Menlu AS Minta Warga Amerika Tinggalkan Iran dan Melarang Perjalanan ke Sana Polda Metro Jaya Tanggapi Kasus Mahasiswa yang Mencoret Hijab Polwan Pawai Ogoh-Ogoh Akan Meriahkan Perayaan Nyepi di Bundaran HI 19 Maret Menteri Trenggono Salurkan Beras Program SPHP untuk Nelayan di Lombok Timur Bursa: Perpaduan Sejarah dan Alam yang Menenangkan di Anatolia AHY Pastikan Kesiapan Infrastruktur dan Transportasi untuk Mudik

Warta Bumi

Dari Pagerungan Besar: Recycling Center Diupayakan Jadi Pusat Edukasi Lingkungan di Sapeken

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Dari Pagerungan Besar, Inisiatif Pengelolaan Sampah Diprakarsai

Upaya pengelolaan sampah yang melibatkan peran aktif masyarakat kembali diperkuat di Kabupaten Sumenep. Inisiatif yang dimulai dari wilayah Pagerungan Besar ini diarahkan untuk membangun sebuah recycling center yang diharapkan menjadi etalase edukasi lingkungan di kawasan Sapeken.

Konsep dan tujuan

Program ini menitikberatkan pada partisipasi warga dalam pengelolaan limbah, dengan tujuan memberikan contoh nyata praktik pengelolaan sampah yang dapat dipelajari dan ditiru oleh komunitas lokal lainnya. Recycling center yang direncanakan bukan sekadar fasilitas pengolahan, tetapi juga ruang edukasi untuk meningkatkan pemahaman tentang pengelolaan lingkungan di tingkat masyarakat.

Pelibatan masyarakat

Salah satu unsur utama dari inisiatif ini adalah keterlibatan penduduk setempat. Upaya memperkuat basis partisipatif dimaksudkan agar warga menjadi pelaku aktif dalam pengelolaan sampah harian, mulai dari pemilahan sampai pengelolaan lebih lanjut. Dengan begitu, pengelolaan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga menjadi agenda bersama yang dilaksanakan oleh komunitas.

Fungsi edukatif recycling center

Recycling center dirancang untuk berfungsi sebagai etalase atau tempat percontohan yang menampilkan praktik-praktik pengelolaan sampah dan kegiatan edukasi lingkungan. Tempat ini diharapkan dapat memberi wawasan kepada pelajar, tokoh masyarakat, serta warga umum mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang baik dan bagaimana cara melakukan langkah-langkah praktis di lingkungan masing-masing.

Harapan dan langkah ke depan

Melalui pendekatan yang berakar pada komunitas, targetnya adalah terciptanya perubahan perilaku yang berkelanjutan dalam tata kelola sampah di Sapeken dan sekitarnya. Program ini diharapkan membuka ruang untuk kolaborasi antara warga, pemerintah daerah, dan pihak terkait lainnya agar pengelolaan sampah menjadi lebih efektif dan berdampak jangka panjang.

Tantangan yang mungkin dihadapi

Walaupun pendekatan partisipatif memberikan banyak potensi, pelaksanaannya memerlukan konsistensi, koordinasi, dan komitmen dari berbagai pihak agar tujuan edukatif dan operasional recycling center dapat tercapai. Kesiapan komunitas, akses sumber daya, serta kelanjutan program menjadi aspek penting yang menentukan keberhasilan inisiatif ini.

Penutup

Langkah awal dari Pagerungan Besar menunjukkan adanya upaya terencana untuk memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Kabupaten Sumenep. Dengan recycling center yang ditargetkan menjadi etalase edukasi lingkungan di Sapeken, diharapkan muncul peningkatan kesadaran dan partisipasi publik dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan setempat.

Foto: Warta Bumi

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Pemerintah Tetapkan “Renduk” Rehab-Rekon sebagai Dasar Alokasi Anggaran Pascabencana di Sumatera

27 Februari 2026 - 19:00 WIB

ANTARA News

Wamendagri: Sinkronisasi Antarlevel Kunci Hadapi Perubahan Iklim

25 Februari 2026 - 20:00 WIB

ANTARA News

Penyintas di Pintu Rimba Mendesak Percepatan Pembukaan Jalan dan Pembangunan Huntap

21 Februari 2026 - 17:30 WIB

ANTARA News

BMKG Tetapkan Tujuh Kabupaten di Jawa Tengah Berstatus Siaga Karena Curah Hujan Tinggi

21 Februari 2026 - 09:30 WIB

ANTARA News

Kodam Jaya Bisa Jadi Contoh dalam Pengelolaan Limbah Elektronik, Kata DLH DKI

20 Februari 2026 - 20:00 WIB

ANTARA News
Trending di Warta Bumi