Bapanas Tegaskan Penyaluran 242 Ribu Ton Jagung Pakan pada Maret Masjid Berbentuk Kapal Pesiar, Masjid Al Fauzan di Nagari Katapiang Dibuka untuk Umum LDII Sumsel Luncurkan Program Pembersihan 326 Tempat Ibadah CENTCOM Tahan Komentar soal Dugaan Keterlibatan Pasukan dalam Serangan di Iran Polresta Malang Minta Warga Segera Lapor Jika Menemukan Dugaan Penimbunan Pangan Satpol PP Jaksel Akan Bongkar Lapangan Padel Tak Berizin di Cilandak

Nusantara

Gubernur Jabar Sebut Alih Fungsi Lahan Jadi Penyebab Utama Banjir di Bandung Raya

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Bandung, Jawa Barat – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyatakan bahwa banjir yang sering melanda wilayah Bandung Raya disebabkan oleh alih fungsi lahan yang tidak terkendali. Menurutnya, perubahan penggunaan lahan dari fungsinya semula menjadi penyebab utama terjadinya penurunan daya resap air ke dalam tanah sehingga memicu banjir.

Dedi Mulyadi menekankan pentingnya menjaga fungsi lahan sebagai daerah resapan air. Perubahan lahan yang sebelumnya berupa area hijau berubah menjadi lahan terbangun atau pemukiman menyebabkan berkurangnya kapasitas tanah untuk menyerap air hujan. Akibatnya, air hujan yang seharusnya terserap oleh tanah malah mengalir ke permukaan, meningkatkan risiko banjir di kawasan perkotaan khususnya Bandung Raya.

Gubernur juga mendorong kesadaran masyarakat dan pemerintah daerah untuk melakukan pengelolaan lahan yang berkelanjutan. Ia menilai sudah saatnya dilakukan penataan kembali fungsi lahan agar dampak negatif seperti banjir dapat diminimalkan.

Permasalahan alih fungsi lahan ini menjadi sorotan karena semakin besarnya tekanan urbanisasi yang menyebabkan pembangunan di kawasan pinggiran kota menjadi pesat tanpa diimbangi dengan kelestarian lingkungan. Kondisi ini mengakibatkan wilayah Bandung menjadi rawan banjir setiap musim hujan.

Solusi menjaga kelestarian fungsi lahan dinilai menjadi langkah strategis untuk mengurangi bencana banjir yang sering merugikan warga dan mengganggu aktivitas sosial serta ekonomi. Pendekatan ini melibatkan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak terkait untuk mengawasi dan mengelola lahan dengan baik.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Masjid Berbentuk Kapal Pesiar, Masjid Al Fauzan di Nagari Katapiang Dibuka untuk Umum

28 Februari 2026 - 21:00 WIB

ANTARA News

Gubernur: Beberapa Program Pusat Sudah Berjalan di Rejang Lebong

28 Februari 2026 - 17:30 WIB

ANTARA News

Pemprov Jatim Siapkan 17 Rute Bus dan Dua Rute Kapal untuk Program Mudik Gratis

28 Februari 2026 - 11:30 WIB

ANTARA News

Menteri Trenggono Salurkan Beras Program SPHP untuk Nelayan di Lombok Timur

28 Februari 2026 - 08:30 WIB

ANTARA News

AHY Pastikan Kesiapan Infrastruktur dan Transportasi untuk Mudik

27 Februari 2026 - 21:30 WIB

ANTARA News
Trending di Nusantara