Raymond Indra/Nikolaus Joaquin Akui Penampilan Belum Maksimal saat Hadapi Ganda Thailand BMKG: Tiga Kabupaten di Sulawesi Utara Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang Menag: Tasawuf sebagai Kunci Menjaga Masa Depan Bumi FAKTA: Penonaktifan Kepesertaan BPJS Kesehatan PBI Dinilai Mengancam Nyawa Pasien Gagal Ginjal Danantara Gelar Groundbreaking Enam Proyek Hilirisasi Bernilai 7 Miliar Dolar AS Basarnas Lanjutkan Operasi Pencarian Korban Longsor di Pasirlangu Secara Terbatas

Humaniora

FAKTA: Penonaktifan Kepesertaan BPJS Kesehatan PBI Dinilai Mengancam Nyawa Pasien Gagal Ginjal

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Forum Warga Kota (FAKTA) Indonesia</strong) menyatakan keprihatinan serius terkait kebijakan penonaktifan kepesertaan BPJS Kesehatan bagi Penerima Bantuan Iuran (PBI). Menurut organisasi tersebut, langkah penonaktifan berpotensi mengancam hak hidup pasien dengan penyakit gagal ginjal yang sangat bergantung pada layanan kesehatan berkelanjutan.

Dampak bagi pasien penyakit kronis

FAKTA menilai bahwa penghentian status kepesertaan PBI akan berdampak langsung pada akses pasien terhadap layanan medis yang rutin dan penting. Bagi pasien gagal ginjal, kontinuitas perawatan merupakan hal krusial; gangguan pada akses layanan dapat menyebabkan konsekuensi kesehatan yang serius.

Kekhawatiran terhadap hak hidup

Organisasi itu menekankan dimensi hak asasi manusia dari masalah ini. Penonaktifan kepesertaan BPJS Kesehatan PBI bukan sekadar persoalan administratif, melainkan berimplikasi pada pemenuhan hak dasar atas kesehatan dan keselamatan jiwa. FAKTA menyoroti bahwa kebijakan tersebut dapat menempatkan kelompok rentan dalam situasi berisiko.

Seruan untuk perlindungan kelompok rentan

Dalam pandangan FAKTA, perlindungan terhadap penerima bantuan harus menjadi prioritas ketika kebijakan administrasi dilakukan. Kelompok pasien yang memerlukan perawatan jangka panjang, seperti penderita gagal ginjal, memerlukan kepastian akses layanan agar terapi dan pengobatan dapat berlanjut tanpa hambatan yang mengancam keselamatan mereka.

Pentingnya kesinambungan layanan

Kelangsungan layanan kesehatan merupakan faktor kunci bagi kualitas hidup pasien kronis. FAKTA mengangkat perhatian bahwa setiap perubahan status kepesertaan yang mengurangi akses berisiko menimbulkan konsekuensi medis serius. Oleh karena itu, langkah-langkah kebijakan yang mempengaruhi kepesertaan PBI perlu dirancang dengan mempertimbangkan aspek keselamatan dan hak pasien.

Gambar terkait berita ini menunjukkan suasana yang berkaitan dengan isu kesehatan publik dan menjadi pengingat betapa pentingnya menjaga akses layanan bagi warga yang membutuhkan perhatian medis terus-menerus.

FAKTA mendorong pemangku kebijakan untuk menimbang dampak kemanusiaan dari setiap keputusan administratif yang berhubungan dengan program bantuan sosial dan layanan kesehatan agar tidak mengorbankan kesejahteraan dan keselamatan kelompok paling rentan.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Menag: Tasawuf sebagai Kunci Menjaga Masa Depan Bumi

6 Februari 2026 - 20:30 WIB

ANTARA News

IDAI: Indonesia Masih Butuh Sekitar 400 Konsultan Jantung Anak

6 Februari 2026 - 18:30 WIB

ANTARA News

Kemenhaj Apresiasi Pelunasan Bipih di Sumbar Capai 107 Persen Meski Terkena Bencana

6 Februari 2026 - 15:30 WIB

ANTARA News

Baznas RI dan Angkasa Malaysia Sepakati Pemberdayaan Umat melalui Koperasi Masjid

6 Februari 2026 - 14:00 WIB

ANTARA News

Prof. Tjandra Yoga Aditama Jelaskan Asal Nama Penyakit Virus Nipah

6 Februari 2026 - 08:30 WIB

ANTARA News
Trending di Humaniora