Satpol PP Jaksel Akan Bongkar Lapangan Padel Tak Berizin di Cilandak Gubernur: Beberapa Program Pusat Sudah Berjalan di Rejang Lebong IRGC Konfirmasi Peluncuran Gelombang Pertama Serangan Roket ke Israel Indonesia dan Mimpi Kolektif Negara D-8: Menopang Harap dari Posisi Menunggu BI: Kapasitas Penyaluran Kredit Masih Longgar, Didorong untuk Percepat Pertumbuhan Pengamat Dorong Tetap Dibukanya Opsi Transit Saat Diskon Tiket Pesawat untuk Mudik

Dunia

IRGC Konfirmasi Peluncuran Gelombang Pertama Serangan Roket ke Israel

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

IRGC Mengumumkan Serangan Roket Pertama ke Israel

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada Sabtu (28/2) mengonfirmasi bahwa mereka telah meluncurkan gelombang pertama serangan roket terhadap Israel. Pernyataan singkat dari IRGC menyebutkan waktu peluncuran dan menyebut aksi itu sebagai “gelombang pertama”, namun tidak merinci rincian teknis atau target spesifik dalam pernyataan tersebut.

Dalam pernyataannya, IRGC memastikan bahwa serangan itu telah dilaksanakan. Istilah “gelombang pertama” yang digunakan menandakan kemungkinan adanya tindak lanjut, tetapi keterangan terperinci mengenai langkah selanjutnya atau jadwal serangan lanjutan tidak disampaikan dalam informasi yang disertakan pada pengumuman tersebut.

Pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh IRGC tidak menguraikan jumlah roket yang diluncurkan, lokasi sasaran, maupun adanya korban atau kerusakan. Informasi lebih lanjut yang biasanya meliputi evaluasi dampak atau verifikasi dari pihak ketiga tidak tersedia dalam kutipan singkat yang menyatakan peluncuran serangan ini.

Hingga rilis pernyataan tersebut, rincian tambahan dari sumber lain atau konfirmasi dari pihak yang menjadi sasaran belum tercantum dalam rilis resmi IRGC yang dikutip. Ketiadaan rincian ini membuat gambaran lengkap mengenai skala dan konsekuensi serangan masih terbatas pada pernyataan awal organisasi.

Peristiwa ini diumumkan dalam konteks pernyataan resmi yang terfokus pada tindakan militer yang diklaim telah dilakukan. Karena keterbatasan informasi dalam pengumuman, laporan lanjutan atau konfirmasi independen akan diperlukan untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai dampak dan perkembangan selanjutnya.

Gambar yang menyertai laporan terkait berasal dari arsip foto yang dipublikasikan bersamaan dengan berita ini. Foto tersebut digunakan sebagai ilustrasi pada pemberitaan awal, namun pernyataan IRGC tidak memberikan keterangan teknis atau gambar yang menunjukkan hasil operasi yang diumumkan.

Berita singkat mengenai pengumuman IRGC ini menunjukkan bahwa informasi yang tersedia sampai saat ini terbatas pada pengakuan peluncuran gelombang pertama. Pembaca diimbau untuk mengharapkan pembaruan ketika otoritas terkait atau sumber independen mengeluarkan konfirmasi tambahan atau detil lebih lanjut.

Ringkasan pernyataan resmi ini menunjukkan bahwa komunikasi publik IRGC berfokus pada pengumuman tindakan militer tanpa menyertakan rincian operasional. Sebagai hasilnya, aspek-aspek seperti jumlah, lokasi dampak, dan respons pihak lain belum dapat dipastikan dari pengumuman yang ada.

Redaksi akan memantau setiap informasi tambahan yang dirilis oleh sumber resmi atau laporan independen yang dapat memberikan kejelasan lebih lanjut tentang peristiwa yang diklaim oleh IRGC tersebut.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Indonesia dan Mimpi Kolektif Negara D-8: Menopang Harap dari Posisi Menunggu

28 Februari 2026 - 16:30 WIB

ANTARA News

China Catat Kualitas Udara Terbaik Sejak Awal Pemantauan pada 2025

28 Februari 2026 - 12:00 WIB

ANTARA News

Menlu AS Minta Warga Amerika Tinggalkan Iran dan Melarang Perjalanan ke Sana

28 Februari 2026 - 10:30 WIB

ANTARA News

Afghanistan Dilaporkan Melancarkan Operasi Baru Terhadap Pangkalan Militer Pakistan

27 Februari 2026 - 21:00 WIB

ANTARA News

Ramadhan di New York: Kehangatan Kebersamaan Menyusuri Musim Dingin

27 Februari 2026 - 18:30 WIB

ANTARA News
Trending di Dunia