Simulasi Puncak Haji Dilakukan melalui Gladi Posko Armuzna
Sejumlah peserta pendidikan dan pelatihan (diklat) calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1447 H/2026 M melaksanakan gladi posko Armuzna sebagai bagian dari persiapan menghadapi puncak pelaksanaan ibadah haji. Kegiatan ini dirancang untuk menguji dan memperkuat kesiapan operasional petugas dalam menangani berbagai situasi pada masa puncak pelayanan jamaah.
Fokus latihan pada gladi posko adalah penguatan koordinasi antarunit dan pengelolaan layanan di posko Armuzna. Pada latihan tersebut, peserta menjalani serangkaian skenario yang menuntut sinergi antara tugas administrasi, penanganan jamaah, serta penyampaian informasi yang efektif. Langkah-langkah yang dilatih mencakup prosedur penempatan jamaah, komunikasi antarpetugas, dan mekanisme respons terhadap kondisi yang memerlukan perhatian khusus.
Pelaksanaan gladi posko bertujuan mempertemukan aspek teori yang diperoleh selama diklat dengan praktik lapangan. Melalui simulasi ini, calon petugas dapat menilai sejauh mana kesiapan individu dan tim dalam menyelesaikan tugas-tugas yang menjadi tanggung jawab mereka selama masa puncak haji. Selain itu, latihan menjadi ajang identifikasi aspek-aspek yang perlu disempurnakan sebelum penugasan sebenarnya.
Manfaat bagi peserta terlihat dalam kesempatan untuk mempraktikkan pengambilan keputusan cepat, koordinasi lintas fungsi, dan tata kelola layanan jamaah. Gladi posko juga memberikan pengalaman langsung dalam mengelola arus informasi dan kebutuhan operasional di posko, sehingga diharapkan mampu meningkatkan ketepatan tindakan saat menghadapi dinamika di lapangan.
Dalam konteks penyelenggaraan ibadah haji, kesiapan petugas menjadi salah satu aspek penting untuk memastikan layanan yang aman dan lancar bagi jamaah. Pelatihan seperti gladi posko Armuzna menjadi bagian dari rangkaian diklat yang menyiapkan calon PPIH untuk menjalankan tugas di lingkungan yang dinamis, khususnya pada momen puncak ketika kebutuhan pelayanan meningkat.
Rangkaian kegiatan latih ini juga berfungsi sebagai wahana evaluasi bagi penyelenggara diklat untuk mengevaluasi efektivitas materi dan metode latihan. Temuan dari simulasi dapat dijadikan dasar penyesuaian materi pelatihan, pembagian tugas, serta prosedur operasional standar yang akan diterapkan oleh petugas saat bertugas.
Dengan berjalannya gladi posko Armuzna dalam rangkaian diklat calon PPIH, para peserta memperoleh pengalaman praktik yang diharapkan menjadi modal penting saat mereka menempati pos masing-masing. Kegiatan semacam ini menjadi bagian integral dari upaya mempersiapkan sumber daya manusia yang siap menjalankan pelayanan ibadah haji secara profesional.
Foto: ANTARA News






