Kemenkes: Puasa yang Tepat Dapat Perkuat Kesehatan Mental
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan bahwa puasa yang dijalankan secara benar mampu menciptakan harmoni dalam diri seseorang dan berperan dalam menghadapi tantangan mental di era modern. Pernyataan ini menekankan hubungan antara praktik ibadah yang teratur dan kesejahteraan jiwa di tengah dinamika kehidupan kontemporer.
Menurut Kemenkes, ketika puasa dilakukan dengan cara yang tepat, proses tersebut tidak hanya berdampak pada kondisi fisik tetapi juga memberikan kontribusi pada kestabilan mental. Dalam konteks kehidupan saat ini yang penuh tekanan, perubahan gaya hidup, dan percepatan informasi, praktik yang menitikberatkan pada disiplin dan pengendalian diri dapat membantu individu menata ulang rutinitas serta mereduksi beban psikologis.
Pernyataan instansi kesehatan ini membuka perspektif bahwa puasa — selain memiliki dimensi spiritual — juga bisa dilihat sebagai salah satu pendekatan yang mendukung pengelolaan kesehatan mental. Kemenkes menyampaikan bahwa pemahaman serta pelaksanaan yang benar penting agar manfaat tersebut dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat.
Imbauan untuk menjalankan puasa dengan tepat menekankan perlunya kesadaran akan aspek-aspek yang menyertai praktik tersebut, termasuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan fisik dan kondisi psikis. Dengan demikian, puasa tidak hanya menjadi ritual semata, melainkan juga sarana untuk membangun kebiasaan yang mendukung ketahanan mental dalam menghadapi tekanan hidup modern.
Gagasan ini hadir di tengah meningkatnya perhatian terhadap kesehatan mental di banyak lapisan masyarakat. Kemenkes menempatkan puasa sebagai salah satu unsur yang berpotensi membantu individu menghadapi tantangan era modern, asalkan dilaksanakan dengan memperhatikan prinsip-prinsip yang benar. Penekanan pada cara pelaksanaan menunjukkan bahwa manfaat psikologis tidak otomatis muncul tanpa perhatian pada kualitas praktik puasa itu sendiri.
Bagi kalangan masyarakat yang mempertimbangkan puasa sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan jiwa, pernyataan Kemenkes memberi penekanan pada pentingnya praktik yang sadar dan terarah. Pengertian ini mendorong pembicaraan lebih luas tentang bagaimana kebiasaan sehari-hari yang berbasis disiplin dapat berkontribusi pada pengelolaan stres, peningkatan ketenangan batin, dan kualitas hidup secara umum.
Sementara itu, Kemenkes menyoroti bahwa pemanfaatan puasa sebagai salah satu strategi untuk mendukung kesehatan mental harus dipahami sebagai bagian dari pendekatan holistik. Ini berarti manfaat optimal akan tercapai ketika puasa dipadukan dengan pola hidup sehat secara keseluruhan serta kesadaran individu terhadap kondisi fisik dan emosionalnya.
Secara garis besar, pernyataan Kemenkes mengajak masyarakat untuk melihat puasa lebih dari sekadar kewajiban ritual. Dengan pelaksanaan yang tepat, puasa dapat menjadi sarana membangun keharmonisan dalam diri yang membantu menghadapi tekanan dan tantangan zaman modern, serta mendukung upaya menjaga kesehatan mental di era yang serba cepat ini.
Foto: Ilustrasi kegiatan terkait puasa. 
Foto: ANTARA News






