HIMKI Fokus pada Integrasi Pasar Domestik
Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) menggarisbawahi pentingnya integrasi pasar domestik sebagai langkah strategis untuk memaksimalkan manfaat yang dapat diperoleh dari penyelenggaraan pameran Trade Expo Indonesia (TEI). Menurut HIMKI, skema P3DN dipandang sebagai salah satu sarana untuk memperkuat hubungan antar pelaku usaha dan meningkatkan penyerapan produk dalam negeri di pasar nasional.
Integrasi pasar domestik dinilai krusial karena dapat memperluas akses bagi produsen mebel dan kerajinan ke berbagai segmen konsumen di dalam negeri. Dengan konektivitas yang lebih baik antar daerah, diharapkan produk lokal memiliki peluang pemasaran yang lebih merata sehingga manfaat pameran seperti TEI tidak hanya dinikmati oleh pihak yang hadir di pusat kegiatan, tetapi juga tersebar ke wilayah lain.
Peran Pameran TEI dalam Mendorong Penyerapan Pasar
Pameran berskala nasional seperti TEI disebut berperan sebagai panggung penting bagi pelaku industri untuk memamerkan produk, menjalin relasi bisnis, dan memperoleh informasi tentang permintaan pasar. HIMKI melihat sinergi antara penyelenggaraan pameran dan kebijakan integrasi pasar sebagai kombinasi yang dapat memperkuat daya saing produk mebel dan kerajinan nasional.
Melalui pemanfaatan pameran, produsen lokal mendapat kesempatan bertemu pembeli potensial, menjajaki peluang kerja sama, dan mendapatkan umpan balik langsung dari pasar. Ketika didukung oleh mekanisme integrasi pasar, hasil pertemuan dan transaksi yang terjadi di pameran diharapkan dapat ditindaklanjuti sehingga memberi efek berkelanjutan bagi produksi dan distribusi dalam negeri.
Manfaat Skema P3DN bagi Pelaku Industri
HIMKI menekankan bahwa skema P3DN dapat membantu memperkuat rantai pasok domestik serta membuka jalur distribusi yang lebih terkoordinasi. Bagi pelaku usaha kecil dan menengah, peningkatan integrasi pasar dapat berarti akses yang lebih mudah ke bahan baku, layanan logistik, dan pasar penjualan yang sebelumnya sulit dijangkau.
Dengan demikian, pameran seperti TEI tidak hanya menjadi ajang pamer produk, tetapi juga momentum untuk menghubungkan berbagai aktor ekonomi—produsen, distributor, peritel, hingga pembeli akhir—dalam ekosistem yang saling mendukung. HIMKI melihat potensi tersebut sebagai aspek penting untuk mendorong keberlanjutan usaha dan peningkatan nilai tambah produk lokal.
Langkah Selanjutnya dan Harapan
HIMKI mengajak para pemangku kepentingan agar memanfaatkan skema integrasi pasar sebagai bagian dari strategi peningkatan kapasitas industri. Melalui pendekatan yang lebih terintegrasi, diharapkan manfaat pameran seperti TEI dapat berlanjut menjadi peluang bisnis nyata bagi pelaku usaha di berbagai daerah.
Secara umum, dorongan untuk memperkuat integrasi pasar ini dilihat sebagai upaya untuk memastikan bahwa momentum yang tercipta selama pameran tidak terputus begitu acara selesai, melainkan menjadi titik awal bagi perluasan jaringan dan peningkatan kehadiran produk dalam negeri di pasar nasional.
Foto: ANTARA News






