KAI Respon Cepat atas Laporan Pelecehan di Commuter Line
PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengambil langkah tindak lanjut setelah adanya laporan kasus pelecehan seksual yang terjadi dalam layanan Commuter Line. Perusahaan menyatakan menindaklanjuti laporan tersebut dengan memanfaatkan fasilitas yang tersedia untuk keperluan penelusuran kejadian.
Penggunaan Sistem CCTV Analytic
Salah satu instrumen yang digunakan dalam proses penelusuran adalah sistem CCTV Analytic yang terpasang pada jaringan KAI Commuter. Sistem ini dimanfaatkan untuk membantu menindaklanjuti insiden sesuai dengan laporan yang masuk.
Penggunaan rekaman dan teknologi pengawasan menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam merespons laporan insiden di layanan angkutan rel, termasuk kejadian yang berkaitan dengan pelecehan seksual.
Fokus pada Penanganan Laporan
Tindak lanjut yang dilakukan berpusat pada pelacakan kejadian berdasarkan laporan yang disampaikan. Langkah ini menunjukkan adanya proses internal untuk menanggapi setiap laporan yang masuk terkait keselamatan dan kenyamanan penumpang.
Perusahaan memanfaatkan data dan hasil pemantauan untuk membantu proses penelusuran serta penentuan langkah selanjutnya sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Harapan terhadap Proses Penyelesaian
Pemanfaatan alat pengawasan dan rekaman diharapkan menjadi bagian dari rangkaian tindakan yang mendukung upaya penyelesaian kasus sekaligus memperkuat mekanisme penanganan laporan. Langkah ini juga menjadi bukti bahwa laporan dari penumpang ditindaklanjuti melalui mekanisme yang tersedia.
Saat proses penelusuran berlangsung, perhatian publik tetap diperlukan untuk memastikan setiap laporan ditangani secara serius dan transparan oleh pihak terkait.
Gambar: Ilustrasi penanganan insiden dengan dukungan sistem CCTV Analytic pada layanan kereta Commuter Line.
Foto: ANTARA News






