Plan Indonesia Salurkan Bantuan Tunai MPCA untuk 3.400 Keluarga di Aceh KAI Daop 2 Bandung Pantau 55 Titik Rawan Menjelang Mudik Lebaran 2026 Macron: Seorang Prajurit Prancis Meninggal Usai Diserang Drone di Irak Polda Metro Jaya Dalami Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Andrie Yunus Gasperini Akui Roma Kesulitan Menyamakan Ritme Permainan Fisik Bologna Gubernur Papua Barat Temui Menteri Pertanian untuk Bahas Penguatan Sektor Pangan

Hukum

DPR Desak Proses Hukum untuk ABK Fandi Ramadhan Berjalan Transparan dan Profesional

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Desakan Transparansi dan Profesionalisme

Anggota Komisi III DPR RI, Hasbiallah Ilyas, menegaskan pentingnya pelaksanaan proses hukum yang terbuka dan profesional terkait kasus yang menimpa Fandi Ramadhan, seorang anak buah kapal (ABK). Permintaan ini mendorong agar seluruh penanganan perkara dilakukan sesuai prosedur hukum yang berlaku, tanpa menimbulkan keraguan publik terhadap independensi penegakan hukum.

Penekanan pada Kepastian Prosedural

Hasbiallah menyoroti perlunya kepastian bahwa tahapan penyidikan dan penuntutan berjalan secara obyektif. Dalam pandangannya, masyarakat berhak mengetahui bahwa setiap langkah aparat penegak hukum memenuhi standar profesional, sehingga hasil pemeriksaan dan keputusan pengadilan nantinya dapat diterima secara adil.

Perlindungan Hak-Hak Hukum

Permintaan agar proses berjalan transparan juga berkaitan dengan pemenuhan hak-hak hukum pihak yang bersangkutan. Keterbukaan dalam penanganan perkara diharapkan menjamin akses terhadap bantuan hukum, kesempatan pembelaan yang layak, serta perlakuan yang sesuai dengan prinsip-prinsip dasar peradilan.

Menjaga Kepercayaan Publik

Hasbiallah mengingatkan bahwa tata kelola perkara yang jelas dan profesional penting untuk memelihara kepercayaan publik terhadap lembaga penegak hukum. Dalam situasi di mana isu-isu hukum menjadi sorotan, transparansi dapat mereduksi spekulasi dan menegakkan rasa keadilan di mata masyarakat.

Kebutuhan Akan Penanganan yang Akuntabel

Selain aspek prosedural, dorongan untuk akuntabilitas juga muncul sebagai bagian dari seruan agar seluruh pihak terkait bekerja sesuai aturan. Penanganan yang tercatat dengan baik dan dapat dipertanggungjawabkan dinilai esensial untuk memastikan bahwa proses tidak tercemar oleh campur tangan yang tidak semestinya.

Harapan untuk Proses yang Bersih

Langkah yang diminta oleh anggota DPR ini menandakan harapan agar kasus tersebut ditangani dengan prinsip-prinsip peradilan yang bersih dan tidak memihak. Hal ini mencakup transparansi informasi yang proporsional serta profesionalisme seluruh aparat yang menangani perkara, sehingga putusan akhir mencerminkan kebenaran hukum yang dapat dipertanggungjawabkan.

Informasi tambahan, termasuk perkembangan lebih lanjut mengenai langkah penyidikan atau proses peradilan, diharapkan diumumkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku agar publik memperoleh gambaran yang akurat dan tidak bias.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Polda Metro Jaya Dalami Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Andrie Yunus

13 Maret 2026 - 16:00 WIB

ANTARA News

KPK Tahan Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari dan Empat Tersangka sampai 30 Maret

11 Maret 2026 - 17:00 WIB

ANTARA News

BPOM Tarik 56.027 Produk Pangan Olahan yang Tak Penuhi Aturan untuk Lindungi Konsumen

11 Maret 2026 - 13:00 WIB

ANTARA News

Dua WNA Rusia Diamankan Terkait Penemuan Laboratorium Gelap Narkotika di Bali

7 Maret 2026 - 20:00 WIB

ANTARA News

Wakil Wali Kota Minta Posbankum Ambil Peran dalam Penanggulangan Narkotika di Jakarta Utara

6 Maret 2026 - 09:00 WIB

ANTARA News
Trending di Hukum