dalam menyusun langkah-langkah teknis, perizinan, serta kebutuhan investasi agar proses pembangunan dapat berjalan lebih terarah dan efisien.

Tujuan Dorongan Peta Jalan

Dorongan penyusunan peta jalan muncul sebagai respons terhadap kebutuhan untuk meningkatkan pasokan gas di kawasan Jawa Timur. Penataan yang lebih baik terhadap rencana pembangunan fasilitas diharapkan memperkuat ketahanan pasokan dan mendukung distribusi gas yang lebih lancar bagi konsumen industri maupun kebutuhan lainnya di wilayah tersebut.

Dengan adanya kerangka kerja terstruktur, pihak-pihak yang terlibat dapat mengidentifikasi prioritas, mengatur urutan kegiatan, serta menyesuaikan sumber daya yang diperlukan agar proses pembangunan fasilitas FSRU dapat dilaksanakan secara efektif.

Peran dan Koordinasi

Gagasan penyusunan peta jalan menekankan pentingnya sinergi antara pemangku kepentingan. Meskipun rincian teknis dan jadwal pelaksanaan akan disusun lebih lanjut, langkah awal ini menempatkan perencanaan sebagai fondasi yang memfasilitasi komunikasi dan kerja sama antarinstansi yang memiliki peran dalam pengembangan infrastruktur hilir migas.

Pentingnya koordinasi juga mencakup aspek pengaturan regulasi serta peninjauan kebutuhan operasional agar fasilitas yang direncanakan sesuai dengan kondisi riil di lapangan.

Langkah Ke Depan

Dalam tahap awal, fokus diarahkan pada penyusunan kerangka peta jalan yang komprehensif. Selanjutnya, dokumen tersebut dapat menjadi dasar untuk proses kajian lebih mendetail, termasuk aspek teknis dan nonteknis yang relevan sebelum memasuki tahapan implementasi fisik.

Penyusunan peta jalan diharapkan membuka ruang bagi koordinasi lintas sektor sehingga proses perencanaan dapat diikuti oleh tindakan yang konkrit dan terukur. Hal ini penting untuk memastikan bahwa upaya memperkuat pasokan gas melalui fasilitas FSRU berjalan sesuai kebutuhan kawasan.

Kesimpulan

BPH Migas mendorong inisiatif pembuatan peta jalan pembangunan fasilitas FSRU sebagai langkah awal strategis untuk memperkuat pasokan gas bumi di Jawa Timur. Pendekatan perencanaan yang terstruktur diharapkan menjadi dasar bagi pelaksanaan yang lebih terkoordinasi dan tepat sasaran, mendukung stabilitas pasokan energi di wilayah tersebut.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Danantara Perkuat Persiapan Proyek Bioetanol di PG Glenmore, Jawa Timur

3 Februari 2026 - 20:00 WIB

ANTARA News

PNM Layani 22,9 Juta Nasabah di Lebih dari 60 Ribu Desa, Catatkan Jangkauan Luas

3 Februari 2026 - 15:30 WIB

ANTARA News

BPKN Pantau dan Siap Bantu Konsumen Menanggapi Rumor Penutupan Tokopedia

3 Februari 2026 - 14:00 WIB

ANTARA News

BPS: Inflasi Tahunan Januari 2026 Catatkan Level Tertinggi Sejak Mei 2023

2 Februari 2026 - 21:00 WIB

ANTARA News

BPS Catat Penurunan Harga Komoditas di Tiga Provinsi Sumatra Pascabencana

2 Februari 2026 - 19:30 WIB

ANTARA News
Trending di Ekonomi