Kementerian Agama menggerakkan para penyuluh agama untuk melaksanakan program bersih-bersih rumah ibadah yang melibatkan pemeluk berbagai agama. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya mempererat hubungan antarpemeluk agama dan menumbuhkan semangat gotong royong dalam perbaikan fasilitas tempat ibadah.
Pelaksanaan kegiatan
Kegiatan dilakukan dengan memobilisasi penyuluh agama sebagai fasilitator di tingkat masyarakat. Para penyuluh menjadi penghubung antara komunitas lintas iman dan pengelola rumah ibadah, mengoordinasikan pelaksanaan kerja bakti, serta memastikan kegiatan berjalan tertib dan berorientasi pada kebersamaan.
Dalam program ini, peserta melakukan berbagai aktivitas kebersihan seperti menyapu dan mengepel lantai, merapikan area luar bangunan, membersihkan sarana ibadah, serta merawat ruang-ruang publik yang sering digunakan jamaah. Selain kerja fisik, kegiatan juga menekankan aspek edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan ibadah sebagai bagian dari penghormatan terhadap tempat suci.
Tujuan dan makna sosial
Program yang digagas kementerian tersebut memiliki tujuan ganda: meningkatkan kualitas fasilitas ibadah sekaligus membangun ikatan antarpemeluk agama. Melalui gotong royong lintas iman, diharapkan muncul saling pengertian dan penghormatan terhadap perbedaan, sekaligus menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama terhadap keberlanjutan sarana ibadah di lingkungan masing-masing.
Lebih jauh, kegiatan ini juga berfungsi sebagai sarana pemberdayaan masyarakat. Dengan melibatkan tokoh agama, pengurus rumah ibadah, dan warga setempat, program bertujuan memperkuat jejaring sosial yang mendukung terciptanya lingkungan yang aman, bersih, dan ramah bagi seluruh pemeluk agama.
Peran penyuluh agama
Penyuluh agama bertindak sebagai motor penggerak dalam inisiatif ini. Mereka tidak hanya mengorganisir kegiatan lapangan, tetapi juga menyampaikan pesan-pesan moderasi beragama yang menekankan pentingnya hidup rukun dalam perbedaan. Peran tersebut menjadikan penyuluh sebagai agen perubahan yang mampu menjembatani dialog antarumat beragama sekaligus mendorong aksi nyata di tingkat komunitas.
Melalui pendekatan yang lebih komunikatif dan partisipatif, penyuluh agama membantu memastikan keterlibatan lintas kelompok agama serta menumbuhkan kesadaran kolektif mengenai tanggung jawab bersama dalam merawat fasilitas publik keagamaan.
Signifikansi dan harapan
Kegiatan bersih-bersih rumah ibadah lintas iman ini memegang peranan penting dalam penguatan nilai-nilai toleransi dan solidaritas sosial. Aksi yang sederhana namun bermakna seperti ini diharapkan dapat menjadi contoh praktik baik yang diadopsi oleh komunitas lain, memperkuat harmoni sosial, serta meningkatkan kualitas ruang ibadah sebagai tempat yang nyaman dan terawat bagi seluruh jamaah.
Dengan upaya berkelanjutan dan keterlibatan berbagai pihak, program semacam ini berpotensi membangun kebiasaan kolektif yang mendukung kerukunan antarpemeluk agama serta menegakkan nilai-nilai kebersamaan di tengah masyarakat.
Foto: ANTARA News






