Sulawesi Tenggara Terima Alokasi Tambahan 10.000 Hektar Cetak Sawah Baru Festival Sepak Bola Rakyat di Palu: Coaching Clinic untuk SSB Fasilitas Air Minum Siap Saji Akan Hadir di Jalur Sudirman-Thamrin Peran Bahasa dalam Menyatukan Budaya di Purwokerto Sabar dan Reza Bawa Indonesia Samakan Skor Melawan Thailand PT PAL dan IKI Bangun Kapal Pinisi untuk Penguatan Sektor Maritim Sulsel

Metro

DPRD DKI: Revitalisasi Pasar di Jakarta Harus Lebih dari Sekadar Rutinitas

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Sekretaris Komisi C DPRD DKI Jakarta, Ismail, mengingatkan bahwa program revitalisasi pasar rakyat di ibu kota tidak boleh diperlakukan sekadar sebagai agenda berkala yang hanya menyentuh permukaan masalah.

Revitalisasi harus menyasar keberlanjutan dan partisipasi

Menurut Ismail, upaya pembaruan fasilitas pasar perlu dirancang agar memberi dampak jangka panjang bagi pedagang dan pembeli. Revitalisasi yang hanya menitikberatkan perbaikan fisik tanpa memikirkan aspek pemeliharaan, tata kelola, dan kelangsungan ekonomi para pelaku usaha pasar, kata dia, berisiko gagal memenuhi tujuan yang diharapkan.

Dia menekankan pentingnya melibatkan para pedagang, pengelola pasar, dan komunitas setempat sejak tahap perencanaan. Keterlibatan pihak-pihak ini dinilai krusial untuk memastikan desain, fasilitas, dan aturan operasi pasar benar-benar sesuai dengan kebutuhan pengguna serta mengurangi potensi konflik pasca-revitalisasi.

Perencanaan, pemeliharaan, dan evaluasi

Ismail mendorong agar setiap program revitalisasi dilengkapi rencana pemeliharaan yang jelas sehingga fasilitas yang telah diperbaiki tetap dalam kondisi baik dan aman untuk digunakan. Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya evaluasi berkala untuk mengukur efektivitas intervensi, baik dari sisi pelayanan terhadap publik maupun kesejahteraan pedagang kecil.

Tanpa mekanisme evaluasi yang memadai, kata Ismail, sulit mengetahui apakah upaya revitalisasi benar-benar memperbaiki kondisi pasar atau hanya memberikan perbaikan temporer yang cepat menurun kualitasnya.

Transparansi dan koordinasi lintas pihak

Ismail juga menyinggung perlunya transparansi dalam proses perencanaan dan penggunaan anggaran revitalisasi. Menurutnya, keterbukaan informasi dapat meningkatkan akuntabilitas dan mengurangi potensi penyalahgunaan dana. Selain itu, koordinasi yang baik antara instansi pemerintahan terkait, pengelola pasar, dan perwakilan pedagang disebutnya sebagai kunci untuk pelaksanaan yang efektif.

Dengan koordinasi yang terjalin, berbagai kebutuhan teknis dan sosial dapat ditangani secara komprehensif, termasuk aspek aksesibilitas, kebersihan, kesesuaian tata niaga, serta aspek keselamatan kebakaran dan sanitasi.

Perlindungan dan pemberdayaan pedagang

Ismail menyoroti bahwa revitalisasi idealnya tidak hanya menyentuh infrastruktur tetapi juga ikut memperkuat posisi pedagang kecil, misalnya melalui pelatihan manajemen usaha, fasilitasi akses permodalan atau mekanisme transisi yang adil saat lokasi pasar direvitalisasi. Upaya-upaya semacam ini dianggap penting agar pembaruan fisik pasar berdampak positif terhadap penghidupan para pedagang.

Dia mengingatkan bahwa tanpa perhatian pada aspek sosial-ekonomi, pembaruan pasar berisiko menggusur atau melemahkan kelompok pedagang yang rentan.

Ismail mengajak semua pihak untuk menjadikan program revitalisasi sebagai proses yang terencana, transparan, dan partisipatif sehingga pasar rakyat di Jakarta dapat berfungsi lebih baik sebagai pusat ekonomi lokal yang aman, nyaman, dan berkelanjutan.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Fasilitas Air Minum Siap Saji Akan Hadir di Jalur Sudirman-Thamrin

27 April 2026 - 12:02 WIB

ANTARA News

Rano Karno Setujui Penambahan Personel Satpol PP DKI Jakarta

25 April 2026 - 10:01 WIB

ANTARA News

Puncak Gelombang Kedua Arus Balik di Terminal Kampung Rambutan Diperkirakan Terjadi Minggu

26 Maret 2026 - 17:00 WIB

ANTARA News

Jalan Kayu Mas Utara di Pulogadung Amblas, Mobilitas Pengendara Terganggu Sejak Lebaran

26 Maret 2026 - 15:00 WIB

ANTARA News

KCIC Pastikan Penumpang Whoosh yang Tertinggal Bisa Menjadwal Ulang Tanpa Biaya

25 Maret 2026 - 18:00 WIB

ANTARA News
Trending di Metro