BPBD Jatim Cepat Perbaiki Peralatan Early Warning System Pasca Banjir BPJS Ketenagakerjaan Dorong Seluruh Mitra Ojol Manfaatkan Potongan Iuran DVI Polda Sulut Identifikasi Tiga Korban Kebakaran di Panti Wreda Masalah Mata, Duet Marwan/Aisyah Dipastikan Absen dari Indonesia Masters 2026 Apkasindo: Perkuat Sektor Hulu Jadi Kunci Percepatan Hilirisasi Sawit BBKSDA Jawa Timur dan Mahasiswa Lakukan Pengamatan Burung Migrasi di Tulungagung

Politik

Kapolri: Apel Kebangsaan Banser jadi momen perkuat komitmen persatuan

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Kapolri: Apel Kebangsaan Banser sebagai momentum penguatan persatuan

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyatakan bahwa Apel Kebangsaan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) menjadi sebuah momentum penting untuk meneguhkan kembali komitmen persatuan. Pernyataan itu menekankan arti strategis pertemuan kebangsaan dalam menjaga kesatuan di tengah keberagaman.

Apel Kebangsaan Banser yang disebutkan oleh Kapolri merujuk pada kegiatan berkumpulnya anggota Barisan Ansor Serbaguna, sebuah wadah yang dikenal dengan singkatan Banser. Dalam konteks pernyataan tersebut, acara seperti apel kebangsaan dipandang sebagai momen refleksi kolektif mengenai pentingnya rasa kebersamaan dan tanggung jawab terhadap nilai-nilai kebangsaan.

Pernyataan Kapolri ini memosisikan apel kebangsaan tidak semata sebagai upacara seremonial, melainkan sebagai kesempatan untuk memperkuat sikap bersama yang menopang persatuan. Ketika tokoh-tokoh pemerintah dan organisasi masyarakat menyebut sebuah acara sebagai ‘momentum komitmen persatuan’, itu menggarisbawahi harapan agar nilai-nilai kebangsaan mendapat penegasan berkelanjutan dari seluruh pihak yang terlibat.

Secara umum, kegiatan kebangsaan seperti yang dimaksud dapat berfungsi sebagai ruang untuk menyamakan persepsi tentang tanggung jawab kolektif, memperkuat identitas nasional, dan mengingatkan kembali tujuan bersama yang lebih besar dari perbedaan politik, sosial, dan budaya. Meski demikian, peran konkret dari setiap pihak dalam menerjemahkan komitmen itu menjadi tindakan nyata menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan setelah pertemuan selesai.

Pernyataan Kapolri juga dapat dibaca sebagai dorongan agar pesan-pesan persatuan tidak berhenti pada momen acara, melainkan menjadi panduan dalam interaksi sehari-hari antarwarga dan organisasi sosial. Komitmen yang diucapkan bersama di ruang publik sebaiknya diikuti oleh langkah-langkah nyata yang mengurangi gesekan sosial dan meningkatkan kerja sama lintas kelompok.

Penting untuk mencatat bahwa peneguhan persatuan melalui apel kebangsaan memerlukan kesinambungan. Upaya yang dimulai dalam sebuah pertemuan harus diikuti oleh program-program, kegiatan, atau inisiatif yang menjaga konsistensi pesan tersebut, agar komitmen tidak menjadi pernyataan semata. Selain itu, keterlibatan berbagai elemen masyarakat dalam jejaring kebangsaan dapat memperluas jangkauan pengaruh positif dari komitmen itu.

Di samping nilai simbolis, apel kebangsaan juga berpotensi menjadi wadah pembelajaran dan dialog antaranggota organisasi, memungkinkan pertukaran ide tentang bagaimana mewujudkan persatuan dalam praktik. Dengan pendekatan yang terencana, pertemuan seperti ini bisa menyumbang pada penguatan iklim sosial yang lebih inklusif dan saling menghormati.

Kesimpulannya, menurut pernyataan Kapolri, Apel Kebangsaan Banser diharapkan menjadi titik tolak untuk mempertegas komitmen persatuan. Keberhasilan momen tersebut diukur bukan hanya dari gelar atau pidato, tetapi dari kemampuan semua pihak untuk meneruskan semangat kebangsaan itu ke dalam tindakan nyata yang memperkokoh persatuan bangsa.

Gambar terkait: sumber foto dari Antara News

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Prabowo Tetapkan Target Renovasi 60 Ribu Sekolah dalam Tahun Ini

13 Januari 2026 - 17:00 WIB

ANTARA News

Pilkada Langsung: Demokrasi Prosedural dan Keterbatasan Kesejahteraan Daerah

13 Januari 2026 - 12:30 WIB

ANTARA News

Wapres Gibran Kenakan Tas Noken saat Kunjungan dari Biak hingga Yahukimo

13 Januari 2026 - 11:30 WIB

ANTARA News

Hanya 294 dari 579 Anggota DPR Hadir pada Rapat Paripurna Ke-11 Masa Persidangan III

13 Januari 2026 - 11:00 WIB

ANTARA News

Prabowo Tegaskan Kekuatan Kabinet Merah Putih dan Imbau Waspada Terhadap Analisis Medsos

12 Januari 2026 - 21:30 WIB

ANTARA News
Trending di Politik