Aturan Pakaian Ihram saat Menunaikan Haji dan Umrah
Dalam pelaksanaan ibadah haji dan umrah, setiap jamaah diwajibkan mengenakan pakaian khusus yang disebut pakaian ihram. Pakaian ini bukan sekadar busana, melainkan simbol kesederhanaan, persamaan, dan kesiapan masuk ke dalam rangkaian ibadah yang memiliki aturan-aturan khusus.
Prinsip Umum
Pakaian ihram berbeda antara pria dan wanita, namun keduanya memiliki tujuan yang sama: menampilkan kesederhanaan dan menghindarkan diri dari perbedaan status sosial melalui pakaian. Selain itu, pada masa ihram terdapat larangan tertentu yang berkaitan dengan penampilan dan penggunaan wangi-wangian.
Ketentuan Pakaian untuk Pria
Bagi pria, ada ketentuan khusus mengenai jenis dan cara mengenakan pakaian ihram. Pakaian tersebut umumnya berupa kain polos yang dikenakan untuk menutupi tubuh bagian atas dan bawah. Tata cara pemakaian menekankan kesederhanaan dan tidak memakai pakaian bertatah, berjahit, atau yang menunjukkan status sosial.
Selain itu, pria diharapkan tidak menutup kepala dengan topi atau penutup kepala lainnya selama ihram, sebagai bagian dari pengecualian dari busana biasa. Pilihan alas kaki juga disesuaikan dengan ketentuan ihram yang menekankan kesederhanaan.
Ketentuan Pakaian untuk Wanita
Untuk wanita, ketentuan berpakaian saat ihram menekankan kesopanan dan menutup aurat sesuai dengan ketentuan agama. Wanita umumnya mengenakan busana yang longgar dan menutup tubuh sehingga tidak menarik perhatian, namun tetap memperhatikan aspek keselamatan dan kenyamanan selama pelaksanaan ibadah.
Ketentuan mengenai penutup wajah dan telapak tangan mengikuti aturan umum yang berlaku dalam tata cara ibadah; wanita tetap dianjurkan memakai pakaian yang memenuhi syariat dan memberi penghormatan terhadap suasana ihram.
Hal yang Perlu Diperhatikan Jamaah
Sebelum memasuki keadaan ihram, jamaah disarankan menyiapkan pakaian sesuai ketentuan dan memastikan bahwa busana yang akan dipakai memenuhi prinsip kesederhanaan. Pakaian ihram dipakai pada saat memasuki batas miqat atau sesuai petunjuk pembimbing ibadah.
Selain memerhatikan jenis pakaian, jamaah juga perlu menjaga perilaku dan etika sesuai ketentuan selama ihram agar ibadah dapat dilaksanakan dengan tertib. Jika ragu mengenai detail teknis, jamaah dianjurkan berkonsultasi dengan pembimbing atau pihak penyelenggara ibadah.
Penutup
Memahami ketentuan pakaian ihram membantu jamaah menunaikan ibadah haji dan umrah dengan khusyuk dan tertib. Pakaian ihram bukan sekadar aturan busana, melainkan bagian dari rangkaian ibadah yang mengingatkan pada kesederhanaan dan persamaan di hadapan Sang Pencipta.
Foto: ANTARA News






