Forum Kiai Nyai Muda Nahdlatul Ulama (FKNM NU) mengemukakan desakan pentingnya penyelesaian persoalan yang tengah terjadi dalam organisasi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Mereka menilai bahwa rekonsiliasi merupakan langkah krusial yang harus ditempuh guna menjaga keutuhan dan kekuatan organisasi yang berperan penting di kalangan umat Islam di Indonesia.
Dalam upaya mencapai rekonsiliasi tersebut, FKNM NU memandang bahwa musyawarah terbuka adalah metode yang paling tepat. Pendekatan ini diyakini dapat memberi kesempatan kepada semua pihak terkait untuk menyampaikan pandangan dan mencari titik temu secara bersama-sama, sehingga tercipta suasana kondusif yang mendukung tercapainya solusi yang saling menguntungkan.
Terbuka dan inklusif, musyawarah yang diusulkan akan melibatkan berbagai elemen kepengurusan maupun tokoh-tokoh yang berpengaruh dalam organisasi NU demi meneguhkan persatuan dan harmonisasi internal yang sempat mengalami ketegangan. FKNM NU menyadari bahwa perbedaan sikap dalam organisasi adalah hal yang biasa, namun penyelesaian secara bersama menjadi kunci utama agar NU tetap kuat dan mampu menjalankan fungsi sosial keagamaan secara optimal.
Pentingnya rekonsiliasi ini juga berkaitan dengan aspirasi kaum muda di dalam organisasi NU, yang ingin memastikan keberlanjutan nilai-nilai dan tradisi NU tetap hidup dan berkembang tanpa terpengaruh oleh konflik yang merugikan. Musyawarah terbuka yang melibatkan seluruh pihak diharapkan menjadi momentum untuk mempererat hubungan antarkader serta memantapkan konsolidasi internal organisasi.
Dengan semangat kebersamaan dan saling menghormati, FKNM NU berharap langkah rekonsiliasi melalui musyawarah terbuka dapat segera diwujudkan demi kemajuan Nahdlatul Ulama ke depan, sehingga organisasi ini tetap dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat luas.
Foto: ANTARA News






