BPBD Jatim Cepat Perbaiki Peralatan Early Warning System Pasca Banjir BPJS Ketenagakerjaan Dorong Seluruh Mitra Ojol Manfaatkan Potongan Iuran DVI Polda Sulut Identifikasi Tiga Korban Kebakaran di Panti Wreda Masalah Mata, Duet Marwan/Aisyah Dipastikan Absen dari Indonesia Masters 2026 Apkasindo: Perkuat Sektor Hulu Jadi Kunci Percepatan Hilirisasi Sawit BBKSDA Jawa Timur dan Mahasiswa Lakukan Pengamatan Burung Migrasi di Tulungagung

Olahraga

Hodak Tekankan Pengendalian Emosi Pemain Persib Saat Hadapi Persija

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Hodak Tekankan Pengendalian Emosi Jelang Pertemuan dengan Persija

Bojan Hodak, pelatih kepala Persib Bandung, menegaskan pentingnya pengendalian emosi bagi para pemain saat berhadapan dengan Persija. Menurut Hodak, aspek emosional menjadi hal krusial yang harus dikendalikan agar tim bisa tampil optimal dan meminimalisir gangguan yang berasal dari reaksi di lapangan.

Pernyataan pelatih Persib itu menyoroti sisi mental permainan yang sering menentukan jalannya laga, terutama ketika menghadapi tim lawan yang tekanan permainannya tinggi. Hodak meminta para pemain untuk tetap tenang, mengikuti instruksi pelatih, serta menjaga disiplin selama pertandingan berlangsung.

Fokus pada kendali emosi merupakan bagian dari upaya pelatih untuk mempertahankan struktur permainan tim. Dengan emosi yang terkontrol, pemain diharapkan mampu mengeksekusi strategi yang telah ditetapkan tanpa terganggu oleh situasi emosional yang dapat memicu pelanggaran atau kartu dari wasit.

Selain menjaga performa teknis dan taktis, aspek psikologis juga menjadi perhatian pelatih. Hodak ingin pemainnya bisa merespons provokasi atau situasi sulit di lapangan dengan kepala dingin, sehingga keputusan yang diambil tetap berdasarkan pertimbangan taktik dan bukan reaksi sesaat.

Pernyataan ini juga menggarisbawahi pentingnya profesionalisme dalam kompetisi. Dalam pertandingan yang intens, emosi yang tidak terkendali berpotensi memengaruhi ritme permainan tim, mengubah alur strategi, serta menimbulkan konsekuensi yang merugikan, seperti terjadinya pelanggaran berbahaya atau berkurangnya kemampuan bertahan kolektif.

Dengan menekankan pengendalian emosi, pelatih berharap pemain dapat menjadi lebih matang secara mental saat menghadapi tekanan. Hal ini penting tidak hanya untuk menyelesaikan laga dengan hasil yang diinginkan, tetapi juga untuk menjaga reputasi tim dan menjaga komitmen terhadap gaya permainan yang disusun oleh staf pelatih.

Imbauan Hodak memberi sinyal bahwa manajemen aspek emosi menjadi bagian dari persiapan tim. Para pemain diharapkan mampu menerapkan kontrol diri sebagai bagian dari disiplin tim, sehingga setiap keputusan di lapangan mencerminkan persiapan yang matang dan pengertian terhadap peran masing-masing.

Pada akhirnya, Hodak menaruh perhatian pada cara pemain merespons dinamika pertandingan. Kemampuan untuk mengendalikan emosi dianggap sebagai salah satu faktor penentu yang dapat membantu Persib tampil konsisten dan menjaga kompaknya tim dalam menghadapi tekanan lawan.

Garis besar pesan pelatih ini sederhana: stabilitas emosional di lapangan adalah fondasi penting agar rencana permainan dapat berjalan sesuai harapan, dan hasil pertandingan dapat dicapai melalui kinerja yang disiplin dan terkontrol.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Masalah Mata, Duet Marwan/Aisyah Dipastikan Absen dari Indonesia Masters 2026

13 Januari 2026 - 20:00 WIB

ANTARA News

Marc Marquez Waspadai Kebangkitan Aprilia, KTM, Yamaha, dan Honda di MotoGP

12 Januari 2026 - 18:00 WIB

ANTARA News

Jonatan Christie dan Sabar/ Reza Lanjut ke India Open 2026

12 Januari 2026 - 08:30 WIB

ANTARA News

An Se-young dan Kim/Seo Tunjukkan Tanda Positif di Malaysia Open 2026

12 Januari 2026 - 08:00 WIB

ANTARA News

Medvedev Awali 2026 dengan Sempurna Usai Menang di Brisbane

11 Januari 2026 - 20:30 WIB

ANTARA News
Trending di Olahraga